
Siang itu,Kinara sengaja pulang lebih awal dari butiknya,karna ia berencana akan menemui Gladissa di cafe milik adiknya tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya Kinara segera turun dan langsung melangkah menuju pintu utama cafe.
''Hai sayang kamu datang?''sapa Bisma pada Kinara.
Sebenarnya Kinara dan Bisma sudah menjalin hubungan sejak dua bulan yang lalu,hanya saja hubungan keduanya belum diketahui oleh kedua orangtua mereka.
Sebenarnya Bisma sudah menyukai Kinara dari dulu,hanya saja karna Bisma memang tipe pria yang suka merayu,jadi Kinara selalu tak terlalu menanggapi serius setiap ucapan Bisma,walaupun sebenarnya Kinara juga berharap lebih.
Namun dua bulan yang lalu Kinara memutuskan untuk menerima cinta Bisma,setelah Bisma benar-benar menunjukan keseriusannya pada Kinara,dan rencananya sebentar lagi Bisma akan segera melamar Kinara pada kedua orangtuanya.
''Kamu mau makan sesuatu?''tanya Bisma sambil meletakkan segelas citrus squash didepan Kinara
''Terimakasih Bis,''ucap Kinara sambil meyeruput minumannya.
''Aku kesini bukan untuk makan,tapi hanya ingin menemui Gladis,apa dia ada?''tanya Kinara sambil matanya mencari sosok gadis tersebut.
''Apa kamu mau memberikan undangan pernikahan Alex pada nya?''tanya Biama sambil menatap Kinara dengan serius.
Bisma sudah mengetahui cerita percintaan sahabatnya Alex dan Gladissa dari Kinara sendiri,awalnya Bisma mengira kalau Kinara hanya bercanda namun setelah Bisma bertanya Pada Gladissa barulah akhirnya ia percaya.
''Entahlah,aku juga bingung harus memulai pembicaraan ini dari mana dengan gadis itu,kamu tau Bisma,aku merasa sangat kasihan pada Gladis,setelah lama mereka berpisah,dan pada akhirnya bisa bertemu,namun bukannya kebahagiaan yang mereka rasakan ,melainkan kesedihan dan sakit hati,sebab sebentar lagi salah satu dari mereka akan memulai kehidupan baru,entah lah, bagai mana reaksi Gladis saat mengetahui bahwa besok Kia akan menikah dengan Misya.''ucap Kinara sambil menatap lurus kedepan.
''Kamu harus bicara pada nya dengan pelan-pelan, aku tau Gladis wanita yang kuat,namun jika dihadapkan dalam situasi seperti ini pasti dia akan sangat down,bahkan lebih buruknya ia bisa saja melukai dirinya sendiri.''ucsp Bisma,yang seketika membuat Kinara membulatkan matanya.
''Maksudmu apakah Gladis mau melakukan hal nekat seperti itu?''tanya Kinara sedikit resah.
''Itu hanya sebagian dari wanita yang imannya tipis saja,tapi seperti nya kalau Gladis tidak akan seperti itu deh...''sambung Bisma lagi.
__ADS_1
Disaat mereka sedang asik ngobrol tiba-tiba mata Kinara menangkap sosok yang ingin ia temui.
''Gladis.''gumam Kinara.
''Emm...,,Bisma bisakah kamu menematiku untuk berbicara dengan Gladis?
''Baiklah,''jawab Bisma.
Kini Kinara dan Bisma sudah berdiri disamping tempat Gladissa yang sedang beristirahat bersama temannya.
''Gladis,''sapa Kinara.
''Eh, mba Kinara,kapan datang?kok tiba-tiba sudah ada disamping aja.''ucap Gladissa.
Kinara hanya tersenyum simpul,saat mendengar ucapan Gladissa.
''Dis ada yang mau mba sampaikan,bisa kita bicara sebentar?''ucap Kinara sambil menatap wajah Gladissa dengan serius.
Entah kenapa hati Gladissa mengatakan ada sesuatu yang tidak beres saat ini,apa lagi saat melihat Kinara yang terus menatap padanya.
Kini ketiganya sedang duduk dikursi segi empat,yang saling berhadapan.
''Ada apa mba?sepertinya serius sekali,apa terjadi sesuatu pada kak Alex?''tanya Gladissa yang mulai sedikit kawatir.
Kinara melirik Bisma sekilas,lalu kembali menatap Gladissa.
''Dis,besok jam sepuluh pagi akan ada pernikahan dirumah mba,''ucap Kinara yang kini sudah memulai kata-katanya.
''Pernikahan? oh jadi mba Kinara yang akan menikah,''ucap Gladissa,yang merasa sedikit lega atas ucapan Kinara,namun entah kenapa hatinya masih saja gelisah,
''Kamu sudah tau Dis?''tanya Kinara.
__ADS_1
''Sebenarnya kemari saya sempat kerumah mba Kinara,namun sampai disana saya melihat begitu banyak orang disana yang sibuk memasang tenda,jadi karna saya penasaran,saya bertanya pada salah satu pekerjanya,terus mereka bilang akan ada pernikahan dirumah mba kinara,saya kaget dong, namun pas saya hendak bertanya pada bibik yang bekerja dirumah nya mba Kinara tiba-tiba ibuk nelpon,jadi yasudah akhirnya saya mengurungkan niat deh untuk bertanya.''jelas Gladissa.
''Memangnya mba Kinara ingin menikah dengan siapa?''tanya Gladissa sambil melirik Bisma.
Karna merasa tersindir,Bisma hanya bisa tersenyum canggung.
''Sebenarnya yang akan menikah besok bukan saya Dis,tapi Kiano....
Jedaaarrrr ......
Bagaikan disambar petir disiang bolong,saat mendengar ucapan Kinara membuat dunia Gladissa serasa runtuh seketika.
''Ka kak Alex akan meni kah??''ucap Gladissa mengulang kata-kata Kinara dengan terbata.
Tiba-tiba air mata Gladissa turun begitu saja tanpa diminta,dan membasahi pipinya yang mulus.
Sakit,perih dan hancur,itulah sekarang yang Gladissa rasakan, dirinya benar-benar merasa dikhianati oleh sang kekasih,orang yang selalu menjanjikannya kebahagiaan,namun kenyataannya hanyalah cuma janji palsu,dan semua harapan Gladissa kini sudah hancur berkeping-keping Karna baginya, Alex adalah segala-galanya,begitu besar cinta yang ia miliki pada laki-laki itu, dan ia selalu berharap suatu saat bisa hidup bahagia bersamanya. mungkin itulah kesalahan terbesarnya,terlalu mengharapkan sesuatu yang belum tentu dapat ia capai,Gladissa memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan hati dan pikirannya yang sedang berkecamuk.
Kinara tau,betapa hancurnya hati Gladissa sekarang,dan ia juga dapat melihat rasa kecewa yang begitu dalam dimata gadis yang saat ini ada didepannya.
''Apa dia yang menyuruh mba Kinara menyampaikan hal ini pada saya?''tanya Gladissa,ada kemarahan yang tersirat dari ucapan Gladissa.
''Bukan Kia yang menyuruh mba Dis,ini adalah keinginan mba sendiri,mba hanya ingin kamu bisa kuat dalam menghadapi kenyataan ini walaupun menyakitkan.''jelas Kinara,yang juga merasa prihatin atas nasib cintanya bersama Alex.
''Jadi maksud mba Kinara,kak Alex sama sekali tidak ingin memjelaskan apapun padaku?begitukah? heh,, saya jadi ragu, apa mungkin dia selama ini hanya berpura mencintaiku?jika memang dia cinta,,dia tidak akan pernah melukai ku sampai seperti ini.
''Kamu tau mba perasaan apa yang ku miliki pada adiknya mba Kinara saat ini? benci!!!
''Saya sangat membencinya mba!!" ucap Gladissa,sambil mengepalkan tangannya.
Bisma dan Kinara bisa melihat ada kebencian dimata Gladissa saat ia mengatakan kata benci pada Alex.
__ADS_1
Kinara merasa sangat sedih atas ucapan Gladissa pada adiknya Alex, wajar memang kalau saat ini ia membencinya bahkan siapa pun wanita ,tidak akan mau jika ditinggalkan tanpa penjelasan apa lagi ini ditinggal karna pernikahan,pasti membuat siapa saja menjadi sakit hati.
NEXT