Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Kebohongan


__ADS_3

Perlahan Misya membuka matanya kala merasakan tubuhnya seperti ada yang mengguncang ,matanya melebar saat ia mendapati kala Brayen telah bermain diatas tubuhnya.


''Haii sayang kamu sudah bangun.''ucap Brayen sambil terus melakukan aksinya.


Misya hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Brayen padanya.


''Kenapa aku menikmati setiap sentuhan ini.''


Batin Misya,ingin rasanya otaknya menolak Brayen saat ini,tapi entah kenapa tubuhnya malah merespon semua perlakuan yang Brayen perbuat padanya saat ini .


Dan tanpa ia sadari desaahan lolos begitu saja dari bibirnya.


Misya terus merintih,mendesaah menikmati setiap hujaman yang diberikan oleh Brayen padanya.Hingga lenguhan panjang kembali terdengar dari bibir keduanya.


''Oh beb kamu sungguh membuat ku ketagihan.''ucap Brayen sambil mengecup kening Misya,lalu berbaring disebelah wanita itu,tentunya setelah mengeluarkan lahar nya didalam rahim Misya.


''Sudah jam berapa Bray?''tanya Misya,yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


''Jam empat,sebaiknya kamu tidur saja lagi! ini masih terlalu pagi untuk pulang.''ucap Brayen sambil menetralkan deru nafasnya.


''Bagai mana aku harus menjelaskan semua ini nanti pada mereka?pasti mereka akan bertanya banyak padaku.''ucap Misya yang mulai gelisah.Kini ia sudah menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


Brayen merengkuh tubuh telan*jang Misya,sambil menarik selimut untuk menutupi kedua tubuh mereka.


''Kamu tenang saja,nanti kita akan pikirkan gimana caranya agar mereka percaya.''ucap Brayen.


''Mas Kia maafkan aku, karna sudah mengkhianatimu.''


Ucap batin Misya,dan akhirnya ia pun kembali tertidur.


***


Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi,Rina dan kedua anaknya saat ini sedang duduk di meja makan,sedangkan Jonathan sudah berangkat pagi-pagi sekali.


Istrimu belum pulang juga dari semalam?''tanya Rina sambil menatap wajah Alex.

__ADS_1


''Memangnya Misya kemana mah?''tanya Kinara memotong ucapan Rina.


''Kamu tanyain saja sama adik kesayanganmu ini, punya istri kok dibiarin saja keluyuran tiap malam.''tambah Rina yang masih merasa gondok.


Tak lama terdengar suara deru mobil berhenti dihalaman rumah,terlihat disana Misya keluar dengan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Yanti ibunya Misya.


''Mas Kia,''panggil Misya,yang seketika semua orang yang berada disana menoleh kearahnya.


Rina menatap bingung pada Misya dan ibunya.


''Kenapa mereka bisa bersama?apa Misya menginap lagi dirumah orangtuanya.''


Batin Rina sambil terus menatap keduanya.


''Mah, tante Yanti panggil loh.'' ucap Kinara yang melihat mamanya tidak merespon panggilan ibunya Misya.


''Oh iya ada apa?''ucap Rina yang tersadar dari lamunannya.


''Apa kalian sudah sarapan? sini gabung!" ucap Rina, basa-basi.


Saat ini mereka berlima sudah ada diruang tamu, Misya meminum teh yang baru saja disiapkan oleh Art, untuk menghilangkan rasa gugupnya,karna sejak tadi ibu mertuanya itu selalu menatap kearahnya.


''Begini Rin,,pasti kalian bertanya-tanya kenapa saya dan Misya bisa bersama sepagi ini,sebenarnya begini,tadi malam waktu Misya sedang bersama teman-temannya saya menelponnya dan menyuruhnya untuk menginap dirumah saya,karna tiba-tiba saja kepala saya terasa sakit,sedang kan mas Bagas belum pulang dari perjalanan bisnisnya,makanya saya meminta Misya untuk menemani saya.''jelas Yanti, dan tentu saja itu adalah kebohongan besar.


''Lalu kenapa Misya tidak memberitahukannya dan meminta ijin kalau dia ingin menginap dirumah orang tuanya? dia punya suami ,seharusnya dia meminta ijin terlebih dahulu jika ingin menginap ditempat lain,sekali pun itu adalah rumah kedua orang tuanya, maaf mba bukannya saya melarang Misya menginap dirumah orangtuanya,, namun karna disini posisinya Misya adalah tanggung jawab Kia,dan karna dia adalah istrinya, maka dia harus memberi kabar terlebih dahulu,, kalau terjadi sesuatu bagai mana?pasti nantinya mba Yanti bakalan nyalahin anak saya juga kan? karna gk bisa jagain Misya.''ucap Rina mengeluarkan uneg-uneg nya yang sejak semalam ia tahan.


Sedangkan Alex hanya diam,namun matanya fokus pada bagian belakang leher Misya,ia melihat sesuatu yang aneh disana,karna memang saat itu Misya menyelipkan rambutnya dibalik telinganya hingga terlihatlah oleh Alex sesuatu berwarna merah kebiruan.


''Dimana kamu bertemu dengan teman-temanmu kemarin malam?''tanya Alex tiba-tiba membuat semua orang mengalihkan pandangannya pada Alex,kemudian beralih ke Misya.


''I itu, a aku, ketemuan sama mereka di cafe,iya cafe.''ucap Misya terbata,sangat jelas terlihat saat itu Misya sedang gugup.


Sekarang Misya seperti seorang pencuri yang tertangkap basah oleh sang penghuni rumah.


''Kamu yakin hanya berkumpul bersama teman-temanmu?''tanya Alex lagi.

__ADS_1


Jantung Misya berdegup dengan kencang,saat mendapat pertanyaan menohok dari Alex,dan sekarang dirinya sedang memutar otak kala Alex kembali bersiap mengajukan pertanyaan berikutnya.


''Aku hanya di cafe saja sama teman-teman,habis itu aku langsung kerumah mama.''ucap Misya kali ini ia tak berani menatap wajah suaminya.


''Kiano kamu ini apa-apaan sih,masa kamu gk percaya sama istrimu sendiri,emang benar kok Misya tidur dirumah tante tadi malam.''bela Yanti,karna melihat wajah putrinya tampak gusar.


'' Baiklah, Misya sebaiknya kamu istirahat saja,mama juga mau pulang masih ada urusan.''ucap Yanti yang ingin mengalihkan pembicaraan.


''Baiklah Rina kalau gitu saya pulang dulu.''ucap Yanti.


''Iya mba.''jawab Rina singkat.


Setelah kepergian Yanti,Misya beranjak dari duduk.


''Kalau gitu aku keatas dulu ya mah,mas Kia.''ucap Misya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar atas.


Sedangkan Alex, terus menatap Misya hingga istrinya itu menaiki anak tangga.


***


''Huh,akhirnya bisa pulang juga,gara-gara Misya aku harus ikut terlibat,untuk apa coba dia pake nginap segala dirumah temannya.''gerutu Yanti.


Tadi pagi Misya memang kerumah Yanti ibunya untuk meminta bantuan,agar meyakinkan keluarga suaminya kalau dirinya tengah menginap dirumah ibunya itu tadi malam, dan Misya juga mengatakan pada Yanti kalau tadi malam ia dan teman-temannya mengadakan party hingga membuat Misya terpaksa menginap dirumah temannya karna partynya baru selesai pukul satu dini hari, tidak mungkin kan kalau dia mengatakan kalau dirinya sedang ada disebuah club malam bersama seorang laki-laki, bisa panjang nanti urusannya pasti Yanti akan memarahinya habis-habisan kalau sampai tau putrinya itu bersama dengan laki-laki didalam kamar sampai pagi.


*


Saat ini Misya sudah duduk di sisi tempat tidur sambil memejamkan matanya, ia kembali mengingat kejadian tadi malam bersama Brayen, malam yang panas dan menggairaahkan.


Saat Misya tengah asik melamun sambil memejamkan matanya, hingga ia tak menyadari kedatangan Alex yang kini sudah berdiri tak jauh darinya.


''Misya.''panggil Alex yang membuat Misya seketika membuka matanya.


''M mas Kia,''ucap Misya terbata.


Alex menatap Misya penuh arti,entah apa yang ada dipikiran laki-laki itu saat ini.

__ADS_1


''Ada apa mas?apa mas butuh sesuatu?


__ADS_2