
Gladis yang mendengar ucapan Vega hanya diam,tanpa ingin berkomentar,
''Sudah yuk Ve,kembali kerja!" ajak Gladis karna melihat pelanggan sudah mulai berdatangan.
Mata Gladis tertuju pada sosok pria yang baru masuk kedalam cafe.
Pria tinggi berparas tampan, yang memiliki tato dipergelangan tangannya.
''Kamu liatin apa Dis?''tanya Vega sambil mengikuti arah pandang Gladis.
''Gpp yuk!'' ajak Gladis sambil menarik tangan Vega.
*
*
*
Didalam ruangan Alex terdengar suara tawa seseorang menggelegar.
''Kenapa kamu menertawakan saya Bray?memangnya cerita saya lucu?''ucap Alex jengah.
''Ya habisnya kamu ,,ternyata sekarang nyerah juga kan akhirnya,aku salut juga sama tu cewe ternyata gk sia-sia dia memperjuangkanmu selama bertahun-tahun.''ucap pemuda bernama Brayen.
Brayen adalah teman satu kuliah dengan Alex dulu,ia juga termasuk sahabat Alex yang tau tentang kisah hidupnya, walau pun Alex bukan orang yang terbuka,namun Brayen adalah orang yang peka,makanya setiap Alex ada suatu masalah Brayen pasti tau,dan tak jarang ia selalu mendesak Alex untuk menceritakan masalahnya,bahkan tentang wanita masa remaja Alex juga diketahui oleh Brayen, walupun tak semua Alex ceritakan.
''Apa kamu akan menetap disini?''tanya Alex,karna setau Alex selama ini Brayen tinggal bersama orangtuanya dinegara lain.
''Iya,sebenarnya sudah hampir dua bulan gw di kota ini,hanya saja baru sekarang sempatnya datang mengunjungimu,karna harus mengurus segala sesuatunya dulu.''jelasnya.
''Terus apa disini kamu ingin meneruskan usaha club orangtuamu itu?''tanya Alex lagi.
''Sepertinya begitu,''jawabnya singkat.
''Yaudah kalau gitu gw cabut dulu ya bro,ada urusan yang harus cepat-cepat gw tangani.''pamitnya yang diangguki oleh Alex.
Saat Brayen keluar dari ruangan Alex tak sengaja ia menyenggol bahu seorang wanita,yang saat itu sedang memainkan ponselnya.
''Maaf nona,''ucap Brayen.
''Iya tidak apa-apa!" ucap sang wanita, tanpa melihat wajah pria yang telah menabraknya,karna masih asik menatap layar ponselnya.
Sedangkan Brayen masih menatap sang wanita hingga sosok tersebut hilang dibalik pintu ruangan Alex,setelah itu Brayen kembali melanjutkan langkahnya untuk segera keluar dari cafe itu.
''Haii sayang,''sapa Misya yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.
''Apa kamu tidak bisa masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?!" tanya Alex ketus.
__ADS_1
''Loh,emang kenapa?aku kan istri kamu masa harus disama kan juga sama karyawan kamu.''protes Misya.
''Istri atau bukan tetap harus menjaga sopan satun jika ingin masuk keruangan seseorang dan harus mengetuk pintu terlebih dahulu,coba tadi kalau ada tamu saya, saat kamu membuka pintunya begitu saja,apa nanti kata mereka,main masuk sembarangan saja tanpa mengetuk pintu,pasti mereka pikir saya tidak mengajarkan hal yang benar nanti.''jelas Alex panjang lebar.
''Iya iya maaf,lain kali aku gk akan mengulanginya.''ucap Misya yang merasa malas berdebat dengan Alex.
''Ada apa kamu datang kesini?''tanya Alex langsung.
''Memangnya gk boleh aku mengunjungi suamiku sendiri?''tanya Misya sedikit kesal.
Mendengar jawaban Misya Alex tidak bertanya lagi.
''Apa kamu ingi makan sesuatu biar saya pesankan?''tanya Alex sambil menatap Misya.
''Gk, aku tadi sudah makan diluar,tapi kalau disuruh makan kamu aku mau,''ucap Misya dengan tatapan menggodanya.
''Sudahlah Misya ini ditempat kerja,tidak sepantasnya kamu bersikap seperti ini.''peringat Alex.
''Selalu seperti itu.''geram Misya.
''Sebaiknya kamu pulang kalau tidak ada yang penting,karna saya masih ada perkerjaan yang harus saya urus.''ucap Alex.
''Gk mau,aku akan tetap nungguin kamu sampai pulang.''jawab Misya.
''Memanya kamu gk kebutik?''tanya Alex.
''Kalau pekerjaan itu tidak boleh main lempar pada orang lain,harus bertanggung jawab dong.''sindir Alex.
Namun Misya seakan tuli,ia sama sekali tidak perduli dengan apa yang Alex ucap kan padanya.
''Kalau gitu aku tunggu kamu diluar saja ya sekalian mau ngopi juga,kamu mau aku pesankan juga gk?''tawar Misya.
''Tidak perlu,''jawab Alex.
''Yasudah aku keluar ya,''pamit Misya,sambil berlalu.
***
Setelah memesan beberapa cemilan,Misya mulai menyendok makanan tersebut kemulutnya.
Misya memperhatikan keadaan sekitar,yang memang mulai banyak pengunjung,hingga tak sengaja matanya menangkap sosok yang beberapa bulan ini selalu membuatnya marah dan geram.
Misya terus memperhatikan wanita yang tak lain adalah Gladissa dari kejauhan,yang saat ini sedang melayani tamu.
Setelah mencatat pesanan pelanggan Gladis segera melangkahkan kakinya menuju pantry ,namun saat melewati meja milik Misya tiba-tiba ia terjatuh.
''Aww,,ringin Gladis sambil memegangi lututnya.
__ADS_1
Gladis menatap Misya yang tersenyum sambil menatapnya,ia tau ini pasti perbuatannya namun Gladis tak ingin ada keributan,makanya ia tak ingin mempermasalahkannya.
''Makanya kalau jalan liat-liat,jangan kebanyakan menghayal,''ucap Misya yang sengaja menyindir Gladissa.
Tak ingin meladeni,Gladis pun segera bangkit dan langsung melanjutkan pekerjaannya.
Misya menggeram saat ucapannya sama sekali tak dihiraukan oleh Gladissa.
''Sombong sekali dia,awas saja ya kamu Dis,aku akan memberimu pelajaran nanti.''gumam Misya.
Gladis duduk disalah satu kursi kosong untuk melihat keadaan kakinya yang lecet akibat terjatuh tadi.
''Kaki loe kenapa Dis?kok sampe lecet seperti itu sih?''tanya Vega.
''Gpp kok, tadi saya gk sengaja terjatuh makanya jadi seperti ini.''ucap Gladis berbohong.
''Ya udah bentar ya biar aku ambilin plaster buat kaki kamu,''ucap Vega sambil berlalu.
''Kenapa Misya jadi kasar seperti itu ya,apa sebegitu bencinya dia sama aku hingga melakukan hal seperti ini.''
Batin Gladis,sambil mengingat apa yang dilakukan Misya barusan pada nya.
Tak lama Vega datang sambil membawakan plaster untuk kaki Gladis.
***
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, waktunya untuk sebagian pegawai untuk bersiap-siap pulang.
''Dis kamu kok belum siap?''tanya salah seorang pegawai bernama Maya.
''Iya mba bentar lagi,kalian diluan saja!" ucap Gladis.
''Oh yasudah kalau gitu kami diluan ya,kamu hati-hati pulangnya!" pesan Maya.
''Iya mba,kalian juga hati-hati!
Saat Gladis ingin memasuki kamar yang akan ia tempati,tak sengaja ia melihat Misya sedang bergelayut manja dilengan Alex,Gladis terus memperhatikan interaksi keduanya dari balik celah pintu yang memang tak tertutup dengan rapat.
Terlihat sekali kalau Alex sangat risih diperlakukan seperti itu oleh Misya.
''Mas kamu kenapa sih?
''Ya habisnya kamu, saya ini masih ada kerjaan kamu jangan bersikap seperti ini,bisa gk sih!" sentak Alex.
Gladis yang melihat sikap Alex pada Misya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
NEXT
__ADS_1
TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA, BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA 🤗😘