
Saat ini Gladissa sudah berada dikediamannya,setelah mandi dan beristirahat sejenak,Gladis segera memasukan semua barang miliknya kedalam tas ransel,tak butuh waktu lama kini Gladis sudah membereskan semua barang nya, karna pada dasarnya barang yang di bawa Gladis tidak lah banyak,,ia hanya menyisakan satu set pakaian yang akan dipakainya besok pagi saat hendak bekerja saja.
Setelah semuanya beres kini Gladis segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dan tak membutuhkan waktu lama akhirnya ia pun tertidur karna memang rasa lelah dan kantuk yang sudah menderanya sejak tadi.
Sementara ditempat lain,disebuah apartemen seorang pemuda sedang menerima telpon dari seseorang,setelah menutup telpon tersebut pemuda itu tersenyum tipis.
''Oh ternyata benar dugaanku, kalau dia memang ternyata adalah istri dari Alex,''gumam pemuda tersebut yang tak lain adalah Brayen, ia tersenyum sambil memandang poto pernikahan sahabatnya tersebut.
Setelah melihat Misya tadi siang di cafe,membuat Brayen kembali mengingat malam panjang yang pernah ia lalui bersama Misya,Brayen adalah laki-laki yang sudah mengambil mahkota milik Misya malam itu, sebenarnya dari awal Brayen melihat Misya ia sudah tertarik pada wanita itu,awalnya ia pikir Misya adalah wanita yang sudah terbiasa dengan kehidupan malam,siapa sangka ternyata dia adalah orang pertama yang mendapatkan keperawanan Misya.
''Tapi kenapa dia yang harus jadi istri Alex sih,masa ia gw harus bersaing dengan pria berwajah datar itu,mana mungkin menang, lagi pula sepertinya istri sangat cinta sama dia,buktinya gw yang ambil keperawanannya aja dia gk nuntut pertanggung jawaban sama gw.''ucap Brayen pada dirinya sendiri.
***
Saat ini Alex sedang duduk bersama dengan Kinara diruang keluarga.
''Misya mana Ki''?
''Dikamar mungkin.''jawabnya acuh.
Kinara menghela nafas berat saat mendengar jawaban dari adiknya itu.
''Kia,Misya sekarang adalah istrimu,jadi mba harap kamu bisa bersikap lembut dengannya,kasian dia,jika kamu perlakukan seperti ini terus menerus.''ucap Kinara menasehati.
Alex yang tadinya sedang fokus pada ponselnya kini menatap wajah Kinara.
''Saya tau itu,tapi seperti ini lah saya,jika memang dia tidak menyukainya ya silahkan pergi! lagi pula saya juga sudah berusaha untuk mencobanya tapi tetap saya tidak bisa mba,lalu saya harus apa? cinta tidak bisa dipaksakan,lagi pula saya sudah pernah bilang padanya jika dia merasa tidak tahan dengan sikap saya ,dia boleh meninggalkan saya.''jelas Alex.
''Jangan ngawur kamu Kia,pernikahan bukanlah sebuah mainan,, jadi Kia, mba mohon agar kamu bisa menempatkan Misya sedikit saja dihatimu! kamu ngerti kan maksud mba?''ucap Kinara.
''Hemm,''jawab Alex tanpa ingin bicara,rasanya percuma saja jika ia terus berdebat dengan Kinara, pasti ujung-ujungnya dia juga yang disalahkan.
Sedangkan Misya saat ini sedang merendam tubuhnya di bathtub dengan aroma lavender yang lembut dan menenangkan pikiran.
Setelah tiga puluh menit kemudian Misya pun segera bangkit dari sana,lalu menyambar kimono yang terletak digantungan kamar mandi.
__ADS_1
Terlihat Alex memasuki kamar tidur, bersamaan dengan keluarnya Misya dari kamar mandi.
Misya melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian miliknya, ia mengambil baju tidur terusan berbahan satin yang sering ia gunakan saat tidur, dengan tidak tau malunya Misya membuka kimononya tepat didepan lemari kaca tersebut,hingga memperlihatkan tubuhnya yang polos.
Misya menatap Alex yang sedang berbaring ditempat tidur dari pantulan cermin.yang sialnya membuat Alex bisa melihat tubuh mulus istri nya itu.
''Kita lihat saja Kia sayang,berapa lama kamu bisa tahan dengan godaanku ini.
Batin Misya sambil tersenyum smirk.
Misya mengambil satu set pakaian dalam,lalu memakainya didepan Alex,walau pun Alex tak melihat secara langsung tapi ia dapat melihat dari pantulan cermin,Misya sengaja memakai pakaiannya didepan cermin,karna ia ingin tau reaksi Alex saat melihat tubuh nya tanpa sehelai benangpun.
Misya tersenyum saat mendapati Alex tengah menatapnya.Alex yang merasa Misya juga tengah menatapnya langsung membuang pandangannya kesembarang arah.
''Huuhh,,tahan Lex,tahan! jangan sampai kamu masuk kedalam lubang sang sama.''
Batin Alex berusaha menahan godaan dari sang istri.
Setelah memakai bajunya Misya segera melangkah menuju tempat tidur,dan segera berbaring disebelah Alex.
''Misya bisa tidak kamu minggir sedikit,saya terasa sesak jika kamu terus menempel ditubuh saya.''ucap Alex.
Namun Misya justru malah tersenyum saat mendengar ucapan Alex.
''Apa maksud kamu belalai mu ini yang terasa sesak?''ucap Misya sambil mengelus lembut milik Alex.
Namun sebelum Alex menegurnya, Misya terlebih dahulu melepaskan tangannya dari belalai yang masih terbungkus itu.
''Oya,, apa kamu tidak membuka celana mu ini,biasanya kamu tidur hanya pakai boxer,tapi kok sekarang pakai jeans memang gk risih? tanya Misya.
''Khusus untuk malam ini, saya akan tidur dengan memakai ini.''jawab Alex,yang seketika membuat Misya mendengus kesal.
Setelah mengatakan itu Alex langsung membaringkan tubuhnya lalu segera memejamkan matanya.
''Iihh,,kok gak mempan sih,emang dia gk tergiur apa sama tubuh ku,kok bisa-bisanya dia tidur setelah melihat tubuh telanjaangku.''
__ADS_1
Ucap batin Misya.
Misya tidak tau saja,betapa sakitnya saat ini kepalanya menahan hasrat yang sudah mulai memuncak.
Jam didinding sudah menunjukan pukul sebelas malam,namun Alex sampai saat ini tidak bisa memejamkan matanya,sedangkan Misya sudah tertidur dari satu jam yang lalu.
Alex bangkit dari tidurnya,dan mau tak mau ia harus menuntaskan hasrat yang sejak tadi sudah memuncak.
''Joni,,sepertinya kita akan kembali bermain solo.''gumam Alex sambil turun dari tembat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi,untuk menuntaskan yang seharusnya sudah ia tuntaskan sejak tadi.
Alex merasa lega setelah menuntaskan hasratnya walau pun harus bermain solo.
Saat Alex keluar,tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sosok Misya yang berdiri didepan pintu kamar mandi.
''Astaga Misya!! kamu ngapai berdiri disini?''ucap Alex kaget,lalu kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.
Tadinya aku terbangun karna kebelet pipis,tapi aku mendengar suara kamu seperti sedang berteriak gitu?kamu kenapa?''tanya Misya.
''Saya tidak apa-apa,hanya tadi ada kecoa makanya saya teriak.''ucap Alex beralasan.
''Kamu yakin,dikamar mandi ada kecoa?kok bisa sih padahal aku pengen pipis gimana dong mas?''ucap Misya.
''Tadi kecoanya sudah aku bunuh,jadi sekarang sudah tidak ada,cepat sana! saya tidak mau nanti kalau sampai kamu ngompol di kasur saya.''ucap Alex yang membuat Misya mencebik.
Pagi menjelang,saat ini dikediaman Gladissa tepat pukul sembilan ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dan ia juga sudah membersihkan tubuhnya.
''Saatnya berangkat...''
__ADS_1
MOHON LIKE DAN DUKUNGANNYA YA GUYS ..🤗😘