
Saat ini mobil yang ditumpangi Alex dan bu Diah sudah sampai dikediaman keluarga ALEXANDER.
''Bu Diah kita sudah sampai,ayo buk!" ajak Alex,yang kembali membawa bu Diah kealam sadarnya.
Tanpa menjawab bu Diah segera turun dari mobil tersebut,sambil matanya kembali menatap kagum pada bangunan yang ada dihadapannya saat ini.
''Nak Kia,apa ini hotel berbintang yang seperti di televisi itu ya?''tanya bu Diah polos.
Terlihat Alex mengulum senyum saat mendengar pertanyaan ibu dari calon istrinya itu.
''Bukan bu,ayo sebelah sini.''ucap Alex lagi tanpa ingin menjawab pertanyaan bu Diah.
Akhirnya tanpa bertanya lagi bu Diah mengikuti langkah Alex yang mulai melangkahkan kakinya menuju pintu rumah.Setelah masuk kedalam rumah tersebut ibunya Gladis kembali melongo melihat isi dalam rumah tersebut.
''Tadi nak Kia bilang kalau ini bukanlah hotel,jadi kalau bukan hotel lalu ini rumah siapa? luas sekali ruangan ini sudah seperti lapangan bola saj, apa jangan-jangan ini rumah milik keluarga nak Kiano.''
Batin bu Diah yang tak hentinya mengagumi rumah tersebut.
Saat matanya masih fokus melihat kesemua isi ruangan,tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya.
''Ibu,''panggil orang tersebut.
Bu Diah yang sangat mengenali siapa pemilik suara tersebut pun akhirnya berbalik,ia tersenyum saat melihat putrinya saat ini ada dihadapannya.Dengan cepat Gladis melangkah kearah ibunya untuk melepas rasa rindu setelah lama tak bersua.
''Kok nangis?''tanya bu Diah sambil melerai pelukannya bersama Gladissa.
''Kangen,''rengek nya manja pada sang ibu,membuat bu Diah seketika menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
''Kan Baru seminggu yang lalu ketemu,masa sudah kangen lagi?biasanya yang berbulan-bulan itu gk kangen.''sindir bu Diah.
''Iih,ibuk ya pasti kangenlah, cuma belum sempat aja waktunya untuk pulang.''jelasnya lagi.
''Bibi mana buk?
''Dia gk jadi ikut,tadi waktu sampai di terminal, tiba-tiba sepupumu itu menelpon katanya saat itu mereka sudah ada dirumahnya bibimu, jadi terpaksa bibimu itu pulang lagi.''jelas bu Diah.
''Sayang banget,padahal aku juga kangen sama bibi.''ucap Gladis.
''Nantikan masih bisa ketemu,,oya Dis,ini rumah siapa nak kok gede banget.''tanya bu Diah sambil memperhatikan ruangan sekitar.
''Ini rumahnya mas Alex buk,maksud aku rumah orang tuanya yang nanti akan jadi tempat tinggal kami juga setelah menikah buk,karna mama Rina ingin nanti nya setelah menikah kami diminta untuk tetap tinggal disini,karna mba Kinara kan sudah tinggal dirumah sendiri bersama suaminya,jadi mama ingin kami tinggal disini nanti,mungkin agar dia merasa tidak kesepian lagi.''jelas Gladis,dan bu Diah mengangguk paham.
''Loh Dis,kok bu Diah gk disuruh duduk sih?''ucap Rina yang tiba-tiba datang dari arah dapur.
''Alhamdulillah sehat,bu Rina sendiri bagai mana?''tanya balik bu Diah.
''Seperti yang ibu lihat,kami sekeluarga juga sehat kok,apa lagi sebentar lagi Gladis dan Kia akan menikah.''ucap Rina,sambil melirik calon menantunya.
Saat ini bu Diah dan Rina sedang duduk diruang tamu,sedangkan Gladis sedang membuat minuman untuk kedua wanita setengah baya tersebut.
''Bibinya Gladis tidak jadi ikut?''
''Tidak bu Rina,karna anaknya datang berkunjung,makanya dia tidak jadi ikut.''jelas bu Diah,dan Rina mengangguk tanda mengerti.
Setelah itu tak lama Gladissa pun datang dengan membawa nampan yang berisi dua gelas teh hangat dan dua potong kue.
__ADS_1
Sedangkan dikamarnya Alex sedang membersihkan diri,saat ini ia sedang mengguyur tubuh polosnya dengan air dingin,rasanya begitu segar.Bahkan sesekali terdengar siulan dari dalam sana,yang menandakan laki-laki setengah duda itu sedang bersenandung.
Setelah lima belas menit berlalu,kini Alex sudah menyelesaikan ritual mandinya,ia menyambar handuk yang tergantu tak jauh dari dinding kamar mandi,ia keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
''Sudah mandinya?''ucap seseorang yang membuat Alex sedikit terkejut.
''Sasa,buat mas kaget saja.''ucap Alex sambil membuka lemari dan mengambil kaos lengan pendek dan juga celana pendek dibawah lutut.
Tanpa rasa malu dan canggung ,Alex melepas handuknya dan memakai pakaian dal*am nya dengan santai didepan Gladissa hingga membuat gadis itu shock berkepanjangan.Bahkan Alex yang sudah memakai pakaian lengkap pun masih tak ia sadari.
''Sayang kamu kanapa bengong seperti itu?''tanya Alex yang seketika menyadarkan Gladissa.
''Mas iih,kok gk ada malunya sih,masa pakai baju didepan orang lain,''protes Gladis kini wajahnya kembali memerah saat membayangkan batangan Alex dengan ukuran yang semangkin bertambah menurutnya, yang baru saja ia lihat beberapa menit yang lalu.
''Memangnya kenapa?lagi pula dua hari lagikan kamu juga bukan hanya melihatnya bahkan bisa menikmatinya.''goda Alex yang membuat wajah Gladis yang semangkin memerah karna mendengar jawaban vulgar calon suaminya itu.
''Kenapa wajahmu jadi memerah begitu hm?apa kamu masih membayangkan belalai milik calon suamimu ini? atau kamu ingin mencicipinya?''bisik Alex ditelinga Gladis,yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang.
''Mas iih, enak aja,kan kita belum halal juga.''jawab Gladis mencebik
''Memang enak kok sayang, lagi pula kan dua hari lagi kita udah halal,jadi apa salahnya kita mencobanya,''ucap Alex,yang sebenarnya hanya berniat menggoda calon istrinya itu.
Dan entah siapa yang memulai,kini bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain,Alex yang awalnya hanya ingin menggoda Gladis ternyata malah dia yang merasa tidak tahan saat melihat bibir sang kekasih dari jarak yang begitu dekat.Ciu*man yang awalnya hanya biasa,kini semangkin dalam dan menuntut, tangan Alex pun kini sudah bergerilya kemana-mana.bahkan saat ini tangannya sudah berhasil membuka tiga kancing depan baju milik Gladis, Alex yang sudah tidak sabar langsung mengeluarkan isi dibalik kaca mata ukuran jumbo itu,dan terlihatlah pemandangan indah yang selama ini selalu ia rindukan untuk dipandang.Mata Alex berbinar saat menatap danging kenyal tersebut,kemudian ia pun mendekatkan wajahnya di dada Gladis,perlahan ia menyesap ujung yang berwarna merah kecoklatan milik Gladissa membuat gadis itu memejamkan matanya bahkan ia ingin merasakan sesuatu yang lebih dari ini.Saat Gladissa menikmati kegiatan yang dilakukan oleh Alex,tiba-tiba matanya terbuka,saat dirasanya Alex menghentikan kegiatannya.
Dengan rasa tidak rela,akhirnya Gladis bangkit dari podisinya yang tadi sempat berbaring diatas ranjang,karna disela-sela ciu*man tadi Alex menuntunnya menuju tempat tidur.
''Mas,''panggil Gladissa dengan suara lirih dan penuh damba.
__ADS_1
NEXT