
''Kak Alex,kok ngerem mendadak sih!'' ucap Gladissa sambil mengusap kepalanya yang kepentok Dashboard mobil.
''Maaf-maafin Kak Alex Sa,''ucap Alex sambil mengelus kening Gladissa yang sedikit memerah.
''Sakit?''tanya Alex,sambil terus mengusap kening gadisnya itu.
''Udah sembuh kok kak,''ucap Gladissa sambil tersenyum.
''Lagian kak Alex kenapa tiba-tiba ngerem mendadak,apa karna ucapanku barusan?''tanya Gladissa sambil menatap Alex curiga
''Tadi ada kucing yang tiba-tiba lewat,makanya aku langsung rem mobilnya.''ucap Alex beralasan.
''Yakin,hanya karna kucing lewat??''tanya Gladissa lagi.
''Iyaa,,''ucap Alex sambil kembali melajukan mobilnya.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN..
Kini mobil Alex sudah terparkir dihalaman tempat tinggal Gladissa.
''Makasih ya kak,udah nganterin aku pulang?ucap Gladissa sambil tersenyum menatap Alex.
''Iya,''ucap Alex sambil menatap bibir tipis Kekasihnya itu.
...''Duuhh,,jantung ku kok deg-degan sih,, kak Alex lagi,,kok liatin akunya kayak gitu,apa jangan-jangan dia mau menciumku?''...
Batin Gladissa,yang semangkin deg-degan.
Dan saat Gladissa melihat wajah Alex yang kian mendekat, ia reflek menutup kedua matanya,Alex yang melihat itu tersenyum.
Tiba-tiba Alex mencium kening Gladissa dengan lembut,lalu berpindah dikedua mata,lalu turun kehidung mancung Gladissa,dan terakhir Alex mengecup bibir kekasih yang sangat dicintainya itu.
Gladissa yang baru pertama kali berci*man,terlihat kaku,ia sama sekali tidak membalas ci*man yang diberikan Alex.
Alex yang merasa Gladissa tidak membalas ci*mannya memberi gigitan kecil dibibir Gladissa,sehingga secara reflek gadis itu membuka mulutnya,dan dengan cepat Alex langsung menyelusupkan lidahnya kedalam mulut Gladissa,dan membelit lidahnya.
Gladissa yang baru pertama kali melakukannya,merasakan sensasi yang aneh.
Ci*man itu terus berlanjut,lidah yang saling membelit,dan saling bertukar saliva.
Setelah Alex merasa Gladissa kehabisan nafasnya,akhirnya Alex melepas ciuman mereka.
Alex menyatukan kedua kening mereka,sambil mengusap sisa saliva yang ada dibibir Gladissa.
''Masuk lah,ini sudah sangat larut!" ucap Alex sambil membelai lembut wajah Gladissa yang masih sangat memerah itu.
__ADS_1
Gladissa mengangguk dan langsung keluar dari mobil Alex,rasanya ia sangat malu, hingga tak berani melihat wajah Alex.
Alex tersenyum, sambil melihat punggung Gladissa yang kini semangkin menjauh,, dan kini menghilang dibalik pintu rumahnya.
Setelah memastikan bahwa Gladissa sudah memasuki rumanya,Alex segera melajukan mobilnya kembali kekediamannya.
Setelah masuk kedalam rumah, Gladissa langsung bersandar dibalik pintu sambil memegangi d*d* nya, yang masih berdetak kencang, Gladissa tersenyum saat kembali mengingat ci*man yang mereka lakukan tadi,, lalu ia kembali menyentuh bibirnya yang sedikit membengkak karna ulah Alex.
Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya Alex sampai dirumahnya,ia memasuki rumah dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah lima belas menit, akhirnya Alex keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar, setelah menggunakan pakaiannya, Alex langsung merebahkan tubuhnya diranjang king size miliknya.
"Sasa,,apa yang akan kamu lakukan jika tau lelaki yang dimaksud temanmu itu adalah aku? apa kamu akan membenciku? apa aku harus jujur saja padamu kalau Pria yang bernama Kiano itu adalah aku, tapi aku takut, setelah aku memberitahumu kamu akan pergi dariku, dan aku tidak mau itu terjadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, apapun yang terjadi."ucap Alex pada dirinya sendiri.
KEESOKAN HARINYA...
Di Butik Gladissa dan kawan-kawan sedang melakukan kegiatan mereka seperti biasa.
Dari pagi hingga menjelang siang mereka masih terlihat sibuk,
''Permisi,,maaf mengganggu apa saya bisa bertemu dengan Kinara?''tanya seorang pemuda yang berada tepat dibelakang Gladissa.
Gladissa yang merasa ada seseorang yang bertanya pada nya langsung berbalik dan....
Pandangan keduanya langsung bertemu,
2detik
3detik
Mereka masih saling tatap satu sama lain,
Hingga suara seseorang menyadarkan mereka dari lamunan.
''Desta, kamu disini? kapan kamu balik dari KL?'' tanya Kinara yang kini sudah berada didepan mereka.
Gladissa yang tadinya ingin memanggil Kinara tidak jadi, karna sekarang Kinara sudah ada dihadapannya.
''Haii Kin,, sebenarnya sudah dari kemarin saya balik,hanya ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan dulu makanya baru sempat sekarang mengunjungimu.''ucap Desta, sambil melangkah kearah Kinara.
''Yuk kita ngobrol diruanganku saja!" ucap Kinara sambil berlalu menuju ruangannya.
Sebelum masuk Desta sempat melirik kearah Gladissa.
***
__ADS_1
Saat ini Alex terlihat sedang bersantai diruang keluarga sambil memainkan ponsel pintar miliknya.
"Loh Kia,, kok tumben kamu jam segini masih dirumah, emang kamu gk ke Cafe?" tanya Rina yang melihat Alex duduk santai.
"Lagi malas Ma," ucap Alex singkat, lalu kembali fokus kelayar ponselnya.
Rina yang mendengar alasan Putranya tersebut hanya menggelengkan kepalanya, sambil berlalu menuju dapur.
Setelah memastikan Mamanya sudah tidak ada, Alex kembali mengirim pesan pada Bisma untuk menanyakan apakah Dara masih berada di Cafe untuk mencarinya."
Satu jam yang lalu, Bisma memberitahu pada Alex, kalau Dara datang kembali untuk mencarinya,, itulah alasannya kenapa Alex tidak ingin pergi ke Cafe hari ini, karna ia tidak ingin bertemu dengan Dara.
DIRUANGAN KINARA..
"Desta, apa rencanamu setelah menetap disini?" tanya Kinara pada adik sepupunya itu.
"Mungkin akan ikut bergabung diperusahaan kakek Arya," ucap Desta.
Kinara yang mendengar hanya mengangguk tanda mengerti.
"Apa Alex masih mengelola Cafe milimnya itu?" tanya Desta sambil tersenyum tipis.
"Masih,, lagi pula mana mau dia mengurus perusahaan, padahal Papa sudah sering menyuruhnya untuk ikut andil dalam mengurus perusahaan kakek, tapi tetap aja, ia menolaknya dengan alasan yang sama." ucap Kinara.
"Oya Kinara,,kudengar dari Paman Alex akan bertunangan dengan Misya?apa itu benar?"tanya Desta yang kurang yakin, karna yang dia tau Alex sama sekali tidak pernah mencintai Misya.
"Ck,, dasar Papa seenaknya saja, padahal kan Kia belum menyetujuinya." gerutu Kinara pelan, namun masih bisa didengar oleh Desta.
"Apa ini suatu perjodohan yang dilakukan oleh para orangtua untuk kepentingan perusahaan mereka?" ucap Desta yang menebak-nebak.
"Ceritanya panjang Desta, tapi yang pasti sampai saat ini Kiano belum menyetujuinya sama sekali."ucap Kinara.
***
Dirumah, terlihat Alex sedang bersiap-siap akan pergi ke Cafe, setelah tadi Alex mendapatkan pesan dari Bisma yang mengatakan bahwa Dara sudah pergi dari Cafe.
Alex berjalan keluar menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
"Kia mau kemana kamu?" tanya Rina, yang baru saja pulang dari mini market terdekat.
"Cafe," ucapnya singkat, sambil berlalu menunu mobil.
"Tadi dia bilang lagi malas, sekarang....,, memang anak-anak jaman sekarang pikirannya sering berubah-ubah." gumam Rina sambil masuk kedalam rumah.
TBC..
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya,, agar Author lebih semangat lagi nulisnya..😘