
Setelah acara makan malam selesai,Gladissa dan Kinara kini sedang duduk diruang tv.
''Dis sejak kapan kamu dan Kia saling mengenal?''tanya Kinara.
''Sejak empat tahun yang lalu Mba,saat itu aku lihat kak Alex jatuh dari sepedanya dan saat itu ku lihat kakinya berdarah, lalu aku berinisiatif untuk memberikannya obat,awalnya dia menolak namun aku terus memaksanya, mba Misya tau?dulu aku pikir kak Alex orangnya nyebelin karna wajahnya itu terlalu dingin,tapi setelah lama kelamaan aku mengenalnya ternyata dia orangnya sangat baik.''jelas Gladissa mengingat saat-saat kebersamaanya dulu bersama Alex.
''Benarkah? tapi apa saat bersamamu Kia selalu irit bicara?''tanya Kinara penasaran.
''Karna setiap berada dirumah,Alex selalu bicara seperlunya saja,itupun sangat singkat jika menjawab pertanyaan yang selalu saya ajukan.''sambung Kinara lagi.
''Terkadang sih Mba,''jelas Gladissa.
Kinara mengangguk paham.
''Oya Dis,boleh saya tanya sama kamu yang sedikit pribadi?''
''Mba Kinara mau tanya apa?''
''Apa kamu masih mencintai Kiano?''tanya Kinara hati-hati.
''Masih,tapi aku sadar diri kok Mba,jika memang kak Alex lebih memilih Misya sebagai pendamping hidupnya terus aku bisa apa.''ucap Gladissa sendu.
''Maaf kan Mba ya Dis,jika pertanyaan Mba buat kamu sedih,''sesal Kinara.
''Tidak apa-apa kok Mba,''ucap Gladissa sambil tersenyum.
Kinara melihat jam yang melingkar indah ditangannya.
''Sudah jam sepuluh,pantesan aja ngantuk,''gumam Kinara.
'' Kalau Mba Kinara sudah merasa ngantuk sebaiknya Mba tidur saja!" ucap Gladissa.
''Beneran gpp kalau saya diluan tidur?''tanya Kinara,yang merasa sedikit tidak enak.
''Iya Mba gpp.''ucap Gladissa.
''Yasudah kalau gitu mba tinggal dulu ya,nanti kalau kamu juga sudah ngantuk langsung tidur aja,''ucap Kinara,yang diangguki oleh Gladissa.
Setelah Kinara masuk kekamarnya tak lama Gladissa pun masuk.
Saat ia masuk,Gladissa dikejutkan dengan keberadaan Alex yang sudah ada didalam kamar tamu tersebut.
__ADS_1
''Kak Alex,ngapain kakak disini?apa aku yang salah masuk kamar ya?''ucap Gladissa yang hendak keluar dari kamar,namun dengan cepat Alex menarik tangan Gladissa hingga terjatuh dipelukan Alex.
''Kak Alex iihh,,kak Alex mau apa disini?terus tadi kenapa coba berlagak sok cuek sama aku?sekarang aja masuk-masuk segala.''ucap Gladissa yang merasa sebal dengan tingkah Alex.
''Tadi siang kamu dikasih apa sama Desta?''tanya Alex langsung.
''HAH,, maksud kak Alex?''tanya Gladissa yang belum konek.
''Ck,,tadi siang kamu diberi hadiah apa sama Desta?''ulang Alex lagi.
''Oh,itu tadi siang kak Desta kasih aku gaun,katanya sebagai hadiah pertemanan.''jelas Gladissa.
''Kemarikan aku sudah bilang,kalau kamu jangan dekat-dekat dengan Desta,terus sekarang kenapa kamu malah terima hadiah darinya?''ucap Alex dengan tatapan tajam kearah Gladissa.
Gladisaa yang awalnya ingin menjawab,menjadi ciut nyalinya saat Alex menatapnya seperti itu.
''Iya,,maaf aku salah,''sesal Gladissa
''Tapi kan aku gk ngapa-ngapain sama dia kak.''ucap Gladissa lagi.
''Tetap saja gk boleh,sebagai gantinya malam ini kamu akan aku hukum.''ucap Alex.
''Di hukum? kok di hukum sih kak?''ucap Gladissa protes.
Gladissa mencebik saat mendengar ucapan Alex.
Alex yang melihat wajah Gladissa seperti itu menjadi gemes.
''Udah jangan ngambek, lagi pula hukumannya gampang kok,''ucap Alex sambil tersenyum.
Gladissa menyipitkan matanya saat mendengar ucapan Alex.
''Kak Alex jangan ngasih hukuman yang aneh-aneh ya?''ucap Gladissa penuh curiga.
''Yasudah cepat katakan! apa hukumannya?''tanya Gladissa.
''Aku mau kamu mencium ku!" ucap Alex santai sambil duduk ditempat tidur Gladissa.
''Yee,,enak di kak Alex, gk enak di akunya dong,''protes Gladissa tak terima.
''Gk mau??''tanya Alex dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
''Ck,, iya iya aku mau!" ucap Gladissa sambil mendekati Alex yang saat ini sedang duduk diatas ranjang.
Kini Gladissa sudah duduk disamping Alex,mata mereka saling tatap untuk menyalurkan rasa rindu yang beberapa hari ini tidak bertemu.
''Kamu tau Sa,saat tadi siang aku melihatmu berbicara dengan Desta aku merasa cemburu,apa lagi saat kamu tersenyum pada laki-laki lain selain aku,rasanya hati ini sangat tidak terima,''jelas Alex yang akhirnya meluapkan isi hatinya.
''Jadi benar kak Alex tadi siang datang kebutik?''tanya Gladissa.
''Iya,tapi setelah aku melihat Desta juga ada disana aku mengurungkan niatku,dan lebih memilih pulang.''jelas Alex lagi.
''Lalu kakak pikir bagai mana denganku? jika melihat kak Alex sedang bersama Misya,kamu pikir gk sakit apa? aku juga sakit kak! tapi aku gk punya hak untuk marah pada kalian,karna posisinya disini akulah yang jadi orang ketiga.'' ucap Gladissa lirih.
''Dan aku juga tidak tau akan bertahan sampai kapan,''sambungnya lagi.
''Sasa sayang ,dengar kan aku baik-baik! aku akan mencari cara untuk membatalkan pertunagan ini, aku juga tidak mau melukai Misya kalau pertunangan ini terus dilanjutkan pasti akan membuatnya menderita.''ucap Alex.
''Kak,sebenarnya apa sih yang kak Alex sembunyikan?''ucap Gladissa yang sangat penasaran tentang apa sebenarnya rahasia yang disembunyikan Alex padanya.
''Maaf Sa,untuk saat ini aku belum bisa cerita sama kamu.''
''Oh,gitu jadi kak Alex sekarang sudah mulai main rahasia-rahasiaan sama aku? gitu?''ucap Gladissa ngambek.
''Loh,kok jadi Sasa yang ngambek sih,pasti sekarang dia gk akan mau jika aku suruh menjalankan hukumannya lagi nih.''
Batin Alex sambil menggelengkan kepalanya.
''Kamu kenapa kak?
''Tidak apa-apa kok,''ucap Alex sambil membelai wajah Gladissa.
''Aku kangen sekali sama kamu Sa,''ucap Alex
''Aku juga,''sambung Gladissa yang kini sudah berada dalam pelukan Alex.
Alex membingkai wajah Gladissa,lalu perlahan mendaratkan kecupan singkat dikening Gladissa.
Alex menyelipkan rambut Gladissa dibalik telinganya,lalu ia kembali mendekatkan wajahnya hingga Gladissa dapat merasakan hembusan nafas Alex diwajahnya.
Dan entah siapa yang memulainya kini bibir keduanya sudah saling menyatu,dan saling membelit,Alex yang memang sudah bernafsu langsung menyibak piyama tidur yang dikenakan Gladissa,dan tangan Alex kini sudah berada digundukan kenyal milik Gladissa,hingga membuat sang empunya mendesah nikmat.
Kini Alex sudah membuka seluruh pakaian Gladissa hingga ia bisa melihat setiap lekuk tubuh pujaan hatinya tersebut tanpa ada yang terlewatkan sedikit pun.
__ADS_1
''ijinkan aku untuk memberimu kenikmatan Sasa.''ucap Alex dengan suara beratnya.
Tanpa mendengar jawaban Gladissa,Alex langsung menyerang kembali bibir Gladissa,lalu turun digundukan kenyal milik Gladissa.