
HAPPY READING..
Alex menatap sinis,saat Brayen menanyakan pertanyaan itu padanya.
''Kau tau Bray?seharusnya saya memukulmu lebih dari ini, dan kau juga pasti tau maksud kedatangan saya kesini.''ucap Alex datar.
Brayen mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Alex.
''Jadi kau sudah tau kalau...''Brayen sengaja menggantung ucapannya.
''Saya tidak menyangka kalau ternyata seorang Brayen adalah laki-laki pengecut.''ucap Alex remeh.
''Lex,gw bukanlah laki-laki pengecut,gw tau Misya hamil juga baru kemarin.''jawab Brayen yang tak terima dengan ucapan Alex yang meremehkan dirinya.
''Apa kau juga yang telah meniduri Misya untuk yang pertama kali?''ucap Alex sambil menatap wajah Brayen yang terlihat tegang.
''Maaf Lex, waktu itu gw tidak tau kalau ternyata Misya itu ternyata adalah tunangan loe,''sesal Brayen.
Alex menarik nafas dalam,lalu menghembuskannya dengan kasar.
''Apa kau menyukai Misya?''tanya Alex serius.
''Sebelumnya gw minta maaf Lex, tapi kau benar,gw memang menyukai istri loe,bahkan sebelum gw tau kalau Misya itu adalah istri loe.''jawab Brayen.
''Baiklah Bray,setelah ini apa yang akan kamu lakukan?''tanya Alex lagi.
Dengar saya akan memberi kesempatan untumu satu kali,jika kau tidak menggunakan dengan sebaik-baiknya maka jangan salahkan jika nanti saya akan mempersulitmu.''ucap Alex serius.
Brayen masih mencerna kembali ucapan Alex,begitu banyak kejutan untuk Brayen di pagi ini,padahal hari ini bukanlah hari ulang tahunnya.
''Jadi maksudmu kau akan memberikan Misya padaku?''ucap Brayen yang mulai berbinar.
''Siapa yang mengatakan itu?saya hanya memberikanmu kesempatan untuk menaklukan hati Misya selama satu bulan,jika kau tidak bisa membuatnya jatuh cinta padamu maka sebaiknya kau menyerah,dan jangan pernah mengganggu hidup Misya dan anaknya.''ucap Alex.
''Baiklah gw akan terima tawaran loe,tapi bolehkah gw bertanya satu hal sama loe Lex?kenapa loe ingin Misya menjadi milik gw? maksudnya apa kah kau sama sekali tidak mencintai dia?bahkan setelah sekarang kalian menjadi suami istri?''tanya Brayen yang sangat merasa penasaran, karna begitu mudahnya Alex berkata itu semua.
__ADS_1
Mungkin jika terdengar oleh keluarga besarnya , Alex akan dihajar oleh mereka,karna merasa Alex akan membuang istrinya.
Sebenarnya Alex sudah memikirkan ini sejak jauh-jauh hari,bukannya Alex tak ingin belajar mencintai Misya,akan tetapi cinta itu memang tidak bisa tumbuh untuk nya ,karna Alex sendiri sudah menganggap Misya dari dulu sebagai bagian dari keluarganya tidak lebih.
Kalau pun dirinya terus memaksakan untuk terus bersama dengan Misya,justru itu akan malah melukai hati Misya nantinya, karna Alex bukan lah tipe laki-laki yang bisa berpura-pura,jika memang dirinya tak suka pasti ia akan memperlihatkannya,atau pun bersikap acuh.
Dan Alex tak ingin menyakiti Misya lebih dalam lagi, dan soal masalah perselingkuhannya dengan Brayen sebenarnya Alex tidak sakit hati, entahlah kenapa saat mengetahui Misya sudah mengkhianati pernikahan mereka, Alex biasa saja,, mungkah karna dia memang tak pernah mempunyai perasaan pada istrinya itu,namun ia hanya merasa kecewa oleh keduanya apa lagi Brayen,yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.
Namun jika Misya bisa bersama dengan orang yang mencintainya,setidaknya ia akan lebih bahagia,karna Misya wanita yang mudah tersentuh,jika dirinya terus menerus diperlakukan dengan baik dan lembut lambat laun pasti wanita itu akan luluh.
***
Jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi, Misya mengerjabkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk dari cela gorden yang tertutup,sepertinya pagi ini sangat cerah,sebab baru pukul tujuh pagi matahari sudah menyapa makhluk yang ada dibumi.
Misya bangkit dari tidurnya,lalu matanya langsung tertuju pada tempat yang biasa Alex tempati saat tidur.Namun ternyata yang ia lihat, penghuninya sudah tidak ada disana.
''Kemana mas Kia?apa dia sudah turun.''gumam Misya.
Sebenarnya Misya merasa kasihan melihat Alex setiap malam harus tidur dilantai,walau pun beralaskan selimut tebal,tapi tetap saja itu akan membuat tubuhnya terasa sakit.Misya menghembuskan nafas kasar,kemudian beranjak dari tempat tidur.
Tepat jam delapan Misya turun kebawah,saat ia mulai menuruni anak tangga ia mendengar suara yang tidak asing ditelinganya.
''Mama,''panggil Misya kemudiah berlari menuju meja makan.
''Eh eh,,Misya hati-hati dong! kamu kan sedang hamil jangan lari-lari.''peringat Yanti.
''Tau nih Misya, mungkin anak tante itu lupa kali kalau sedang hamil.''sindir Kinara.
Yang disindir hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
''Mama kapan datang?''tanya Misya yang kini sudah duduk disamping Yanti ibunya.
''Barusan,tapi papa gk bisa datang sayang lagi gk enak badan,mungkin kecapenan kali.''ucap Yanti.
''Makanya,papa itu kerjanya jangan suka sampe larut malam mah,terakhirkan sampe sakit kayak gini.''ucap Misya,karna dari sebelum menikah Misya tau kalau papanya itu selalu gila kerja,hingga tak menjaga kesehatan sendiri.
__ADS_1
''Iya,nanti mama bilangin sama papa,kalau anak nya ini marah kalau papanya kerja sampe larut malam.''jelas Yanti sambil tersenyum,dan yang lain pun ikut tersenyum.
Setelah sarapan mereka memutuskan untuk berbincang-bincang diruang tamu,sedangkan Jonathan setelah sarapan tadi ia langsung pergi kekantor karna pagi ini akan ada rapat.
''Oya mana suami kamu sya?kok gk kelihatan dari tadi?''ucap Yanti.
''Iya,emang dia masih tidur ya?''sambung Rina.
''Jadi mereka juga gk tau mas Kia ada dimana?terus kemana dia?''
Ucap batin Misya.
''Misya kok kamu gk jawab?suamimu kemana?''ulang Yanti.
''Mas Kiano...''
''Saya disini mah.''jawab Alex memotong ucapan Misya.
''Loh kamu dari mana Ki?kok udah dari luar aja?''tanya Rina.
''Tadi ada urusan sebentar.''jawab Alex sambil melirik kearah Misya.
''Kamu itu Lex,istri lagi hamil bukannya diperhatikan malah keluyuran gk jelas.''ucap pedas Yanti.
''Mama aku gpp kok,lagian mas Kia juga ada urusan,dan mungkin penting.''ucap Misya merasa tak enak.
Sedangkan Alex dan Rina hanya diam,tanpa ingin mencela ucapan Yanti.Meraka hanya tak ingin ada keributan di pagi hari.
''Saya keatas dulu.''ucap Alex sambil berlalu meninggalkan ketiga wanita yang berbeda usia itu diruang tamu.
Yanti menatap tak suka pada Alex,karna sifat cueknya.
''Rina ku harap kamu bisa menegur Alex, istrinya lagi hamil,namun sepertinya dia sama sekali tidak perduli dengan Misya.''ucap Yanti,sangat jelas ada nada kekesalan disana.
''Iya mba,nanti saya akan bicara pada Kia.''jawab Rina yang merasa sedikit tidak enak hati pada besannya tersebut.
__ADS_1
Pasalnya setelah menikah Alex memang tidak pernah terlihat bersikap manis pada Misya,bahkan setelah Misya dinyatakan hamil sikap Alex masih tetap sama,sepertinya Rina memang benar-benar harus bicara dengan putranya itu.
BERSAMBUNG