
Setelah mengantarkan Misya kerumah orang tuanya,Alex pun langsung menuju cafe miliknya.
Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit,akhirnya Alex pun sampai dan langsung memarkirkan mobilnya.
Kini Alex sudah berada didalam cafe,matanya menyapu seluruh ruangan tersebut,namun ia masih belum melihat sosok yang ia cari, hingga saat ia hendak masuk keruangannya tak sengaja matanya menangkap sosok wanita yang selalu membuatnya gelisah.
''Eh pak Alex,apa kabar pak?''tanya seorang pegawai yang saat ini sedang bersama Gladissa.
''Gladissa sedikit terkejut saat temannya itu menyebut nama Alex,
''Kapan dia datang? kok tau-tau sudah berada didepan mata.''
Batin Gladissa,sambil sesekali melirik pria yang selalu membuat hatinya bergetar saat berada dekat dengannya,bahkan sampai sekarang rasa itu masih sangat kuat, hanya saja,Gladissa selalu menyangkalnya.
''Saya baik,''jawab Alex sambil menatap Gladissa sekilas lalu segera masuk keruangannya.
''Duuhh..pak Alex ganteng banget sih,,tapi sayang sudah nikah, tapi aku mau kok walaupun jadi selingkuhannya.'' ucap teman kerja Gladissa itu asal.
''Kamu ini ngomong apa sih? emang kamu mau jadi yang kedua? kalau aku sih ogah.''ucap Gladissa.
''Ya gpp dong,jangankan yang kedua jadi yang ketiga pun aku rela.''sambung gadis itu lagi yang bernama tag Vega.
Gladissa memutar bola matanya jengah.
''Dari pada kamu ngehalu mulu ,lebih baik kembali bekerja,emang kamu mau dimarah sama bapak yang tadi?''ucap Gladissa asal.
''Huss,, loe ini Dis, dia itu belum jadi seorang bapak kali, uuuhhh,, jadi kebayang gimana ya rasanya malam pertama sama pak Alex.''ucap Vega sambil menghayal mesum.
Pleetakk..
''Awww,, Dis loe apa-apaan sih?kok pala gue di getok?''ketus Vega sambil mengelus kepalanya.
''Makanya gk usah mesum terus otaknya.''jawab Gladissa.
Entah kenapa rasanya Gladissa begitu tidak suka saat orang lain berbicara seperti itu tentang Alex,rasanya ia tidak rela mendengar wanita lain memuji-muji Alex didepannya.
***
Tak terasa jam sudah menunjukan waktunya makan siang,saat ini Gladissa dan yang lainnya sedang makan siang bersama,namun saat sedang asik-asiknya makan,tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Alex.
Saat ini Alex sedang berdiri tak jauh dari para pegawainya,sekilas ia sempat menatap Gladissa,wanita yang selalu ada dihatinya.
''Eehhhmmm,,''suara deheman Alex seketika membuat ruangan itu menjadi hening.
Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bertanya.
''Apa pak Alex butuh sesuatu?''tanya seorang pegawai cafe.
''Iya, kamu tolong bawakan saya secangkir kopi dan juga pastry keruangan saya!''ucap Alex datar dan setelah mengatakan itu, ia segera kembali keruangannya.
''Dis kamu kan sudah selesai makan siangnya,kamu aja ya yang antar buat pak Alex,''ucap salah satu pegawai yang diperintahkan Alex tadi.
''Kok saya??''ucap Gadissa yang merasa sedikit keberatan.
__ADS_1
''Tolonglah Dis,aku kan belum selesai, yaya...mau ya?plis.''ucap nya memohon.
''Ck,, iyaiya...''ucap Gladissa pasrah.
Tok-tok-tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
''Masuk!!
Setelah terdengar sahutan dari dalam Gladissa pun segera masuk keruangan tersebut.
''Letakkan saja dimeja itu!" ucap Alex tanpa melihat siapa si pengantar pesanannya itu.
Dan Gladissa pun akhirnya meletakan pesanan bosnya itu diatas meja,sesuai dengan yang ia perintahkan.
Setelah meletakkan pesanan tersebut Gladissa pun akhirnya keluar,namun sebelum keluar ia sempat melirik Alex yang saat itu masih bergelut dengan pekerjaannya.
''Pak sebaiknya anda makan dulu! setelah itu bapak bisa kembali menyelesaikan pekerjaan itu!!!
Setelah mengatakan itu,Gladissa langsung keluar dari ruangan tersebut,sedangkan Alex masih terpelongo ditempatnya,saat mengetahui yang mengantar makanannya tadi adalah Gladissa.
''Kenapa aku sampai tidak menyadarinya,kalau itu adalah Sasa.''
Sedangkan Gladissa terus menggerutu sepanjang jalan menuju belakang .
''Kenapa sikapnya seperti itu?apa dia marah karna kejadian kemarin malam, seharusnya kan aku yang marah bukan dia!" gumam Gladissa lagi,yang masih merasa kesal.
''Haaiiss kenapa aku malah merasa ter abaikan? seharusnya aku senang dong kalau dia sudah tidak mengganggu ku lagi.'' gumam nya lagi.
''Kamu kenapa Dis?''tanya Bisma yang kebetulan lewat dan melihat Gladissa ngedumel sendiri.
''Hah? gk kok,saya gpp kok kak.''jawabnya sambil tersenyum canggung.
''Yaudah kak,kalau gitu saya kebelakang dulu.''ucap Gladissa sambil berlalu.
Sedangkan Bisma hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum saat melihat tingkat Gladissa yang terlihat menggemaskan baginya
***
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah tiga hari berlalu setelah Alex kembali memutuskan untuk melakukan pekerjaannya seperti biasa.
Seperti saat ini Alex dan Bisma sedang duduk,sambil sesekali mereka membahas kerjaan.
''Eh bro,pemuja ente tuh,''tunjuk Bisma dengan bibirnya saat Dara menuju kearah mereka.
Namun Alex hanya menatap nya dengan datar.
''Haii ..Lex apa kabar?''tanya Dara sambil memperlihatkan senyum termanisnya.
__ADS_1
Namun yang disapa hanya terlihat cuek.
''Alex aja nih yang ditanya ?aku enggak?''ucap Bisma.
''Oh iya lupa, kamu juga apa kabar Bisma?''tanya Dara berbasa-basi.
''Aku baik-sangat baik.''jawabnya,sambil melirik Alex yang hanya diam sambil memainkan ponselnya.
Tatapan Dara kembali tertuju pada Alex.
''Kamu kok gk jawab aku sih Lex?''ucap Dara dengan gaya nya yang centil,membuat Alex jengah mendengarnya.
''Memangnya kamu tidak bisa lihat keadaan saya saat ini?!" jawab Alex yang kembali fokus pada layar ponselnya.
Tiba-tiba ponsel Bisma berbunyi,dan Bisma tersenyum saat melihat dilayar ponselnya tertera nama Kinara.
''Entar ya, gue mau angkat telpon dulu.''ucap Bisma berlalu tanpa menunggu jawaban dari kedua orang yang ada didepannya.
Saat ini hanya ada Alex dan Dara ditempat itu namun Alex sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Dara disana.
''Lex,kamu kok cuek banget sama aku?''ucap Dara yang akhirnya membuka obrolan diantara mereka.
''Jadi saya harus apa?kalau kamu mau pesan sesuatu sebaiknya kamu panggil saja salah satu pegawai saya.''ucap Alex.
''Tapi aku maunya kamu yang melayani aku lex.''ucap Dara dengan gaya menggodanya.
Tak jauh dari mereka duduk ada yang memperhatikan mereka sejak tadi, siapa lagi kalau bukan Gladissa.
Walau pun saat ini dia masih marah dengan Alex,tapi dirinya juga tidak bisa melihat perempuan lain begitu dekat dengan nya.
Alex menghembuskan nafasnya kasar.
''Baiklah Dara kamu mau pesan apa?''tanya Alex langsung.
Walaupun Alex tidak menyukai Dara, tapi dia juga harus profesional dalam kerjaan.
''Gitu dong,, kalau gitu aku mau pesan Milkshake aja.'' ucapnya.
''Sebentar!!'' ucap Alex sambil menuju meja pantry yang tak jauh darinya.
Beberapa menit kemudian Alex pun datang sambil membawa pesanan nya.
Dara mengembangkan senyumnya saat melihat Alex membawakan pesanan yang ia inginkan.
Sedangkan dari jauh Gladissa masih memperhatikan interaksi keduanya.
''Kamu liatin apa sih Dis?''tanya Vega yang membuat Gladissa seketika melonjak kaget.
''Hah?? gk kok saya gk lagi liat apa-apa!" ucap Gladissa sedikit gugup.
NEXT
__ADS_1