Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Keinginan Naomi


__ADS_3

Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai juga dikediaman Gladis,tentunya setelah memakan waktu yang lebih lama dari biasanya.Hujan masih begitu deras,kilat dan geledek saling bersahutan.


''Kak sepertinya hujannya semakin deras''ucap Gladis setelah mobil mereka berhenti tepat didepan teras rumahnya.


''Kamu benar sebaiknya kita cepat masuk.''ucap Alex yang diangguki oleh Gladis.


Saat ini mereka sudah masuk kedalam rumah.


''Kak duduk saja dulu,biar kubuatkan teh hangat untukmu.''ucap Gladis sambil melangkahkan kakinya menuju dapur.


Beberapa saat kemudian.


''Ini kak silahkan diminum!"


''Terimakasih,''jawab Alex sambil tersenyum.


Sebaiknya kaka nanti saja pulangnya kalau hujannya sudah berhenti,,lagi pula sepertinya hujannya semangkin deras,aku yakin dipersimpangan jalan itu pasti sudah banjir.''jelas Gladis.


''Baiklah kalau kamu memaksa,''jawab Alex yang membuat Gladis tergelak mendengarnya.


''Perasaan,siapa juga yang maksa kamu,aku hanya menyarankan aja kok.''jawab Gladis lagi.


Alex hanya menyunggingkan senyum,kemudian ia menyeruput teh hangat miliknya.


Jam sudah menunjukan pukul tiga sore,namun tak ada tanda-tanda sepertinya hujan akan berhenti.


''Oya Sa, kemarin mama bilang sama aku,kalau dia khawatir liat kamu tinggal sendirian dirumah ini,dan dia mau kamu tinggal bersama kami.''ucap Alex.


''Iya,kemarin mama memang ada ngomong seperti itu sama aku,tapi kak, kita kan belum menikah , aku takutnya nanti para tetangga ngomongin keluarga kak Alex yang enggak-enggak lagi,aku gk mau gara-gara aku keluarga kak Alex malu.''jelas Gladis.


Alex tersenyum saat mendengar ucapan Gladis, ia tidak menyangka ternyata Gladis sampai memikirkan hal sejauh itu,dan tak ingin keluarga nya menanggung malu hanya karna membiarkan seorang gadis yang belum ada ikatan tinggal bersama mereka.


Alex menggeser duduk tepat disamping Gladis,kemudian pria itu membawa Gladis kedalam pelukannya,bahkan sesekali ia menghujani kepala Gladis dengan kecupannya.


''Jadi gk sabar nunggu malam pertama.''ucap Alex asal,membuat Gladis mendongak kearahnya.


''Gimana mau malam pertama, nikah aja belum.''ucap Gladis sambil terkekeh,lalu kembali memeluk tubuh Alex erat.Yang dibalas tak kalah erat oleh Alex.


***

__ADS_1


''APA?? apa papa gk salah dengar??kamu bilang ,kamu mau Alex menikah sama kamu?''tanya Gusti sambil menatap anaknya tidak percaya.


Dan yang ditatap mengangguk pasti.


''Pah,papa kan tau,aku tuh suka banget sama Alex dari dulu, dan aku mau dia jadi suami aku bagai mana pun caranya.''rajuk wanita itu,yang tak lain adalah Naomi.


''Sayang,itu tidak mungkin,kamu dengar sendirikan waktu om Jo bilang kalau sebentar lagi Alex akan menikah,jadi mana mungkin papa bilang pada om Jo kalau kamu ingin jadi istrinya Alex.''jelas Gusti sambil menggelengkan kepalanya,meresa heran dengan permintaan anak gadisnya tersebut.


''Sebaiknya kamu cari saja laki-laki yang lain,kan masih banyak,perjaka lagi.Sedangkan kamu kan tau kalau Alex sebentar lagi jadi duda.''jelas Gusti.


''Papa,, tapi aku tu maunya Alex,dan aku juga gk perduli dengan statusnya itu, yah pa...??''rengeknya lagi.


''Maaf sayang kali ini papa gk bisa ngabulin permintaan kamu,kecuali Alex sendiri yang menginginkanmu jadi istrinya.''ucap Gusti lagi,untuk menyadarkan anaknya yang keras kepala itu agar tidak meminta hal yang tidak mungkin.


''Iih,,papa gk asik, yasudah aku keluar aja.''ucap Naomi sambil menyambar kunci mobilnya.


''Sayang diluar masih hujan lebat.''ucap Gusti namun tidak dihiraukan oleh Naomi.


''Ck,anak itu sangat keras kepala,bagai mana mungkin aku bisa mengabulkan permintaannya,kalau masih emas permata mungkin aku masih bisa memberikannya,nah ini Alex,bagai mana mungkin bisa.''gumam nya lagi.


***


Sedangkan dikediaman Gladis,saat ini kedua manusia yang sedang dimabuk cinta itu sedang asik bermesraan ditengah derasnya hujan.


''Sayang aku pengen,''ucap Alex dengan suara beratnya.Saat ini mereka masih berada diatas sofa,dengan posisi Gladis yang berada diatas pangkuannya.


''Boleh ya?''tanya Alex lagi.


''Hanya ini aja kok,dan aku gk akan minta yang lebih,sebelum kita menikah,karna aku masih memegang janji yang pernah ku buat dulu padamu,bahwa aku tidak akan mengambil kesucianmu sebelum kita menikah.''jelas Alex.


''Jadi gpp kan,kalau aku cuma minta ini?''tanya Alex lagi sambil menunjuk dua gundukan kenyal milik kekasihnya.


''Gladissa mengangguk malu,jujur sebenarnya dia juga menginginkannya.Setelah mendapat lampu hijau dari Gladis,Alex langsung membuka kancing kemeja yang dipakai Gladis,setelah seluruhnya terbuka,Alex langsung mengeluarkan gumpalan daging yang padat berisi itu dari tempatnya,dengan rakus Alex langsung melahapnya secara bergantian,membuat Gladis merasakan darahnya berdesir,seperti tersengat aliran listrik tegangan tinggi,apa lagi saat Alex mulai meraba anak gunung miliknya.


''Basah sayang,''bisik Alex setelah melepaskan isapannya.


Gladis,yang merasa malu menundukan wajahnya.Alex merasa gemas saat melihat wajah memerah kekasihnya itu.


Alex kembali menci*um bibir Gladis,hingga kini ciu*man itu turun hingga ke gunung kembar yang menantang itu.Lalu ia kembali melahapnya secara rakus seperti seorang bayi besar.Gladis menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara indahnya,namun usahanya sia-sia, saat suara itu lolos begitu saja dari bibir nya.

__ADS_1


***


Ditempat lain...


''Siapa bik?''tanya Rina saat melihat ada yang datang.


''Tante,''sapa wanita itu siapa lagi kalau bukan Naomi.


''Eh, Naomi kamu sama siapa hujan-hujan gini?''tanya Rina sambil melihat kebelakang gadis itu.


''Aku sendirian tan,''jawabnya.


''Ayo duduk!" ajak Rina.


''Bik tolong buatin teh hangat untuk Naomi ya!"


''Baik buk.''jawab Art.


''Ada perlu apa kamu datang kesini?hujan-hujan lagi.''ucap Rina penasaran,pasalnya diluar hujannya masih sangat deras.


''Sebenarnya aku hanya ingin bertamu aja tan,soalnya sepi banget dirumah,papa juga sibuk sama kerjaannya.''ucap Naomi sambil memperlihatkan wajah sedihnya.


''Oh gitu,tante kirain tadi ada apa.''


''Oya tan,om Jo mana?kok gk kelihatan?


''Ada, tapi dia lagi diruang kerja, kamu ada perlu sama om Jo?


''Tidak ada sih tan,kalau Alex?dia ada dirumah kan?


''Hem,sudah ku duga,pasti dia kesini mau bertemu Kiano.''Batin Rina.


''Sayang sekali,Kiano sedang tidak ada dirumah saat ini.''


''Emangnya dia kemana tan?


''Tadi sih pergi sama Gladis,mungkin sekarang mereka lagi dirumah Gladis.''ucap Rina sengaja memanas-manasin.


Sedangkan yang mendengar hanya mencebikkan bibirnya,tanpa ingin bertanya lagi.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2