
''Maaf tante,saya bukan seorang pelakor, dan saya juga tidak pernah merebut kak Alex dari Misya.''jelas Gladissa yang tak terima oleh ucapan Yanti.
''Oya,, ?? terus apa namanya kalau bukan pelakor,? kamu sendiri sudah tau kan kalau Misya adalah tunangan Kiano,lalu kenapa kamu masih merebutnya? coba jelaskan pada saya!"
''Saya,,,!! maaf, tan te sebaiknya saya kembali ke butik,karna sepertinya sudah terlalu lama saya meninggalkan pekerjaan saya,''ucap Gladissa,yang hendak beranjak pergi.
''Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik ucapan saya kalau tidak ingin menyesal nantinya!"
''Apa tante sedang mengancam saya?''
''Saya hanya memperingatkanmu, apa kamu mau semua orang memandang rendah padamu? karna masalah ini? tidak kan ? jadi turutilah ucapan saya,dan segera tinggalkan Kiano!!! ucap Yanti.
***
Setelah keluar dari cafe,Gladissa memilih untuk pergi ketaman yang tak jauh dari butik.
Gladissa duduk disebuah bangku taman,tatapannya lurus kedepan.
''Apa benar yang tante Yanti katakan bahwa aku adalah seorang pelakor? hhuuhh... aku memang wanita tak tau malu,,dan aku juga bukan teman yang baik bagi Misya, tapi aku juga tak sanggup jika harus berjauhan dengan kak Alex,aku terlalu mencintainya.''
Batin Gladissa.
''Hai nona jangan kebanyakan melamun,nanti kesambet lho.''ucap suara bariton yang tak lain adalah Alex.
''Kak Alex,,''ucap Gladissa senang sambil memeluk erat tubuh kekasih hatinya tersebut.
''Kamu ngapain disini?bukannya kerja,nanti kena marah sama bos baru tau,,''goda Alex.
''Ck...,,iisss nyebelin banget deh, kak Alex sendiri juga sedang apa disini?
''Tadinya mau kebutik,tapi tadi tidak sengaja liat seorang gadis manis yang sedang melamun,jadi yaudah akhirnya kesini deh untuk nemenin gadis itu,kan sayang kalau dianggurin.''goda Alex lagi.
''Apaan sih kak,''ucap Gladissa mencebik.
''Kamu kenapa heemm?? kok duduk sendirian disini?lagi ada masalah ya?atau kamu dimarahin sama Mba Kinara?''
''Aku gpp kok kak,lagi mau cari udara segar aja,lagian mba Kinara mana pernah marah sama pegawainya.''
''Oh, syukurlah kalau begitu aku kira kamu datang kesini karna dimarah sama mba Kinara,canda Alex.
Gladissa menyandarkan kepalanya di bahu Alex.
''Kak, apa menurut kak Alex aku ini orang yang jahat?''tanya Gladissa masih dengan posisi yang sama.
''Maksud kamu?''tanya Alex yang tak mengerti.
''Aku merasa kalau aku ini adalah orang yang jahat,karna aku sudah merebutmu dari Misya,''ucapnya sendu.
__ADS_1
''Apa ada yang mengatakan sesuatu padamu?''tanya Alex,yang kini sudah menghadap Gladissa.
''Tidak,aku hanya berpikir saja,sebagai seorang teman aku gk bisa menjaga perasaan ku, dan kini pertemananku dan Misya juga tidak sedekat dulu.
''Sasa dengar!! kita menjalin hubungan sebelum aku dan Misya bertunangan,jadi kamu sama sekali tidak merebut aku dari Misya,kita saling mencintai,dan aku tidak mau kalau sampai kamu berpikiran untuk meninggalkanku!" ucap Alex tegas.
''Yasudah,kalau gitu ayo biar aku antar kamu kebutik,tapi hanya sampai pagar saja gpp kan?soalnya aku mau balik ke cafe lagi.''ucap Alex.
''Iya kak gpp kok.''
Setelah mengantarkan Gladissa ke butik,Alex langsung melajukan mobilnya menuju cafe.
Setelah dua puluh menit,akhirnya Alex sampai di cafe miliknya,
''Kenapa Sasa bisa tiba-tiba berpikiran seperti itu, apakah tadi mama datang menemui Sasa? ataauu jangan-jangan tante Yanti?!"
Batin Alex, yang sedikit kawatir dengan keadaan Gladissa.
Alex yang memang sudah sampai diparkiran,segera keluar dari mobilnya dan langsung menuju cafe,namun saat sampai pintu masuk Alex, mendengar ada yang memanggil namanya.
''Alex,, haaii.'' ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Dara.
Alex hanya memperlihatkan wajah datarnya,lalu kembali melangkah masuk kedalam cafe.
Dara yang melihat itu,segera menyusulnya dengan sedikit berlari kecil,untuk mengimbangi langkah Alex yang lebar.
Ternyata di belakangnya Dara mengikutinya.
Bisma tersenyum saat melihat Alex datang bersama Dara.
''Tumben-tumbenan lo bawa cewe bro?''sindir Bisma sambil melirik ke arah belakang Alex.
Karna penasaran, Alex pun mengikuti arah pandang Bisma.
''Haaii,''sapa Dara pada Bisma,sambil tersenyum cantik.
''Haaii juga Dara,''sapa balik Bisma.
''Sendiri aja?''
''Seperti yang kamu lihat.''jawab Dara.
''Apa pak Wandi sudah datang Bis?''tanya Alex
''Belum Lex,''jawab Bisma.
''Om Wandi sedang dalam perjalanan, makanya tanya dong sama aku,aku kan keponakan kesayangannya.''ucap Dara.
__ADS_1
Alex dan Bisma hanya mengangguk,tanpa ingin bersuara.
''Yasudah kalau gitu saya mau keruangan saya dulu,nanti kalau pak Wandi datang kasih tau saya!" ucap Alex.
''Siap bos,''ucap Bisma sambil memberi hormat.
Dara mencebik saat Alex tak mau memandangnya sama sekali.
''Kamu liat saja nanti Alex sayang akan aku buat kamu tidak bisa melupakanku.''gumam Dara tersenyum penuh arti.
''Dara aku tinggal dulu ya,''ucap Bisma yang diangguki oleh Dara.
***
Saat ini Alex sedang makan siang bersama pak Wandi dan juga Dara.
''Oya pak Alex bagai mana? nanti malam anda datangkan ke acara ulang tahun pernikahan saya?''ucap pak Wandi.
''Baiklah,dihotel xx kan?''tanya Alex.
''Iya,jam tujuh harus sudah datang ya pak Alex?''ucap pak Wandi lagi memastikan.
***
Setelah pulang dari cafe,Alex bergegas naik ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket,setelah lima belas menit Alex pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih fres.
Alex menatap jam dinding kamarnya yang kini sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam.
Alex segera bersiap untuk menghadiri acara rekan bisnisnya.
''Kamu mau kemana Kia?''tanya Rina saat melihat Alex yang sudah rapi.
''Mau ke acara rekan kerja saya ma,''jelas Alex.
''Hati-hati ya sayang,pulang jangan terlalu malam!" pesan Rina setelah Alex berlalu.
Dihotel sudah banyak tamu yang hadir,seorang wanita cantik baru saja masuk kedalam hotel untuk menghadiri acara pamannya, dia adalah Dara, saat ini Dara memakai dress berwarna hitam panjang dengan leher yang terbuka dan memperlihatkan sedikit belahan da da nya.
Mata Dara dari tadi mencari sosok yang sejak semalam selalu mengganggu tidurnya, senyumnya seketika mengembang saat ia melihat sosok laki-laki yang dari tadi ia tunggu.
Alex datang seorang diri,dan ia langsung menemui pak Wandi dan istrinya untuk memberikan ucapan selamat,setelahnya ia sedikit berbincang dengan mereka,dan yang lainnya.
***
''Rasanya kepalaku pusing sekali,''gumam Alex sambil memegangi kepalanya.
Akhirnya Alex mencari tempat duduk,untuk beristirahat sejenak,dari jauh Dara tersenyum melihat Alex.
__ADS_1
NEXT