Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Kesiangan


__ADS_3

Saat ini Alex dan juga Misya baru sampai dikediaman keluarga ALEXANDER.


Misya masuk secara mengendap-endap,ia tak ingin ada yang melihat wajahnya yang babak belur seperti itu,sedangkan Alex saat ini masih diluar sedang menerima telpon dari rekannya.


Setelah memasuki rumah ,Misya langsung menuju anak tangga,namun saat ia hendak menaikinya suara seseorang menghentikan langkahnya.


''Misya kamu kok sendirian?Kiano mana?''tanya Rina karna tak melihat putranya itu.


''Masih diluar mah,''jawab Misya sambil menundukan wajahnya.


''Kamu kenapa Sya?kok nunduk aja sejak tadi kamu sakit?''tanya Rina,sambil menelisik wajah menantunya itu.


Rina kaget saat melihat wajah Misya penuh dengan memar.


''Wajah kamu kenapa sya?kok memar seperti ini?''tanya Rina.


''Ini tadi...


''Tadi Misya habis menunjukan keahliannya mah.''potong Alex ,yang tiba-tiba masuk kedalam rumah.


''Keahlian?Maksudnya ?mama gk ngerti deh!" ucap Rina bingung.


Misya bingung harus menjelaskan apa pada mertuanya itu,tidak mungkin ia berkata yang sebenarnya,kalau wajahnya sampai memar seperti ini karna berkelahi dengan pelanggan cafe Alex, pasti Rina nantinya akan mencap dirinya sebagai menantu yang urakan,dan Misya tidak mau sampai itu terjadi.


''Itu mah,tadi gk sengaja liat copet dijalan yang sedang bawa lari tas ibu-ibu,terus aku tolongin akhirnya gini deh..''jawab Misya beralasan ia berharap ibu mertuanya itu akan mempercayainya.


''Benarkah? wah.. kamu hebat sya,kamu mau nolong orang hingga wajah mu sampai seperti ini.''puji Rina.


''Oya ini harus segera diobati lho sya takutnya infeksi,''ucap Rina.


''Iya udah tadi kok mah,aku dan Kia sempat mampir kerumah sakit dulu kok tadi sebelum pulang.''jelas Misya.


Misya melirik kearah Alex yang memperlihatkan wajah datarnya,lalu sedetik kemudian ia melangkah menuju lantai atas.


''Yaudah mah,aku keatas dulu ya nyusul Kia?''ucap Misya.


''Yasudah mama juga mau ambil sesuatu didapur.''ucap Rina.


Setelah masuk kedalam kamar Misya tak menemukan Alex disana,namun samar samar ia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.


Setelah lima belas menit akhirnya Alex keluar dari kamar mandi,dengan pakaian santainya.


''Kia apa kamu marah?''tanya Misya hati-hati.


''Untuk?? jawab Alex.

__ADS_1


''Ya,,untuk semuanya?ucap Misya lagi.


''Saya hanya tidak habis pikir,untuk apa kamu harus berbohong pada mama tentang apa yang sebenarnya terjadi sama kamu.''jawab Alex yang sudah menatap Misya.


''Aku terpaksa,aku malu sama mama,dan aku juga tidak mau kalau sampai mama berpikiran buruk tentang aku.


''Sama mama kamu bisa malu,terus apa kamu tidak merasa malu sama semua orang yang ada dicafe tadi? dengar Misya! lain kali, saya tidak mau lagi ada keributan seperti ini disana,apa kamu mengerti?!" ucap Amex.


''Iya aku ngerti, tapi aku tetap tidak akan biarkan wanita manapun mencoba mendekatimu termasuk Gladis.


Sambung batin Misya.


Keesokan harinya..


Hari ini Gladissa bangun kesiangan, entah apa sebabnya, padahal semalam ia tidur lebih awal,setelah membersihkan rumahnya ia segera melesat menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,kurang dari lima belas menit Gladissa sudah selesai dengan ritual mandinya,ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, Gladissa menepukan wajahnya dengan sedikit bedak tabur,lalu memoles bibirnya dengan pelembab bibir.


Setelah itu ia langsung menuju lantai bawah.


Saat ini ia sedang berada di pinggir jalan raya untuk menunggu taksi yang lewat.


''Duuh,,kayaknya aku bakalan telat nih,mana lagi taksi dari tadi gk ada satupun yang lewat.


Batin Gladissa sambil menoleh kanan dan kiri.


Tak lama terlihat sebuah mobil hitam berhenti dihadapannya.


''Ah iya kak, tapi gk tau kenapa taksinya kok gk ada yang lewat ya sejak tadi.''keluhnya.


''Kamu mau kerja kan?yuk biar sekalian saya antar kamu.''tawar Desta.


''Tapi apa gk ngerepotin kak?''tanya Gladissa yang merasa tak enak hati.


''Ya enggak lah,yaudah yuk naik! sepertinya kamu akan terlambat jika terus berdiri disitu.''tambahnya lagi.


''Hah? i iya kak,''ucap Gladissa sambil membuka pintu mobil tersebut.


''Kamu sudah sarapan?''tanya Desta sambil terus fokus dengan kemudinya.


''Tadi saya kesiangan kak jadi gk sempat buat sarapan,tapi gampang ,nanti setelah di cafe saya bisa sarapan kok.''jawab Gladissa.


Desta melihat jam yang melingkar di pergelangan tagannya,lalu beberapa saat kemudian ia menepikan mobilnya disebuah rumah makan yang menyediakan menu sarapan pagi.


''Loh kak,kok berhenti disini?''tanya Gladissa bingung.


''Mau sarapan sebentar.''ucap Desta setelah itu dia turun dari mobilnya.

__ADS_1


Sebenarnya Gladissa sangat malas,yang ada dipikirannya saat ini adalah dirinya harus secepatnya datang kecafe,tapi mau bagai mana lagi,mau tak mau ia juga harus menghargai Desta karna sudah mau memberikannya tumpangan.


Setelah masuk,Desta langsung memesan satu porsi bubur ayam.


Tak berselang lama,bubur pun segera disajikan oleh pemilik tempat makan tersbut.


''Makan lah! ''ucap Desta.


''Hah?''


''Kok hah sih?saya suruh kamu makan bubur ayam itu!" ucap Desta sambil menunjuk bubur ayam tersebut.


''Tapi itukan milik kak Desta.''seru Gladissa.


''Saya sudah sarapan tadi,itu sangaja saya pesankan buat kamu,jadi makanlah!" ucap Desta lagi.


''Eemm baiklah.''ucap Gladissa sambil mulai memasukan makanannya kemulut.


Desta tersenyum tipis,saat melihat Gladissa menuruti ucapannya.


Kini mobil Desta sudah sampai didepan cafe.


''Makasih ya kak,atas tumpangannya dan bubur ayamnya juga.''ucap Gladissa sambil tersenyum tulus.


''Sama-sama,yasudah saya pergi dulu ya.''ucap Desta yang mulai menyalakan mesin mobilnya.


''Iya kak,hati-hati ya!" pesan Gladissa yang diangguki oleh Desta.


Setelah kepergian Desta,Gladissa segera melangkah dengan cepat menuju cafe.


''Duuh,,benar-benar sudah terlambat deh aku.''gumamnya.


Saat Gladissa membuka pintu utama cafe ia dikejutkan dengan sosok laki-laki yang sedang berdiri tak jauh dari pintu masuk.


Gladissa neneguk salivanya dengan susah payah,saat ini ia merasakan tatapan yang diberikan bosnya itu begitu dingin.


Gladissa melangkah mendekati pemilik cafe tersebut.


''Maaf pak,saya terlambat.''ucap nya sambil menundukan kepalanya.


''Apa kamu tau ini sudah jam berapa?sebagai seorang pegawai seharusnya kamu konsisten dengan pekerjaan jangan seperti ini.''ucap Alex sambil menatap Gladissa datar.


Gladissa yang mendengar sempat terkejut dengan cara bicara Alex yang terkesan dingin itu,namun sedetik kemudian ia sadar,kalau saat ini posisinya hanyalah karyawan biasa yang sedang bekerja di cafe milik mantan kekasihnya itu.


''Saya tau pak,maka dari itu saya minta maaf dan saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi.''ucap Gladissa.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2