
SELAMAT MEMBACA..
Saat ini dibenak bu Diah begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada pemuda yang ada dihadapannya saat ini.Namun ia masih bersabar untuk mendengarkan penjelasan yang Alex ucapkan.
''Ibu salah paham,disini Sasa sama sekali bukan orang yang menjadi penyebab saya dan istri saya bercerai,mungkin diantara kami sudah tidak ada kecocokan lagi makanya kami memilih untuk berpisah,dan kami memutuskan ini jauh sebelum saya kembali menjalin hubungan dengan Sasa bu. Jadi perpisahan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan rencana pernikahan kami.
''Lalu kenapa tidak menunggu peceraian kalian selesai dulu baru menikah?bukannya apa-apa nak Kiano,takutnya nanti orang lain akan berpikiran jika kalian bercerai itu karna anak ibu,dan ibu tidak mau jika anak ibu nanti dipandang buruk oleh orang lain.''jelas bu Diah.
Sebenarnya ucapan bu Diah sangat masuk akal,ia hanya tidak ingin putri semata wajangnya dinilai orang buruk,atau disebut sebagai pelakor,pasti itu akan membuat anaknya merasa sedih.
''Kia ini gimana sih, gemes banget liatnya, kenapa gk ngomong jujur aja coba sama bu Diah,kalau istrinya itu berselingkuh sampai hamil dengan orang lain ,jadikan bu Diah tidak akan mempersulitnya,aku yakin setelah dia tau pasti dia akan langsung menyetujui pernikahan ini,kalau bukan mama yang mewanti-wanti sejak tadi,sudah aku ceritakan keburukan istrinya itu.''
Ucap batin Kinara,yang merasa tidak sabar dengan penjelasan yang Alex ucapkan pada bu Diah.Sebelumnya Rina memang berpesan pada Kinara agar tidak ikut campur saat Alex menjelaskan tentang kehidupan rumah tangganya bersama Misya,karna Alex sendiri lah yang memintanya,Alex tidak ingin ia mendapatkan restu dari ibunya Gladissa dengan membuka aib rumah tangganya, walaupun justru ini lah masalah yang sebenarnya akan mempersulit dirinya mendapatkan restu dari bu Diah.
''Sebenarnya istri pertama saya juga sudah tau tentang hubungan kami,dan kemarin ia juga sempat menemui Sasa dan mengatakan kalau dirinya tidak keberatan dengan hubungan kami,dan karna niat saya baik dengan Sasa makanya saya ingin secepatnya menikahinya.''ucap Alex.
''Iya bu Diah,sebenarnya istrinya Kia juga sudah lama tidak tinggal bersama kami karna dia memilih untuk tinggal bersama kedua orang tuanya,lagi pula kita juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan makanya kami ingin secepatnya menghalalkan mereka.Lalu bagai mana menurut bu Diah?''tanya Rina lagi,ia berharap wanita yang berstatus ibunya Gladis yang ada didepannya saat ini akan menyutujui pernikahan ini.
Saat ini dihati Gladissa mau pun Alex sangat tidak tenang mereka terus saja gelisah sejak tadi,takut kalau jawaban sang ibu tidak sesuai dengan harapan mereka.
__ADS_1
''Gladis,keputusan ada ditanganmu,ibu tidak akan melarang kamu jika memang ini yang kamu inginkan.'' ucap bu Diah sedikit menjeda ucapannya.
''Sebenarnya ibu kurang setuju jika kalian menikah saat nak Kiano masih berstatus suaminya orang,namun jika memang ini jalan satu-satunya ibu juga akan mencoba memahaminya.Tapi nak Kiano ibu berharap setelah kalian menikah nanti, ibu harap kamu bisa melindungi putri ibu, jika orang mulai membicarakannya sebagai perebut suami orang.''ucap bu Diah sendu,sebenarnya dia merasa khawatir jika anak satu-satunya ini menjadi istri kedua,yang pastinya akan banyak kontroversi setelahnya.
Namun Alex terus mencoba untuk meyakinkan calon ibu mertuanya itu,bahwa Gladissa akan baik-baik saja saat hidup bersamanya,dan ia juga berusaja menyakin kan wanita paruh baya itu bahwa dirinya akan bisa membahagiakan putrinya.
''Buk,ibu tidak usah mikir yang macam-macam,sebenarnya kak Alex ini adalah anak laki-laki yang pernah aku ceritakan dulu pada ibu empat tahun yang lalu.''jelas Gladissa.
Yang seketika membuat bu Diah menatap kearahnya.
''Benarkah? jadi nak Kiano ini anak laki-laki itu?''ucap bu Diah,sambil memperhatikan wajah Alex,entah apa yang dipikirkannya saat ini.
''Sebelum ibu jawab,ibu ingin tanya sama kamu Dis,waktu kemarin kamu pulang sama seorang pemuda itu sebenarnya siapa kamu sih?bukannya pacar kamu ya?soalnya dia sempat meminta ijin sama ibu untuk menjagamu dan dia juga bilang ingin secepatnya melamarmu,makanya ibu heran saat nak Kiano mengatakan kalau kalian saling mencintai.''ucap bu Diah.
Terlihat Alex dan Rina saling pandang,kemudian Rina berbisik pada Alex kalau pemuda yang dimaksud bu Diah pastilah Desta.
''Maksud ibu kak Desta? buk,, memang sebenarnya waktu itu aku sedang menjalin hubungan dengannya tapi karna memang tidak ada kecocokan akhirnya kami berpisah.''jelas Gladissa.Dan bu Diah mengangguk paham,namun masih ada yang mengganggu pikirannya lagi,sebenarnya ia ingin sekali bertanya namun ia sedikit ragu.
''Buk,jadi gimana?apakah lamaran kami diterima?''tanya Rina memastikan.
__ADS_1
''Kalau ibu mau menerima anak saya,rencananya minggu depan mereka akan langsung menikah,, ya.. setidaknya secara agama saja dulu,setelah Kia resmi bercerai baru akan di adakan resepsinya.''jelas Rina setenang mungkin.
Namun tidak untuk Alex dan Gladissa,mereka tercengang saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut ibu dari dua anak itu,bukan mereka saja yang terkejut Kinara Bisma bahkan bu Diah pun ikut menatap tidak percaya pada wanita yang saat ini sedang duduk dihadapannya.
''Mama serius??''tanya Alex dan Gladis secara bersamaan,dengan mata berbinar hingga belum menyadari kalau mereka melemparkan pertanyaan yang sama pada Rina.
''Tapi itu pun kalau bu Diah mau merestui pernikahan ini.''ucap Rina dengan nada sedih.
Lalu pandangsn kedua sejoli itu pun langsung beralih pada bu Diah,wanita paruh baya itu terlihat menghela nafas saat melihat anak perempuan dan kekasih nya itu menatapnya dengan penuh harap.
''Baiklah, ibu akan merestui kalian berdua, lagi pula niat baik harus segera dilaksanakan bukan?''ucap bu Diah,membuat semua yang ada disana menyunggingkan senyum.
''Maksudnya, ibu merestui hubungan kami?maksud saya pernikahan saya dan Sasa?''ucap Alex memastikan.
''Iya ibu merestui pernikahan kalian,lagi pula tidak ada alasan yang kuat buat ibu menolak pernikahan ini kan,yang penting bagi ibu sekarang adalah kebahagian anak ibu,dan ibu berharap nak Kiano bisa menempati janjinya untuk membahagiakan anak ibu satu-satunya ini.''ucap bu Diah sambil memeluk dari samping putrinya itu.
''Terima kasih banyak bu,Insya Allah saya akan sebisa mungkin untuk membahagiakan anak ibu.
TBC
__ADS_1