Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Keputusan


__ADS_3

Saat ini Misya terbaring lemah diatas tempat tidurnya, dengan selang infus yang terpasang di pergelangan tangannya.


Saat ini Misya sedang di temani oleh Kinara, setelah tadi dokter sempat memberikannya obat dengan cara menyuntikannya diselang infus.Dokter mengatakan kalau Misya mengalami stres dan shock, dokter juga melihat saat ini Misya sangat tertekan,jika terus seperti ini itu akan mempengaruhi perkembangan bayi yang ada dalam kandungannya.


Kini kedua keluarga itu sudah kembali keruang tamu,untuk meneruskan pembicaraan yang sempat tertunda,Termasuk Brayen.


''Setelah Misya sudah baikan kami akan membawanya pulang kekediaman kami.''ucap Bagas setelah cukup lama mereka saling diam.


''Pah,kok papa memutuskannya seperti itu,Lagi pula Misya belum tentu mau.''jawab Yanti yang masih belum bisa menerima kenyataan.


''Mah ingat! Misya sudah mempermalukan nama baik keluarga kita,dan juga keluarga suaminya,jadi untuk apa kita tetap mempertahankan Misya untuk tetap berada disini, karna tidak ada alasan bagi Misya untuk tetap tinggal disini,,itu hanya akan mempermalukan putri kita sendiri nantinya.Sebaiknya mama diam saja, biar keputusan kali ini papa yang ambil.''ucap Bagas pelan,sambil menasehati istrinya yang masih keukeh dengan pendiriannya.


''Mas Bagas,tidak apa-apa jika mba Yanti ingin Misya berada disini,lagi pula Misya masih menantu keluarga ini.''ucap Jonathan setenang mungkin.Ia tidak ingin memancing keributan lagi,begitu juga Rina,wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu,lebih memilih diam,dan membiarkan sang suami yang berbicara.


''Tuh kan pah,Jonathan saja tidak keberatan.''sambung Yanti dengan tidak tau malunya.


''MAH...'' tegur Bagas,saat istrinya itu kembali bersuara.Dan akhirnya mau tak mau Yanti kembali menutup mulutnya.


''Nak Alex om minta maaf,atas semua kejadian ini,om sangat malu atas perbuatan Misya, om tidak menyangkan kalau dia akan melakukan perbuatan yang memalukan seperti ini.''sesal Bagas.


''Sudahlah om, ini semua sudah takdir,saya tidak akan memperpanjang masalah ini,bagi saya yang terpenting Misya sudah mengakui perbuatannya itu sudah cukup.''jelas Alex.


''Yanti menatap tak suka pada menantunya itu.


''Jonathan,Rina atas nama Misya dan keluarga saya minta maaf yang sebesar-besarnya , atas kelakuan putri saya yang sudah membuat keluarga kalian malu,,sebagai orangtua saya telah gagal mendidiknya.''ucap Bagas,sangat terlihat raut wajah Bagas yang penuh sesal.


Yanti menggenggam tangan suaminya,untuk memberi kekuatan.Dan dibalas oleh sang suami.


Kini tatapan Bagas beralih pada Brayen yang saat ini duduk didepannya.

__ADS_1


''Sejak kapan kamu mengenal putri saya Misya? dan apa kah kalian menjalin hubungan setelah Misya menikah dengan Alex?''tanya Bagas pelan,namun terkesan tegas,, sambil menatap wajah Brayen.


Brayen menelan salivanya dengan susah payah,seolah ada kerikil yang tertancap ditenggorokan nya, saat mendapat tatapan intimidasi dari orangtua Misya,dan juga kedua orangtua Alex.


''Sebenarnya saya mengenal Misya sebelum dia menikah dengan Alex,dan saat itu saya juga tidak tau kalau sebenarnya Misya adalah tunangan Alex.


''Benarkah? apa saat itu Misya tidak memberitahumu kalau dia sudah bertunangan?''cercar Bagas lagi.


''Tidak om,karna saat itu dia sedang mabuk.''jelas Brayen, sungguh akalnya buntu saat itu dan dia juga tidak tau jawaban yang dia berikan akan menambah masalah baru atau tidak.


''Jadi maksud kamu Misya sudah tidah perawan sebelum dia menikah?begitu?''tanya Rina,menyela pembicaraan mereka.


''Maafkan saya om,tante.''ucap Brayen sambil menunduk


Rina menatap nanar pada putra nya,sungguh ia tak menyangka Alex akan bertahan dipernikahannya sejauh ini.


''Kia apakah semua itu benar?''tanya Rina memastikan.Dan Alex terpaksa mengangguk sebagai jawaban.


Namun tiba-tiba Rina menyadari sesuatu.


''Apa itu artinya kalian sudah sering melakukannya???''tanya Rina,kini tatapannya menajam kearah Brayen.


''Maafkan saya tante.''ucap Brayen,hanya itu yang mampu ia ucapkan saat ini.


Sedangkan kedua orangtua Misya saling pandang,sungguh sebagai orangtua Bagas sangat malu dengan kelakuan putri semata wayangnya itu,rasanya dia sudah tak punya muka walau hanya sekedar bertatapan dengan besannya saat ini,dan mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan besan.


Sedangkah Yanti, hanya menundukan wajahnya,ia juga merasa malu dengan kelakuan putri yang selalu ia bela mati-matian itu.


Sedangkan Alex terlihat memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


''Jonathan,Rina setelah Misya sadar nanti kami akan langsung membawa nya pulang ke rumah kami, dan setelah Misya melahirkan nanti maka secepatnya kami akan mengurus surat perceraian Alex dan juga Misya.''ucap Bagas mantap.


Yanti yang awalnya masih menunduk,kini mengangkat wajahnya,ia menatap suaminya penuh tanya.


Bagas yang mengerti arti tatapan sang istri kembali menjelaskannya.


''Ini sudah jadi keputusan papa mah,dan papa harap mama tidak menentangnya kali ini.''ucap Bagas.


''Tapi apa yang harus kita katakan nanti pada keluarga besar kita pah,mereka pasti bertanya,belum lagi para tetangga yang akan mencemooh kita.''ucap Yanti lirih.


''Tenanglah mah,nanti kita pikirkan bagai mana caranya menjelaskan pada mereka.''ucap Bagas menyakinkan istrinya.


''Dan kau nak Brayen! apa kau bersungguh-sungguh ingin bertanggung jawab atas apa yang menimpa Misya? katakanlah sekarang?dan jika kau kembali berubah pikiran,sebaiknya katakan juga sekarang! biar jelas,tapi ingat jika kau menolak untuk bertanggung jawab atas putriku, jangan harap kau bisa menemuinya sampai kapanpun,walaupun dengan alasan anak sekalipun.''ucap Bagas serius.


''Saya sungguh-sungguh mencintai anak om dan tante, dan saya akan bertanggung jawab dengan apa yang telah saya perbuat pada Misya,bahkan jika kalian minta saya untuk menikahi Misya saat ini juga saya bersedia.''ucap Brayen mantap,,tidak ada keraguan dalam ucapannya sedikit pun.


''Baiklah,saya pegang ucapanmu.''jawab Bagas.


Beberapa saat kemudian...


Saat ini Misya sudah sadarkan diri, dan keadaannya pun sudah lebih baik,namun hanya terlihat lemas.


Kedua orangtua Misya juga sudah menjelaskan pada nya kalau dia harus ikut pulang bersama dengan kedua orangtuanya,


Misya hanya mengangguk pasrah,tidak mungkin juga baginya untuk tetap bertahan dirumah ini,bahkan hanya untuk sekedar bertemu dengan keluarga Alex saja dirinya merasa malu.


***


Saat ini Rina dan Jonathan sedang duduk santai diruang keluarga,Rina menyandarkan tubuhnya di pundak suaminya,rasanya saat ini dia benar-benar lelah,kejadian yang terjadi beberapa saat yang lalu, sungguh menguras emosi dan juga perasaannya.

__ADS_1


''Mama gk nyangka pah,kalau Misya tega berselingkuh dengan orang lain,padahal dari sebelum awal pernikahan, mama sudah bilang pada gadis itu agar dia memikirkan ulang pernikahannya karna kita semua tau kalau Kia tidak mencintainya,namun Misya bersikeras tetap ingin menikah dengan Kia,bahkan dia juga berjanji pada mama dia tidak akan menyerah untuk menakhlukan hati Kiano,tapi kenyataannya sekarang apa? dia malah berselingkuh dengan Brayen bahkan sampai membuahkan hasil.''ucap Rina ia kembali kesal saat teringat semua itu.


NEXT


__ADS_2