Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Jengah


__ADS_3

Saat ini Gladis dan Desta sudah berada disalah satu restoran dikota tersebut.


''Oya Dis,gimana? apa kamu sudah ijin dengan Alex untuk cuti pulang kampung?''tanya Desta.


''Belum kak,belum ada kesempatan.''jawab Gladis.


''Apa kamu mau aku yang bilang padanya?''tanya Desta


''Tidak usah kak,nanti biar saya saja yang bilang sama kak Alex.''tambah Gladissa.


Dan Desta pun mengangguk faham.


Ditempat lain..


Saat ini dikediaman ALEXANDER sedang kedatangan tamu,tepatnya adalah tamu yang ingin menemui menantu rumah tersebut yang tak lain adalah Misya.


''Siapa bik?''tanya Misya setelah Art memberitahu ada yang sedang mencarinya di bawah.


''Gak tau non,seorang laki-laki tampan,kayak orang bule gitu non,''tambah Art itu.


''Hah?? bule?''ucap Misya kaget.


''Apa Brayen?tapi kenapa berani sekali dia datang,bagai mana kalau mama Rina tau dan salah faham.''


Batin Misya.


''Bik mama ada dibawah?''tanya Misya yang merasa sedikit cemas.


''Nyonya pergi non beberapa saat yang lalu.''ucap Art


''Oh,yasudah bilang padanya tunggu sebentar nanti saya turun.''ucap Misya


''Baik non!" jawab bibik kemudian kembali turun kebawah.


Bebetapa saat kemudian,Misya pun turun kebawah,Iya terus memperhatikan tamunya itu dari awal menutuni anak tangga.


''Nih orang memang keras kepala,padahal tadi kan sudah ketemu,sekarang mau apa lagi dia.''


Batin Misya, yang kini sudah ada di bawah.


Pemuda itu tersenyum tatkala melihat Misya yang sekarang sedang berdiri didepannya.


''Ngapain kamu kesini?''ucap Misya ketus.


''Kangen!" jawab sang pemuda yang tak lain adalah Brayen.


''Eh,kalau ngomong hati-hati ya,kalau di dengar orang bahaya,ntar mereka bisa salah faham.''ucap Misya menahan geram.


''Ya emang benar kalau aku itu kangen sama kamu,sepertinya aku sudah jatuh cinta deh sama kamu.''ucap Brayen enteng.

__ADS_1


''Cinta?? kamu itu seorang playboy bagai mana bisa orang sepertimu jatuh cinta.''ucap Misya mengejek.


''Aku punya hati sya,jangan lupa itu.''ucap Brayen yang merasa tidak terima dengan ucapan Misya.


Misya yang mendengar hanya mengedikan bahunya acuh.


''Sebaiknya kamu pulang! sebelum mama Rina kembali.''ucap Misya.


''Kenapa?kamu takut kalau dia tau kita ada hubungan?''ucap Brayen tersenyum remeh.


''Brayen,kalau kamu tidak pulang aku akan batalkan kesepakatan kita.''ancan Misya,yang mulai jengah.


''Ok! ok! aku akan pergi tapi ingat nanti malam kamu harus datang ke club!" ucap Brayen,lalu melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Misya menghembuskan nafas kasar.


''Kenapa semuanya jadi begini.''gumam Misya.


Beberapa jam yang lalu sebelum Misya pulang dari kediaman orangtuanya, Misya memang menemui Brayen di suatu tempat,, tepatnya dipinggir jalan yang yang ada dipersimpangan jalan menuju cafe.


Misya terpaksa ber janji pada Brayen akan sering-sering menemuinya, jika tidak Brayen mengancam akan memberitahutan masalah ini pada pihak yang berwajib,awalnya Misya sama sekali tidak takut dan tidak ingin perduli,namun setelah ia melihat bukti yang ditunjukan oleh Brayen akhirnya mau tak mau Misya pun mengikuti kemauan Brayen.


Disitu Brayen menunjukan pada Misya tentang keterlibatan ibunya saat meminta seseorang untuk mencelakai Gladis,entah dari mana Brayen bisa mendapatkan bukti itu,tapi yang pasti sebagai anak yang berbakti Misya harus melindungi ibunya.


Masalah sama Kia aja belum selesai,ditambah lagi masalah baru.''guman Misya.


***


''Nih pesanan kamu.''ucap Gladis sambil meletakan makanan tersebut diatas meja.


''Makacih Sasa cayang.''ucap Vega lebay.


''Sasa??''gumam Gladissa,ia kembali teringat dengan panggilan sayang yang diucap kan seseorang.


Ting...


Terdengar suara pesan masuk diponsel milik Gladis.


Desta:''Jangan lupa untuk minta ijin pada Alex ya?!"


Gladissa:''Iya kak!


Setelah membalas pesan, Gladis kembali pada pekerjaannya,kebetulan jam makan siang juga sudah hampir habis.


''Ve saya kedepan ya,''ucap Gladis.


''Iya.''jawab Vega dengan mulut yang masih terisi penuh dengan makanan,hingga membuatnya kesulitan untuk bicara.


Skip

__ADS_1


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan saat ini jam sudah menunjukan pukul empat sore.


Gladissa melangkahkan kakinya mendekati ruangan Alex,bermaksud untuk meminta ijin pada sang atasan agar di beri cuti selama satu atau dua hari untuk mengunjungi ibunya di kota S.


Tok! tok! tok!


''Masuk!


Setelah me dengar sahutan dari dalam Gladissa pun memutar knop pintu tersebut.


Alex menatap Gladis sekilas,lalu kembali mengarahkan pandangannya pada laptopnya.


''Ada apa Gladissa?''tanya Alex tanpa menatap kearah Gladis.


''Eemm,,pak apa boleh saya cuti untuk dua hari,saya ingin pulang menjenguk ibu saya di kota S.''ucap Gladissa hati-hati.


Alex yang tadinya sibuk dengan laptop seketika menatap ke arah Gladissa.


''Dengan siapa kamu akan pergi?''tanya balik Alex.


''Kak Desta.''jawab Gladis pelan,ia tau pasti Alex tidak suka mendengar itu.


Alex memejamkan matanya sejenak,sambil berpikir mungkin ini adalah saatnya bahwa dirinya harus benar-benar melepaskan Sasa nya.


''Pak!" panggil Gladissa saat melihat Alex tak kunjung menjawabnya.


''Sasa apa Desta datang sekalian ingin meminta restu pasa ibumu?''tanya Alex sarkas.Tiba-tiba saja pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.


Gladissa yang mendengar ucapan Alex ,menelan dengan susah payah salivanya.


''Ti tidak kok kak,aku hanya merasa rindu sama ibu,dan kebetulan kak Desta ingin mengantarkan ku pulang.''jelas Gladissa,yang sudah tidak lagi menggunakan bahasa formalnya.


Alex mengangguk faham.


''Baiklah kanu boleh ambil cuti selama dua hari.''ucap Alex yang tak punya pilihan lain.Padahal ingin sekali rasanya dia mengatakan kalau dialah yang akan mengantar Gladis pulang menemui ibunya,namun apalah daya kesempatan itu sudah tidak ada lagi untuknya.


''Baiklah kalu gitu aku permisi dulu kak.''ucap Gladissa sambil melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan.


***


Saat ini Alex sudah bersiap ingin pulang,semenjak Gladis pamit padanya untuk nrngunjungi ibunya bersama Desta membuat mood Alex seketika rusak,padahal rencananya malam ini dirinya ada janji dengan rekan nya untuk membahas masalah pekerjaan,namun Alex malah mewakilkan nya pada Bisma.


Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit,akhirnya Alex sampai dikediamannya.


''Kia sayang,tumben cepat pulang hari ini?''ucap Rina kala melihat Alex memasuki kediaman mereka.


''Iya mah,saya keatas dulu ya mah.''ucap Alex tanpa menunggu jawaban sang ibu.


''Kenapa anak itu?apa sedang ada masalah di cafe?!'' gumam Rina,karna melihat putranya seperti orang yang tak memiliki semangat hidup.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2