
Alex memutar knop pintu matanya langsung tertuju pada Misya yang saat itu lagi duduk didepan cermin.
''Kamu mau pergi?''tanya Alex saat melihat penampilan Misya yang sudah rapi.
''Iya,ada acara sama teman-teman diluar.''ucap Misya setenang mungkin agar Alex tidak curiga pada nya.
Alex tidak lagi bertanya,rasanya ia malas jika terlalu mencampuri urusan Misya.
''Aku pergi dulu ya mas.''pamit Misya sambil mengecup pipi Alex sekilas.
Saat ini terlihat mobil Misya sudah memasuki parkiran club milik Brayen.
Setelah memarkirkan kendaraannya Misya langsung masuk kedalam club tersebut,matanya menyapu seluruh ruangan,mencari sosok yang selama seminggu ini selalu mengganggunya, hingga ankhirnya Misya menemukan orang yang dia cari.
Terlihat saat itu Brayen sedang berbicara dengan seseorang,hingga matanya menanggap sosok yang sejak tadi ia tunggu kehadirannya.
''Kenapa aku begitu bersemangat dengan istri temanku ini.''gumam Brayen sambil melangkahkan kakinya menuju dimana saat ini Misya berada.
''Haii,,maaf membuatmu menunggu.''ucap Brayen.
Brayen terus memperhatikan penampilan Misya,yang saat ini memakai pakaian yang cukup terbuka di bagian da da namun masih tertutup oleh cardigan miliknya.
Rasanya saat ini Brayen ingin kembali mengulang kejadian beberapa bulan yang lalu.
''Ayo kita ngobrol diruanganku!" ucap Brayen sambil menarik tangan Misya.
Dan Misya sama sekali tidak menolaknya,ia terus berjalan mengikuti langkah pemuda yang ada didepannya saat ini.
Saat ini Brayen mrmbawa Misya kesebuah ruangan VIP,yang didalamnya terdapat sebuah sofa panjang dan juga terdapat tempat tidur didalamnya.
Misya mengerenyit bingung saat Brayen membawanya ke tempat ini.
''Untuk apa kamu mengajakku ketempat ini?''tanya Misya sambil menatap ruangan sekitar.
__ADS_1
''Untuk ngobrol.''jawab Brayen enteng.
Brayen menuang sebotol minuman yang ada diatas meja kedalam dua gelas yang memang sudah tersedia ditempat itu.
''Duduk dan minumlah!" ucap Brayen sambil meneguk minuman miliknya.
Dengan malas Misya melangkahkan kakinya lalu duduk di sofa panjang tersebut.Karna terus didesak untuk minum oleh Brayen akhirnya Misya mengambil gelas tersebut dan meminumnya hingga habis setengah,namun tiba-tiba tenggorokannya terasa panas setelah meneguk meminum yang diberikan Brayen padanya.
''Apa ini?kenapa begitu tidak enak.''ucap Misya sambil memandang gelas yang sudah habis setengah olehnya.
''Ini namanya Tequila rasanya memang seperti itu,''jelas Brayen yang kembali meneguk minumannya.
''Sebenarnya apa sih yang kamu lihat dari Alex?kenapa kamu sangat mencintainya?setau ku diakan sama sekali tidak mencintaimu.''ucap Brayen penasaran.
''Kalau ngomong itu jangan asal,''gerutu Misya tak terima.
''Kenyataannya emang seperti itu kan jangan kamu kira aku tidak tau tentang kisah cintamu yang selalu mengejar cinta Alex dari remaja hingga dewasa.''tambah Brayen lagi.
''Kenapa? kaget karna aku bisa tau semuanya?''ucap nya lagi.
Misya tak lagi menjawab,namun dirinya kembali meneguk minuman yang ada didalam gelasnya tadi hingga benar-benar tandas.
''Wow barusan dia bilang rasanya aneh,sekarang malah tandas.''gumam Brayen sambil menggelengkan kepalanya.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam,terlihat saat ini Misya juga sudah mulai kehilangan akal sehatnya karna sejak tadi dirinya terus meracau tak jelas.
''Mas Kia kenapa kamu gk pernah mencoba mencintaiku?kenapa kamu selalu bikin aku sakit hati. hiks..hiks...''racau Misya sambil menangis melampiaskan emosinya saat ini tubuhnya terlihat tak bisa stabil selalu miring kekanan dan kiri akibat minuman berakohol yang ia minum.
''Kasian juga ya nasip kamu,udahlah lebih baik kamu lepasin aja Alex dari pada kamu makan hati.''ucap Brayen yang masih setengah sadar.
''Apa ?lepasin? ya gak mungkin lah,aku aja dapetinnya susah payah,masa harus dilepas gitu aja, aku tuh cinta mati sama Kia.''ucap Misya, yang berbicara khas orang mabuk.
''Ya tapi kan dia gk cinta sama kamu,mending sama aku aja.''ucap Brayen,sambil menatap Misya penuh arti.
__ADS_1
''Kamu?? kamu itu gk ada apa-apanya dengan Kia,dia itu segalanya untukku.Tapi sayang cuma aku yang cinta dianya enggak hehe...''ucap Misya sambil tertawa miris.
Brayen mendekat pada Misya,lalu perlahan pemuda bule itu menghapus air mata yang masih setia mengalir di pipi yang sudah berwarna kemerahan itu karna sudah terlalu banyak minum hingga membuat Misya hampir hilang kesadaran.
***
Saat ini dikediaman ALEXANDER, Rina sedang menasehati putranya Alex,kala membiarkan Misya terus-terusan seenaknya keluar malam tanpa mengajak suaminya atau pun memberitahu kemana arah tujuannya.
''Seharusnya kamu melarang Misya dong Ki,masa kamu biarin saja istrimu tiap malam keluyuran,ya kalau dia mau pergi sama teman-temannya kan bisa ngajak Kinara,kamu lihat nih sekarang sudah hampir jam dua belas malam istrimu belum juga pulang, bahkan sampai sekarang hanpone nya juga gk bisa di hubungi lagi.''gerutu Rina entah kenapa belakangan ini Rina sangat tidak suka dengan yang dilakukan menantunya itu.
''Sudahlah ma,jangan marah-marah terus nanti bisa darah tinggi loh.''ucap Jo yang dari tadi hanya jadi pendengar.
''Habisnya mama kesel pah sama menantu kamu itu,sudah punya suami kok seenaknya saja keluyuran malam-malam begini.''tambah Rina yang masih terlihat sangat kesal.
''Saya mau keatas dulu mah,besok akan saya bicarakan dengan Misya.''ucap Alex sambil berlalu menuju kamarnya.
''Huh,anak-ank jaman sekarang sangat susah diatur.''gerutu Rina hingga membuat sang suami hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat istri tercintanya sejak tadi ngedumel sana sini.
Sedang ditempat lain terdengar suara-suara desaahan yang saling bersahutan terdengar dari arah ruangan VIP, siapa lagi kalau bukan Misya dan Brayen yang saat ini sedang memadu kasih.
Misya terus mengeluarkan suara-suara indahnya hingga membuat Brayen bersemangat untuk memompa nya.
''Ah ah,,yeah terus faster!" racau sang wanita yang terus menikmati setiap permainan yang Brayen berikan.
''Akh,''kamu sangat enak baby punya mu sangat menggigit.''ucap sang pria sambil terus memompa miliknya.
Hingga beberapa saat terdengar lenguhan panjang dari mulut keduanya, yang menandakan bahwa mereka telah sampai pada puncaknya.
Brayen terbaring sambil memeluk Misya tanpa mencabut senjata miliknya,dan karna terlalu lelah,Misya pun hanya membiarkannya saja,hingga akhirnya mereka tertidur dengan posisi seperti itu.
Beberapa jam kemudian,Misya merasakan kenikmatan kembali menjalar ditubuhnya,antara mimpi atau kenyataan namun rasanya begitu nyata,perlahan Misya pun membuka matanya betapa kagetnya Misya saat mengetahui kalau tubuhnya sedang di nikmati oleh seseorang.
NEXT
__ADS_1