
Tak terasa jam makan siang telah usai, Gladissa dan yang lain segera kembali ke Butik untuk memulai aktivitas mereka lagi.
Kinara dan Misya juga memutuskan untuk segera kembali ke Butik
''Sudah,jangan cemberut,nanti kan masih bisa ketemu,''ucap Kinara yang sejak tadi melihat Misya dengan wajah yang ditekuk.
''Hheemm,''ucap Misya sebagai jawaban.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Alex sedang mengendarai mobilnya menuju Butik Kinara, rencananya Alex akan menemui Gladissa ,karna ia merasa sudah sangat merindukannya, Alex tak perduli apa kata orang nanti,yang terpenting baginya adalah bertemu dengan pujaan hatinya.
Saat dipersimpangan jalan, kebetulan Alex melihat Gladissa dan teman-temannya swdang berjalan menuju Butik, langsung saja Alex membunyikan klakson mobilnya.
Tin-tin-tin..
Semuanya menoleh pada asal suara klakson tersebut termasuk Gladissa.
"Siapa sih?udah tau orang sudah dipinggir masih saja ngelakson," gerutu Reni.
Namun senyum Reni tiba- tiba mengembang setelah melihat seseorang yang turun dari dalam mobil tersebut.
Alex melangkah mendekati kelima gadis tersebut.
"Kak Alex,'' gumam Gladissa pelan.
"Hah,, kak Kia ternyata kirain tadi siapa? Mba Misya nya sedang tidak berada di Butik kak, jelas Reni yang berpikir bahwa Alex mencari Misya.
Mendengar Reni mengucapkan nama Misya, Gladissa teringat kembali pada hal yang menyakitkan untuknya, tanpa memperdulikan semuanya Gladissa kembali melangkahkan kakinya untuk menuju Butik.
Alex yang melihat itu segera menghentikan langkahnya.
" Bisa kita bicara sebentar!" ucap Alex.
Yang pertanyaan itu entah ia tujukan untuk siapa, membuat semua para gadis itu menatapnya dengan bingung.
Namun tidak dengan Gladissa, ia kembali melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Butik.
"Sasa aku ingin bicara sama kamu!" ucap Alex, yang seketika membuat Gladissa menghentikan langkahnya.
Namun membuat semua orang yang ada disana menatapnya heran, kecuali Lastri.
"Duuhh,, ngapain sih tuh orang mesti datang kesini, sudah punya tunangan masih saja ganggu hidupku."
Batin Gladissa, yang merasa terusik.
__ADS_1
Dengan malas Gladissa melangkan mendekati Alex dan teman- temannya yang berada tak jauh darinya.
" Maaf kalalu mau bicara disini saja, karna sebentar lagi jam istirahat kami sudah habis." ucap Gladissa dingin.
Mendengar ucapan Gladissa yang dingin seketika membuat hati Alex mencelos.
"Yakin ingin bicara disini?" tanya Alex sambil menatap Gladissa dengan serius.
" Sebenarnya kak Alex mau bicara apa sih? kalau teman-teman pada curiga gimana coba?"
"Teman-teman kalian masuk dulu gpp kan?" ucap Gladissa yang merasa tidak enak.
"Ok!" ucap Lastri sambil menggiring ketiga temannya untuk segera meninggalkan mereka.
Sedangkan Reni masih menatap Gladissa penuh curiga, namun tetap melangkah mengikuti temannya yang lain.
" Apa yang mau kak Alex bicarakan?" tanya Gladissa lagi.
" Kenapa kamu tidak mengangkat panggilan dari ku Sa?" tanya Alex.
"Sepertinya aku tidak perlu jelasin apapun sama kakak, karna kak Alex juga sudah tau apa jawabannya!" ucap Gladissa.
"Lagi pula sebaiknya mulai sekarang kak Alex tidak usah dekati aku lagi!" ucap Gladissa.
"Sasa bukankah kamu sudah berjanji waktu itu sama aku kalau kamu tidak akan pergi dariku.
Alex menatap punggung Gladissa yang kian menjauh,namun saat Alex hendak memasuki mobilnya terlihat mobil Kinara juga memasuki halaman Butik tersebut.
Tin-tin...
''Kia,kamu datang kok gk nelpon dulu?padahal aku baru dari cafe kamu lho!" ucap Misya yang masih didalam mobil.
Kini Misya sudah turun dari mobil,dan melangkah mendekati Alex.
''Yuk! kamu kesini mau ketemu aku kan?''ucap Misya sambil menggandeng tangan Alex menuju Butik,
''Dengan malas Alex mengikuti Misya kedalam,demi bertemu dengan Gladissa, Alex tidak tau saja,kalau keberadaannya disana bersama Misya nanti mungkin akan menambah luka hatinya Gladissa, jika ia melihatnya bersama Misya.
Kinara menatap kepergian adik dan juga sahabatnya itu.
''Huuff,, sepertinya akan ada perang dingin!" gumam Kinara sambil menyalakan mesin mobilnya.
Kini Alex dan Misya sudah berada didalam Butik, bisa dilihat para pelanggan sudah mulai berdatangan saat Butik kembali dibuka,Gladissa dan yang lainnya juga saat ini sedang sibuk melayani pembeli.
Mata Alex menyapu seluruh ruangan Butik,namun Alex masih belum bisa menemukan keberadaan Gladissa.
__ADS_1
Sampai ia mendengan ada seorang pemuda yang menyebut nama wanita yang masih ia anggap sebagai kelasihnya itu.
''Nona Gladis, apa menurutmu yang ini cocok dengan saya?''tanya seorang pelanggan sambil mencocokan baju yang ia ambil kebadannya.
''Sepertinya yang ini lebih cocok deh sama Masnya,''ucap Gladissa sambil mengambilkan sebuah kemeja dan mencocokannya ketubuh pelanggannya.
''Tuukaann,,yang ini lebih cocok sama Mas!" ucap Gladissa sambil tersenyum.
Alex yang melihat interaksi keduanya mengepalkan tangannya,tanpa ragu Alex segera melangkah kearah mereka berdua.
''Maaf yang ini sama sekali tidak cocok dengan anda,sebaiknya cari yang lain saja!mungkin yang ini lebih cocok dengan kulitmu!" ucap Alex sambil memberikan kaos lengan pendek pada pemuda tersebut.
''Kak Alex kamu apa-apaan sih!" ucap Gladissa.
''Sebentar ya Mas,'' ucap Gladissa pada pelangan Butiknya.
Gladissa menarik tangan Alex untuk menjauh sedikit.
''Kak ,bisa gk sih kak Alex tidak usah gangguin pekerjaanku!" ucap Gladissa kesal.
''Tapi kemeja itu memang tidak cocok untuknya,dan kaos itu lebih pantas ia gunakan.
''Oh,jadi menurut kak Alex kemeja pilihanku itu jelek gitu?''tanya Gladissa.
''Bu bukan seperti itu juga maksud aku Sa,''ucap Alex yang merasa salah bicara.
''Ada apa ini?''tanya Misya yang tiba-tiba datang.
''Tidak apa-apa Sya, hanya saja tunangan kamu bertanya model pakaian apa yang sekarang lagi hits,''kilah Gladissa.
''Oya sebaiknya kakak tanyakan saja langsung pada Misya,karna saya masih banyak pekerjaan,kalau gitu saya permisi!" ucap Gladissa sambil berlalu.
''Kenapa tidak bilang kalau kamu lagi butuh baju?''ucap Misya sambil memilih-milih pakaian untuk Alex.
''Nah,yang ini sepertinya cocok buat kamu Kia,''ucap Misya sambil memberikan tshirt lengan panjang pada Alex.
''Gk Sya,saya tidak suka warnanya, kalau gitu lain kali saja saya membelinya.
''Maaf sepertinya saya harus pergi,''ucap Alex berlalu begitu saja meninggalkan Misya.
Tak lama terlihat Kinara melangkah menuju dimana Misya berada sekarang.
''Loh,kemana Kia tadi Sya?''tanya Kinara yang baru keluar dari ruangannya.
''sudah pergi!" ucap Misya yang terlihat bette.
__ADS_1
''Ck,dasar anak itu, bukannya bilang dulu kalau mau pergi!" gerutu Kinara.
JANGAN LUPA TINGGAL JEJAK DISETIAP EPISODENYA YA..😘