
Misya memegangi pipinya yang terasa panas,akibat tamparan yang Kinara berikan.
''Kinara jangan marah padanya ini adalah ke...''
''Diam kamu Brayen! setelah ini kamu juga akan dapat giliran dariku!" potong Kinara sambil menatap tajam pada Brayen.
Brayen menelan salivanya susah payah,Kinara yang dia tau adalah sosok gadis yang lembut,tapi siapa sangka dibalik kelembutannya tersimpan jiwa macan,yang jika sudah terancam maka dia akan mengeluarkan cakar dan taringnya.Misya pun juga tidak menyangka Kinara akan semarah ini padanya bahkan sampai menampar wajahnya.
Saat ini Kinara sangat shock dan tak tau harus berkata apa.Ia mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
''Sebaiknya nanti malam kita semua berkumpul dirumah mamah,dan kau Brayen! kuharap kau tidak jadi laki-laki pengecut,bukankah ku dengar tadi kau ingin bertanggung jawab atas Misya dan anaknya? kurasa nanti malam kau bisa membawanya setelah bicara dengan kedua orang tuaku.''jelas Kinara
Seketika tubuh Misya menegang,saat mendengar ucapan Kinara.Sungguh rasanya
dirinya belum siap jika harus kehilangan Alex.
''Kinara,ku mohon jangan berkata seperti itu,aku sangat mencintai mas Kia,dan aku gk mau pisah darinya Kin.''bujuk Misya tak terasa air matanya sudah mengalir deras di pipinya.
''Cinta??kau bilang kau cinta sama Kia? cih,,, kalau memang kau nencintai adikku kau tidak akan berkhianat seperti ini,apa lagi sampai hamil.Benar-benar murahan kamu Misya.''maki Kinara.
Setelah mengatakan itu Kinara langsung pergi meninggalkan butik.
Sedangkan Misya terduduk dilantai sambil menangisi nasipnya,yang mungkin sebentar lagi akan terpisah dari orang yang ia cintai.
Beruntung saat itu waktunya jam makan siang,saat mendengar keributan Lina langsung menutup toko dengan membalikan papan yang bertuliskan CLOSE.
Saat ini Kinara sedang dalam perjalanan menuju cafe milik Alex.Sepanjang jalan Kinara terus menggerutu dan memaki.
Setelah sampai diparkiran Kinara langsung turun dan melangkah kan kakinya dengan cepat menuju pintu masuk cafe.
Kinara yang baru memasuki cafe tiba-tiba langkahnya terhenti saat matanya melihat sosok perempuan yang saat ini sedang melayani tamu.Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menuju dimana ruangan Alex berada,bahkan suara Bisma yang sejak tadi memanggilnya tak ia hiraukan.
''Ada apa dengan Kinara?kenapa dia tidak perduli dengan panggilanku.''gumam Bisma.
Saat ini Kinara sudah berada didepan pintu ruangan Alex,tanpa mengetuk pintu Kinara langsung membuka nya begitu saja.Membuat seseorang yang berada didalam sana mengumpat kesal,namun saat ia tau siapa yang datang wajahnya seketikanya berubah.
__ADS_1
Kinara yang baru masuk langsung melangkah kah kearah sofa,lalu mendudukan boko*ng nya disana.
Alex melihat wajah Kinara yang tak seperti biasanya,seperti ada kemarahan disana.
''Mba kenapa?''tanya langsung Alex ketika sudah duduk disamping Kinara.
''Kiano mba mau kamu segera menceraikan Misya.''ucap Kinara serius.
Alex menatap bingung pada Kinara.
''Sebenarnya ada apa?''tanya Alex yang mulai penasaran.Saat ini dia menebak- nebak,apa Kinara sudah tau tentang masalah yang sebenarnya.
''Kamu tau?ternyata Misya selama ini sudah berselingkuh dengan temanmu yang bernama Brayen,dan yang lebih membuat mba marah, ternya bayi yang ada dalam kandungan Misya itu adalah anak Brayen.Pokoknya mba ingin kamu secepatnya meninggalkan Misya mba gk rela kamu terus diperalat oleh wanita tidak tau malu itu.''ucap Kinara berapi-api.
Alex mengambil satu botol air mineral yang masih segel,lalu menyerahkannya pada Kinara.
''Minumlah!'' ucap Alex sambil menyerahkan air mineral yang sudah ia buka terlebih dahulu.
Dan Kinara pun segera meminun air yang diberikan Alex hingga habis setengah.
Namun Alex hanya diam saat Kinara menanyakan itu padanya.
Kinara menutup mulutnya sendiri yang terbuka lebar setelah menyadari sesuatu.
''Astaga KIANO ALEXANDER, kamu ini kenapa sih?biasanya tegas kalau menghadapi masalah,ini kok masalah sepenting ini kamu kok gk bertindak apa-apa? kamu itu diselingkuhin lho Kia,,mba gk habis pikir ya sama jalan pikiranmu.''ucap Kinara,,entah kenapa hari ini dia begitu marah pada semua orang.
''Dengar! mba sudah menyurih Brayen nanti malam datang kerumah kita,dan mba mau kamu segera telpon mertua kamu untuk datang malam ini juga.Karna kita akan membicarakan masalah ini,kalau gitu mba pulang dulu,rasanya kepala mba sakit sekali memikirkan semua masalah ini.''jelas Kinara,setelah itu ia langsung keluar dari ruangan Alex.
Namun saat keluar ia dikejutkan dengan adanya Bisma yang berdiri tak jauh dari pintu ruangan tersebut.Dengan malas Kinara melangkah kearahnya.
''Kamu kenapa sayang?kok mukanya kusut gitu?''tanya Bisma.
''Semua karna ulah adik sepupu kamu?''ucap Kinara yang kembali merada kesal saat membicarakan tentang Misya.
''Maksudmu Misya?menangnya ada apa dengan Misya?kenapa sepertinya kamu kesel banget sama dia?
__ADS_1
''Sudahlah Bis, aku sedang tidak ingin membicarakan wanita itu,tapi kalau kamu ingin tau masalahnya nanti malam datang saja kerumah,sepertinya aku harus pulang rasanya kepalaku saat ini mau pecah.''ucap Kinara.
''Kalau gitu biar aku yang antar,kamu kan lagi sakit nanti tidak konsen nyetir kan bahaya.'' ucap Bisma.
''Baiklah.''jawab Kinara pasrah.
Saat ini Kinara dan Bisma sedang berada dalam perjalanan menuju kediaman ALEXANDER.
''Sebenarnya ada masalah apa diantara Misya dan Kinara?kenapa sepertinya Kinara sangat marah dengan Misya.''
Ucap batin Bisma.Ia melirik Kinara yang saat ini sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejamkan matanya.
''Aku gk tau ada masalah apa diantara kalian,tapi kuharap masalah nya cepat selesai,aku tidak ingin melihat kalian bertengkar,apa lagi harus saling membenci.''
***
Malam pun tiba,saat ini Rina dan Jonathan sudah berada diruang tamu,begitupun dengan kedua orang tua Misya,setelah mendapat telpon dari Alex tadi siang.
''Sebenarnya ada apa sih Rin?kenapa Alex meminta kami untuk datang?memangnya ada yang penting?''tanya Yanti penasaran.
''Saya juga tidak tau mba, tadi pun Kinara hanya menyuruh kita untuk kumpul itu saja.''ucap Rina
Tak lama terlihat Misya menuruni anak tangga,bertepatan dengan Kinara yang baru keluar dari kamar.
Sedangkan saat ini Alex masih dalam perjalanan menuju kediamannya,ia sedikit terlambat karna ada pertemuan dengan rekannya tadi.
''Misya kamu kenapa?wajahmu pucat,kamu sakit ya?''tanya Yanti khawatir.
''Aku gpp kok mah,ucap Misya matanya melirik Kinara yang saat ini duduk disampingnya.
''Apa yang ingin kamu sampaikan Kinara bicaralah?''ucap Bagas tiba-tiba.
''Bukan aku yang akan bicara om,tapi anak kalian Misya,tapi tunggu sebentar lagi ya soalnya masih ada yang kita tunggu.''jawab Kinara.
BERSAMBUNG..
__ADS_1