Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Penjelasan Alex


__ADS_3

Alex berjalan masuk mengikuti langkah Gladissa menuju ruang tamu.


''Duduk Kak!" ucap Gladissa setelah sampai diruang tamu tersebut.


Dan akhirnya Alex pun duduk.


''Cepat jelaskan!!'' ucap nya tanpa basa-basi.


Walaupun sebenarnya Alex sudah mengetahui ceritanya dari Lastri,tetapi ia juga ingin memdengarnya juga secara langsung dari mulut kekasihnya itu.


Gladissa menarik nafas dalam,lalu membuangnya perlahan.


Dan akhirnya Gladissapun menceritakan semuanya pada Alex tanpa ada yang tertinggal sedikit pun,


''Lalu kenapa kamu tidak datang pada ku Sa? kamu lupa kan kalau aku ini adalah kekasihmu? yang akan melindungimu apa pun yang terjadi.''ucap Alex lagi.


''Kamu tau? saat aku mengetahui dari Lastri,kalau kamu dipecat dari butik,aku sangat kawatir, dan malam itu juga aku terus mencarimu seperti orang gila, sungguh aku sangat merasa bersalah karna tidak bisa menjaga dan melindungimu saat itu.''sesal Alex.


''Maaf kak,saat itu pikiranku sedang buntu, sehingga membuatku saat itu tidak bisa berpikiran jernih.''jelas Gladissa.


''Dan saat itu aku sedang berjalan di pinggir trotoar tanpa tujuan,dan saat itulah kak Desta datang menghampiriku.


''Dan rumah ini??''tanya Alex lagi.


''Ini adalah rumah kontrakan milik temannya kak Desta yang ia carikan untukku.''jelas Gladissa.


''Aku tidak yakin kalau ini adalah rumah kontrakan.''


Batin Alex, kalau dilihat secara detail rumah ini seperti rumah yang baru selesai dibangun,


''Lalu apa rencanamu?''tanya Alex lagi.


''Entahlah,mungkin secepatnya aku akan mencari perkerjaan,kalau tidak bagai mana aku akan membayar uang sewa rumah ini.''ucapnya sambil terkekeh.


''Bekerjalah di cafe,dan jadi asistenku!" ucap Alex.


''Hah? kak Alex yakin? terus gimana nanti kalau Misya tau?''ucap Gladissa kawatir.


''Itu biar aku nanti yang urus, lagi pula setelah ini aku akan langsung kerumah Misya untuk menjelaskan hubungan kita yang sebenarnya.''jelas Alex.


''Dan ingat mulai besok jam sepuluh pagi aku akan datang untuk menjemputmu disini.''


''Baiklah terserah kak Alex saja,''ucap Gladissa pasrah.

__ADS_1


''Yasudah,kamu istirahatlah aku pulang dulu ya?''pamit Alex


''Iya,kak Alex hati'hati ya?''ucap Gladissa yang diangguki oleh Alex.


Hari ini Alex memutuskan untuk tidak berangkat ke cafe miliknya,namun ia akan menuju ke rumah kediaman Misya,karna Alex akan mengatkan pada Misya tentang hubungan yang sebenarnya antara dirinya dengan Gladissa.


Alex merasa lega,akhirnya dia sudah berhasil menemukan keberadaan Gladissa, walau pun sebenarnya ada sedikit rasa kecewa dalam hatinya,sebab Gladissa lebih memilih bantuan dari Desta dibanding menemuinya saat itu.


Setelah pulang dari kediaman Gladissa,Alex langsung menuju rumah Misya.


Tak terasa saat ini mobil yang ditumpangi Alex telah sampai gerbang rumah kediaman Misya,setelah mengetahui pemilik mobil pak satpam lalu membukakan pintu gerbang tersebut untuk Alex tanpa bertanya,karna memang satpam dirumah itu tau kalau Alex adalah tunangan dari putri majikannya.


Setelah memarkirkan mobilnya,Alex langsung turun dan menuju rumah.


Ting-tong..


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pintu dibuka oleh Art yang bekerja disana.


''Misya ada bik?tanya Alex


''Ada den dikamarnya,dilahkan masuk biar saya panggilkan sebentar.''ucap Art tersebut hendak menuju lantai atas.


Namun ucapan Alex seketika membuat langkahnya terhenti.


''Baik den,''ucap Art dan dia segera kembali kebelakang.


Alex melangkah melewati anak tangga menuju kamar Misya,kini Alex sudah berdiri didepan pintu kamar milik Misya.


Tok-tok-tok..


Alex berulang kali mengetuk pintu kamar Misya namun sepertinya sang pemilik kamar tidak ada tanda-tanda akan membukakan pintu tersebut untuknya.


Hingga Alex berinisiatif untuk memutar knop pintu tersebut yang ternyata tidak dikunci.


Ceklek,terdengar suara pintu terbuka.


Setelah pintu terbuka tanpa ragu Alex masuk kedalam kamar Misya,


''Pantas dia tak mendengarnya ternyata sedang tidur.''gumam Alex sambil melangkah menuju sofa kecil berwarna hijau yang berada tak jauh dari tempat tidur Misya.


Alex memperhatikan seisi kamar milik Misya yang menurutnya simple,tidak seperti kamar wanita pada umumnya yang kebanyakan pernak-pernik dikamarnya.


__ADS_1


Cukup lama Alex menunggu Misya terbangun dari tidurnya tanpa ingin membangunkannya,namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda wanita itu akan bangun.


''Ck,, ini perempuan tidur apa pingsan sih.''gerutu Alex yang sudah mulai bosan.


Namun tiba-tiba ada pergerakan ditempat tidur itu,sepertinya sebentar lagi sang empunya akan segera terbangun dari tidur panjangnya.


Dan benar saja,tak lama terlihat Misya membuka matanya,sambil melebarkan mulutnya tanda bahwa ia sedang menguap.


''Sudah puas tidurnya,''ucap suara Alex yang membuat Misya seketika melonjak kaget.


''Kia?? kamu kok bisa ada dikamar aku?dan sejak kapan kamu duduk disitu?''ucap Misya yang masih terlihat syok.


Sejak dua puluh menit yang lalu.''ucapnya lagi.


''HAH, dua puluh menit,kamu kok gk bangunin aku sih,''tanya Misya yang kini sudah duduk menghadap Alex.


''Sepertinya kamu tidurnya lelap sekali,saya gk tega banguninnya.''sambung Alex yang membuat Misya tersenyum mendengarnya,karna mendapatkan perhatian kecil dari Alex.


''Tunggu ya aku mau cuci muka sebentar!" ucap Misya sambil melangkah menuju kamar mandi.


Setelah beberapa saat.


''Tumben kamu kesini ada perlu apa??''tanya Misya yang baru keluar dari kamar mandi.


''Sepertinya kamu sudah tau maksud kedatangan saya kesini Misya,jadi saya tidak peelu untuk menjelaskannya lagi sama kamu.''


Misya tersenyum sinis,saat Alex langsung pada niatnya datang kesini, apa lagi kalau bukan karna Gladissa.


''Oh,jadi wanita itu sudah mengadu sama kamu,karna aku memecat dan menamparnya,''ucap Misya santai.


''Misya saya menyangka kamu bisa melakukan itu? sungguh keterlaluan sekali kamu!'' bentak Alex, hingga membuat Misya terkejut.


''Kia, kenapa kamu malah membelanya? disini akulah tunanganmu, dan dia hanya gadis kampung yang aku dan Kinara tolong, yang sebenarnya aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri,tapi apa balasannya terhadapku? dia malah dengan senaknya merebutmu dariku.''ucap Misya yang kini sudah berderai air mata.


''Dan yang lebih membuat aku sakit,kamu dengan mudahnya tertawa bersama Gladis,wanita yang baru kamu kenal,sedangkan denganku jangankan tertawa,bahkan tersenyum padaku saja kamu jarang.''ucap Misya yang merasa semua ini sangat tak adil baginya.


Alex menghembuskan nafasnya berat,saat mendengar curahan isi hati Misya,inilah alasannya kenapa Alex tak pernah menerima Misya menjadi kekasihnya,karna ujung-ujungnya itu akan membuat dirinya menderita,dan Alex tak ingin sampai itu terjadi.


''Misya dengar,mungkin ucapan yang akan ku sampaikan saat ini akan membuatmu sakit,tapi saya juga tak ingin menyembunyikannya lebih lama lagi.''


Entah kenapa ucapan yang akan Alex sampaikan kali ini membuat jantung Misya berdetak lebih kuat.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2