Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Perasaan Yang Sama


__ADS_3

Setelah berulang kali Alex menghubungi Ponsel Gladissa akhirnya tersambung juga.


Gladissa:''Ya, Hallo Kak?''ucap Gladissa.


Alex:''Sasa kamu kemana aja?dari tadi malam aku hubungi kamu, namun ponselmu tidak bisa dihubungi.''ucap Alex, yang terdengar ada sedikit nada kekesalan disana.


Gladissa:''Kok Jadi kakak sih yang marah? kan seharusnya aku, lagi pula dialog itu seharusnya aku yang gunakan bukannya kakak,''ucap Gladissa sambil cemberut, yaa walaupun Alex tidak bisa melihatnya.


Alex:''Iya aku minta maaf sebelumnya, karna sudah terlambat datang,dan sudah membuat kamu menunggu lama disana, dikarna waktu itu ada suatu halangan yang memang gk bisa aku tinggalkan saat itu,'' ucap Alex yang tak ingin mengatakan hal sebenarnya.


Gladissa:''Yaudah, iya, aku maafin kakak, tapi kalau lain kali,aku gk akan maafin kak Alex,''ucap Gladissa dari sebrang telpon.


''Alex:''Iya aku janji, lain kali gk akan telat lagi''ucap Alex.


Alex:'' Yaudah gimana sebagai ucapan permintaan maaf dari ku,kita makan siang bersama, kamu Sherlock aja dimana alamat tempat kamu bekerja,nanti biar aku jemput.'' ucap Alex.


Gladissa:''Gk usah dijemput kak,nanti biar aku aja yang datang,gimana kalau makannya ditempat kita janjian kemarin aja.''ucap Gladissa mengusulkan.


Alex:''Ok, aku tunggu ya.''ucap Alex.


Gladissa:''Yaudah kak,aku kembali kerja lagi ya,sepertinya pelanggan mulai ramai yang datang,''ucap Gladissa


Alex:''Yaudah kamu hati-hati ya kalau kerja! yaudah Bye,'' ucap Alex sambil menutup teleponnya.


Setelah mematikan Ponselnya Gladissa dikejutkan dengan suara seseorang.


''Heh,, anak baru, jangan mentang-mentang kamu bisa menaikan Omset penjualan dibulan ini, lantas membuat kamu jadi kerja seenaknya ya, kamu gk liat tuh, Custumer mulai banyak yang berdatangan.'' ucap Reni sambil marah-marah.


''Iya, maaf, saya akan segera kesana,''ucap Gladissa sambil berlalu..


''Huuu,, dasar anak baru.'' ucap Reni sambil terus menatap punggung Gladissa sampai hilang dibalik tembok.


Skip..


Saat ini Gladissa sudah berada didalam Taksi,rencananya dia akan makan siang bersama Alex.


Setelah sampai,Gladissa langsung mengirim pesan pada Alex, bahwa dirinya sudah berada dipintu masuk Cafe tetsebut,, tak lama Alex datang dari arah dalam Cafe.

__ADS_1


''Kak Alex udah lama datang?''tanya Gladisa setelah melihat Alex keluar dari dalam Cafe.


''Gk juga kok, yaudah yuk masuk!'' ucap Alex, yang diikuti oleh Gladissa dari belakang.


''Oya kak, aku juga sering ke Cafe ini, bersama temanku,''ucap Gladissa disela-sela makannya.


''Benarkah?''tanya Alex sambil menatap Gadisnya itu.


''Iya, karna ini adalah Cafe pavoritnya, makanya dia sering mengajakku ketempat ini,'' jelas Gladissa lagi.


Alex yang mendengar kata-kata Gladissa langsung meletakan kembali sendoknya.


''Loh kak, kok makanannya gk dihabisi, nanti mubazir loh,''ucap Gladissa,sambil terus mengunyah makanannya.


''Udah gk selera,''ucap Alex datar.


''Kakak kenapa?kok wajahnya ditekuk gitu?Kakak lagi ada masalah ya?''tanya Gladissa sambil menyudahi makannya.


''Sa,apa selama kita berpisah,kamu pernah jalan sama laki-laki lain?''tanya Alex serius.


''Menurut kak Alex?'' tanya balik Gladissa.


''Sebelum aku jawab pertanyaan Kak Alex, aku mau kakak dengerin dulu ceritaku.'' ucap Gladissa.


''Dengerin aku baik-baik ya Kak Alex,, Dulu ada seorang Pemuda,yang berjanji pada seorang Gadis Remaja, Pemuda itu berjanji suatu saat dirinya akan kembali untuk menemui Gadis Remaja itu,, kamu tau kak Alex, Pemuda itu menyuruh agar Gadis itu tidak berhubungan dengan pemuda manapun selain dirinya,, dan sampai sekarang Gadis itu menepati janjinya, karna Gadis tersebut sangat menyayangi Pemuda itu, bahkan sampai detik ini pun perasaannya tidak berubah.''ucap Gladissa sambil menatap mata Alex.


Alex yang tadinya Bad mood, kini terlihat sangat senang saat mendengar cerita dari Gladissa, karna Alex tau Gadis Remaja yang dimaksud Gladissa adalah Sasa wanita yang saat ini ada dihadapannya, dan akan selalu ada dihatinya.


''Lalu siapa Pria yang kamu maksud barusan?''tanya Alex yang kembali pada mode datarnya.


Gladissa mengerenyit bingung, Pria? Pria yang mana,,? batin Gladissa yang tak mengerti.


''Maksud Kak Alex, Pria yang mana?''tanya Gladissa bingung.


''kamu bilang kamu sering kesini bersama seorang teman,dan kamu juga bilang kalau Cafe ini adalah tempat pavoritnya.''jelas Alex.


Gladissa langsung mengulum senyumnya saat mendengar ucapan Alex,tiba-tiba ia mempunya ide untuk mengerjai Alex.

__ADS_1


''Sebenarnya aku memang menyukainya Kak, dia baik,dan selalu membantuku setiap aku membutuhkan sesuatu,''ucap Gladissa sambil memperhatikan raut wajah Alex, dan benar saja wajah Alex kembali berubah masam.


Gladissa masih betah menatap wajah Alex yang datar tanpa Ekspresi itu,sambil terus mengulum senyum,, namun karna merasa sudah tidak tahan akhirnya tawa Gladissa pecah.


''Haha,, Kak Alex tampangnya kok gemesin banget sih,,'' ucap Gladissa sambil mencubit gemas wajah Alex.


Beberapa pengunjung sempat melihat kearah meja mereka, karna mendengar suara tawa Gladissa.


''Sasa udah deh,kamu senang ya liat aku Bette gini?''tanya Alex malas.


''Kok Kak Alex ngomongnya gitu sih?''ucap Gladissa mencebik.


''Ya terus kenapa kamu tiba-tiba tertawa begitu?''tanya Alex lagi.


''Kak, aku emang menyukai temanku ini,ya memang karna dia orangnya memang baik, tapi yang aku tau, dari dulu sampai sekarang dia itu sudah cinta mati sama seorang Pria.''ucap Gladissa.


Alex yang sedang minum hampir saja menyemburkan nya saat mendengar ucapan Gladissa.


''Maksud kamu teman kamu itu Homo?? tanya Alex.


''Iih Kak Alex apaan sih, sembarangan aja kalau ngomong,''ucap Gladisaa yang tak terima dengan ucapan Alex.


''Laah terus, tadi kamu bilang dia dari dulu suka sama cowo, berarti diakan Homo.'' ucap Alex lagi.


''Ya enggak lah Kak,,Lagian siapa yang bilang kalau temanku itu seorang Pria, dia itu seorang perempuan, cewe tulen.''ucap Gladissa sambil menekankan kata tulen.


''Oo jadi kamu tadi ngerjain aku ya?''ucap Alex sambil menatap tajam pada Gladissa.


Gladissa menelan salivanya dengan susah payah, karna melihat tatapan Horor dari Alex.


''Kak Alex, kok gitu amat sih liatin akunya ngeri tau gk,'' ucap Gladissa sambil sedikit memundurkan kursinya.


''Sayang, ngapain kamu mundur-mundur gitu nanti jatuh loh,''ucap Alex santai, sambil matanya terus memperhatikan Gladissa.


Tiba-tiba tubuh Gladissa membeku, bukan karna takut akan tatapan yang Alex berikan, namun karna kata sayang yang keluar dari bibir Alex, yang seketika membuat wajah Gladissa merona.


Gladissa menepuk-nepuk pelan wajahnya yang terasa panas,

__ADS_1


NEXT...


__ADS_2