Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Misya Vs Dara


__ADS_3

Dari jauh Vega menatap curiga pada Gladissa,karna sejak tadi Vega melihat Gladissa terus berdiri disitu,seperti sedang memata-matai seseorang.


Karna merasa penasaram akhirnya Vega berjalan mendekati Gladissa.


''Dis kamu lagi liatin apaan sih?''tanya Vega,yang seketika membuat Gladissa berlonjak kaget.


''Hah? gk kok saya gk lihat apa-apa.''ucap Gladissa yang sedikit gugup.


Vega menyipit kan matanya,hingga membuat Gladissa,sedikit was-was.


''Kamu apaan sih Ve,liatin saya seperti itu?udah yuk ah,kerja lagi!" ucap Gladissa sambil menarik tangan Vega agar pergi dari sana.


***


Beberapa saat kemudian terdengan ada suara gaduh didepan,para pegawai berlarian menuju depan karna mereka merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi disana.


''Ada apa kok sepertinya ramai banget didepan?''tanya Gladissa,pada salah satu pegawai cafe.


''Ada yang berantem,katanya istrinya pak Alex datang dan langsung melabrak wanita yang sedang ngobrol dengan pak Alex,karna dia pikir wanita itu akan merebut pak Alex dari bu Misya.''jelas pegawai tersebut.


Dan Gladissa pun mengangguk faham,namun ia tak berniat untuk melihat pertengkaran itu, karna masih banyak yang harus ia lakukan ketimbang ia harus melihat adegan perkelahian antar istri bosnya itu dan pelanggan cafe tersebut.


''Sudah hentikan kalian berdua!!" teriak Alex geram.


''Istri kamu yang mulai,coba dia gk tarik rambut aku, pasti aku gk akan ngelakuin itu.''ucap Dara dengan nafas yang masih ngos-ngosan karna habis berperang namun bukannya berperang diatas kasur dengan Alex yang seperti dia impikan,tapi dengan Misya itupun sampai terjadi diatas meja cafe.


Saat itu Misya yang baru datang melihat suaminya sedang duduk bersama Dara,wanita yang dari jaman kuliah dulu selalu ia buly bersama teman-temannya.


''Sialan tu cewe,berani-beraninya dia deketin suami gue,awas aja loe Dara,bakal habis loe sama gue.''ucap Misya geram.


Misya semangkin mempercepat langkahnya,setelah sampai Misya langsung menjambak rambut Dara hingga Dara ngaris terjungkal dilantai.


''Misya kamu apa-apaan sih?datang-datang langsung menarik rambut orang,jangan bikin saya malu ya!!'' ucap Alex dengan nada tegas.


''Aku gk akan kayak gini kalau perempuan ganjen ini gk kecentilan sama kamu.''seru Misya.


''Eh,perempuan kegatelan,emang loe gk ada ya sasaran lain selain suami orang?''tuding Misya lagi.


''Banyak sih,tapi gue doyannya sama suami loe gimana dong??''ucap Dara yang malah sengaja memancing emosi Misya

__ADS_1


''Kau!! dasar wanita jal*ng rasakan ini!" ucap Misya sambil menarik kembali rambut Dara, dan Dara juga tak tinggal diam,ia juga membalas rasa sakit diwajah dan rambutnya,dengan terus memukuli wajah Misya dan juga menjambak balik rambutnya.


''Berhenti!!!'' teriak Alex, dan seketika akhirnya mereka menghentikan aksinya.


''Dara bisakah sekarang kamu pulang dulu,dan maaf atas kejadian ini.''ucap Alex .


''Kok kamu minta maaf sih sama dia, kan pelakor ini yang salah,coba kamu lihat aku sekarang jadi seperti ini kan karna wanita sialan ini.''tuduh Misya sambil menatap nyalang pada Dara.


''Dengar ya Lex,sebenarnya aku merasa tidak terima atas perbuatan istri kamu ini,tapi demi kamu aku akan coba memaafkannya.''ucap Dara sambil menatap Misya dengan sinis


''Baiklah terima kasih!" jawab Alex lagi.


***


Kini Misya sudah berada diruangan Alex sambil mrmbersihkan sekaligus mengobati luka yang ada diwajahnya.


''Buat apa coba kamu minta maaf sama wanita murahan itu,''gerutu Misya yang masih tak terima atas perminta maafan yang dilakukan Alex.


''Dengar Misya!! walau bagai mana pun Dara itu adalah pelanggan di cafe saya, walaupun kamu tidak menyukainya seharusnya kamu bisa menjaga sikapmu itu! kamu itu wanita terpelajar apa tidak malu berkelahi hanya karna masalah sepele?''ucap Alex menasehati istrinya itu.


Setelah berbicara dengan Misya Alex segera keluar dari ruangannya.


''Kamu mau kemana Kia?''tanya Misya yang melihat Alex hendak keluar dari ruangan.


Saat diluar tak sengaja Alex berpapasan dengan Gladissa.


Alex menatap lekat wajah wanita itu,sedangkan yang ditatap hanya menundukan pandangannya.


Tak lama Misya juga ikut keluar dari ruangan Alex, dengan wajah yang sedikit lebam karna ulahnya sendiri.


Misya melihat Alex berhenti tepat dihadapan Gladissa.


''Kia,''panggil Misya dan seketika kedua orang itu menoleh pada Misya.


Misya melangkah mendekati keduanya.


Gladissa sedikit kaget saat melihat wajah Misya memar-menar seperti itu.


''Kamu gpp sya? wajah kamu.....

__ADS_1


''Aku gpp kok!" potong Misya.


''Oya kia, kamu mau pulangkan?aku ikut!" ucap Misya dengan nada manja, sambil menggandeng lengan Alex posesif,namun matanya tertuju pada Gladissa, ia ingin menunjukan bahwa Alex sekarang adalah miliknya.


Gladissa hanya tersenyum getir saat Misya menunjukan semua itu padanya, sedangkan Alex hanya diam saat lengannya digandeng oleh Misya.


''Baiklah Gladis kami pulang dulu ya,''ucap Misya berbasa-basi,sambil tersenyum sinis pada Gladissa.


Terlihat Misya menarik lengan Alex, sambil menggandengnya erat,seakan-akan tak ingin terlepas.


Gladissa menghembuskan nafas berat,lalu ia kembali melangkahkan kakinya menuju pantry untuk mengambil pesanan untuk pelanggan.


Sepanjang jalan Alex hanya fokus pada kemudinya,sedangkan Misya sibuk dengan wajahnya yang lebam.


''Dasar pelakor,bisa-bisanya dia buat wajahku jadi babak belur seperti ini,''gerutu Misya sambil menatap wajahnya di cermin kecil yang selalu ia bawa didalam tasnya.


''Makanya jangan bertindak yang merugikan diri sendiri.''sambung Alex.


''Kia kamu bisa gk antarin aku dulu kedokter,aku mau obati wajah ku,takutnya nanti infeksi.''ucap Misya.


''Heem,,baiklah.''ucap Alex sambil memutar arah menuju rumah sakit terdekat.


Skip..


***


Saat ini Gladissa baru sampai dikediamannya,setelah membuka pintu rumahnya,ia langsung melangkahkan kakinya menuju sofa ruang tamu.


''Huuhh,capek bangat rasanya.''ucap Gladissa sambil merentangkan otot-otot tangannya.


Gladissa kembali mengingat saat terakhir ia bertemu dengan Alex beberapa jam yang lalu,pandangan dan cara Alex menatap dirinya masih sama seperti dulu saat mereka masih bersama.


''Apa kak Alex masih menyimpan rasa untukku? cara dia memandangku tadi masih sama persis seperti dulu,apa artinya kak Alex....


Gladissa langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


''Mikir apa sih aku,sadar Gladis sadar! kak Alex gk mungkin balik lagi sama kamu,dia itu sudah menikah dengan Misya,dan sudah saatnya kamu move on.''monolog nya pada diri sendiri.


Setelah sempat berperang dengan pikirannya,kini Gladissa segera bangkit dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah lima belas menit Gladissa keluar dengan tubuh yang lebih segar,setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya, rasanya hari itu dirinya benar-benar lelah.


TBC


__ADS_2