
Misya melangkah mendekati tempat tidur Alex, lalu membuka selimut yang ia gunakan.
''Kia sayang bangun!!" ucap Misya sambil berbisik ditelinga Alex.
''Eemm,,bentar lagi mah,aku masih ngantuk!" gumam Alex pelan,karna ia pikir itu adalah suara Rina mamanya.
Misya cekikikan mendengar gumaman Alex,dengan jahil Misya membuka seluruh selimut Alex,dan tiba-tiba matanya terpelongo saat melihat tonjolan dibalik celana boxer tunangannya tersebut.
''Aku jadi penasaran dengan isi dibalik boxer itu,''gumam Misya sambil mendekat kearah tonjolan milik Alex.
Dengan nakal Misya mulai meraba tonjolan tersebut dari luar.
''Uuhh,''lenguh Alex sisela-sela tidurnya.
Melihat reaksi Alex,Misya semangkin berani untuk melangkah lebih jauh,dengan nakal tangan Misya mulai membuka boxer dan juga dalaman yang dikenakan Alex,hingga terpampang jelas belalai panjang nan besar milik Alex.
Misya meneguk salivanya susah payah,saat melihat belalai milik tunangannya tersebut,hingga matanya pun hendak keluar dari tempatnya.
''Woow,,''gumam Misya pelan.
Perlahan Misya menyentuh batangan Alex dengan kedua telapak tangannya.
Sedangkan Alex menikmati pijatan yang diberikan Misya pada juniornya,karna ia mengira itu hanyalah mimpi, ia bermimpi sedang melakukan adegan panas dengan Gladissa kekasih hatinya.
''Aakkhh,''lenguh Alex saat Gladissa menghisap batangannya didalam mimpinya.
Misya tersenyum lebar saat Alex kembali merespon permainan yang ia lakukan.
Namun Alex merasa aneh,saat mencium wangi parfum yang berbeda pada tubuh Gladissa,Alex merasa kalau wanita yang sedang bercumbu dengannya saat ini bukanlah kekasih hatinya.
Perlahan Alex membuka matanya,dan ia mendapati Misya sedang asik bermain dengan belalainya saat ini.
''Misya apa yang kamu lakukan!!! sentak Alex,sambil menarik selimut untuk menutupi belalainya.
Misya yang awalnya sedang asik menikmati permainan terkejut oleh bentakan Alex.
''A aku hanya ingin membuatmu....,''Misya tak berani melanjutkan kata-katanya saat Alex menatapnya dengan tajam.
''Sebaiknya kamu keluar dari kamar saya!" ucap Alex dingin.
Misya yang merasa malu dengan kelakuannyasendiri, langsung keluar dari kamar tersebut.
Setelah memastikan Misya sudah keluar Alex menetralkan pikirannya.
''Siaal,hampir saja!" umpatnya saat tadi dirinya hampir terbawa suasanya.
__ADS_1
''Kenapa saya bisa seceroboh ini? dan kenapa Misya bisa jadi nakal seperti itu?sepertinya saya harus kembali menidurkan si joni karna sudah terlanjur bangun.'' gerutu Alex sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah lima belas menit,Alex keluar dengan wajah yang lebih segar.
''Pagi Kia,''sapa Kinara saat melihat Alex menuju kearahnya.
''Pagi Mba.''ucap Alex sambil menarik kursi disamping Kinara.
Misya terlihat canggung saat Alex sempat melirik kearahnya.
***
Saat ini Kinara dan Misya sedang dalam perjalanan menuju butik.
''Kamu kenapa Sya?kok dari tadi diam saja?''ucap Kinara yang merasa sedikit aneh pada sikap temannya itu.
''Gpp kok,oya gimana nanti siang kalau kita makan bersama kak Bisma?''ucap Misya mengalihkan pembicaraan.
''Boleh,kamu atur aja dimana kita akan makan siang nanti,''ucap Kinara yang kini sudah kembali pokus pada jalanan yang ada didepannya.
Sedangkan Alex saat ini sedang megendarai mobilnya menuju keapartemen milik Bisma,setelah sampai Alex langsung menuju lantai atas menuju hunian milik Bisma.
Bisma yang kebetulan sedang sarapan mendengar suara ketukan pintu dari luar.
Tanpa menjawab, Alex langsung masuk menuju sofa lalu membaringkan tubuhnya disana.
''Laah, ni anak,datang-datang langsung tepar di situ,jangan bilang loe kesini hanya untuk numpang tidur Lex,''sindir Bisma.
''Kamu benar,saya ingin numpang tidur disini sebentar.''ucap Alex.
Bisma hanya menggelengkan kepala saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut temannya itu.
''Nanti siang Misya dan kinara ngajakin gue makan siang,apa loe mau ikut?''tanya Bisma yang kini sudah duduk di sebelah Alex.
''Kamu saja, saya makan di cafe saja nanti.''ucap Alex yang wajahnya masih ia benamkan dibantalan sofa ruang tamu Bisma.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua belas siang,dan ternyata Alex benar-benar tertidur diruang tamu kediaman Bisma.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Kinara,Misya dan Bisma sedang makan siang disebuah Restoran.
''Aku kira kamu akan datang bersama Kia Bis?''ucap Kinara sambil memasukan makanannya kemulut.
''Masih tidur dia,''ucap Bisma yang membuat kedua wanita yang ada didepannya itu menatap kearahnya.
__ADS_1
''Maksud kamu?''tanya Kinara tak mengerti.
''Iya,tadi pagi dia datang ke apartemen,dan langsung tiduran di sofa,dan saat aku pergi dia juga masih nyenyak tidurnya.''jelas Bisma.
Misya terpaku saat mendengar penuturan Bisma.
''Apa karna perbuatanku tadi pagi ya? haaiiss dasar bodoh loe Misya,ngapain coba pake praktekin lagi didunia nyata,loe pikir Kia bakal luluh seperti yang ada dalam mimpi loe tadi malam.''
Batin Misya yang tanpa sadar memukul kepalanya sendiri.
''Kamu kenapa Sya? kok kepalanya di ketok begitu?''tanya Kinara yang merasa aneh akan tingkah Misya sejak pagi.
''Hehe,gpp hanya sedikit pusing aja,''ucap Misya beralasan.
Kini jam makan siang telah habis,Gladissa dan teman-temannya juga sudah kembali membuka butik,dan melanjutkan aktivitas mereka kembali.
Tak lama setelah mereka kembali membuka butik,seorang pria tampan datang dan langsung melangkah menuju dimana saat ini Gladissa berada.
''Kak Desta,''sapa Gladissa saat Desta tiba-tiba sudah berada didepannya.
''Haaii Dis,''sapa Desta balik dengan memperlihatkan senyum terbaiknya.
''Apa kak Desta kesini mau bertemu dengan Mba Kinara?atau kakak mau belanja?kalau ingin bertemu Mba Kinara sebaiknya tunggu sebentar,karna saat ini dia sedang makan siang diluar bersama Misya.''jelas Gladissa.
''Saya datang kesini sengaja ingin bertemu kamu,''ucap Desta yang membuat Gladissa menatap kearahnya.
''Maksud kakak?''tanya Gladissa.
''Saya hanya bercanda kok,saya ingin membeli satu dress wanita untuk teman saya bisa kamu pilihkan untuk saya?''tanya Desta yang tak pernah melepaskan pandangannya dari wanita yang ada didepannya saat ini.
''Boleh,ciri-ciri gadis itu seperti apa kak? biar aku bisa pilihkan yang cocok untuknya?''tanya Gladissa sambil melihat-lihat koleksi gaun yang bagus.
''Kamu!! maksud saya gadis itu ciri-cirinya seperti kamu.''jelas Desta.
Gladissa mengangguk paham,lalu ia segera melangkah menuju pojokan,karna disana ada koleksi dress cantik untuk gadis seusianya.
Gladissa tersenyum saat menemukan gaun yang menurutnya cocok untuk teman wanita Desta.
''Kak ini gaunnya,aku yakin pasti gadis itu menyukainya,''ucap Gladissa sambil memperlihatkan gaun berwarna peach pada Desta.
''Cantik,saya mau yang ini, tolong kamu bungkus ya!" ucap Desta yang diangguki oleh Gladissa.
Setelah membayar Desta kembali menghampiri Gladissa yang saat ini sedang bersama ketiga temannya.
NEXT
__ADS_1