Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Pergi ketukang Pijat


__ADS_3

Saat ini Gladissa keluar masih menggunakan piyama tidurnya,dengan rambut yang dicepol sembarangan,hingga memperlihatkan lehernya yang putih.


''Loh Dis, kok masih pakai piyama?emang hari ini loe free?''tanya Maya.


''Iya mba,karna lembur semalam jadi saya dan Wati dikasih cuti sama pak Alex.''ucap Gladis.


''Wah,enak dong dikasih cuti dihari minggu, jadi bisa jalan-jalan.''sambung Vega.


''Enak apanya,badan saya pada pegal semua ini,tadi malam rame banget pengunjungnya.''ucap Gladis.


''Oya Ve,kamu kenal sama tukang pijit gk?kayaknya badan saya pegal semua ini,mungkin kalau dipijit bakal enakan kali.''ucap Gladis


''Ada mbok Surti,langganan ibu gue,nanti gue coba telponin deh kira-kira dia bisa gk kalau disuruh kesini.''ucap Vega.


''Iya,tolong ya Ve soalnya pegal banget ini.''ucap Gladis lagi.


Saat mereka sedang asik mengobrol terdengar suara deheman seseorang dari arah belakang mereka.


Serentak mereka semua menoleh kearah sumber suara.


''Pak Alex,ucap mereka bersamaan termasuk Gladis.


Alex memperhatikan penampilan Gladissa dari atas sampai bawah.


''Kenapa kamu masih pakai piyama?cepat mandi sana!" ucap Alex.


''Loh tapi kak,maksud saya tapi pak Alex bilang kalau saya hari ini cuti,terus kenapa disuruh mandi.''ucap Gladis polos.


Vega dan yang lainnya terlihat menahan tawa saat mendengar jawaban Gladis.


''Memangnya seharian ini kamu gk mau mandi? jorok sekali kamu jadi perempuan.Mana ada cowo yang mau sama perempuan jorok.''tambah Alex lagi.


Gladissa yang mendengar celotehan Alex hanya mendengus kesal.


Sedangkan semua orang menatap tak percaya pada bosnya itu,bukan karna ucapannya, tapi mereka merasa heran sejak kapan bos galak mereka yang selalu irit bicara dan dingin itu bisa berceloteh sepanjang itu,benar-benar sebuah sejarah pikir mereka.


Alex yang baru menyadari nya terlihat kembali pada mode datarnya lalu segera beranjak keruangannya,namun sebelum Alex melangkah,ia kembali menatap kearah Gladis yang masih mematung ditempat.


''Cepat mandi habis itu segera keruangan saya!''ucapnya kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


Beberapa saat kemudian..

__ADS_1


Saat ini Gladissa sudah berada diruangan Alex, ia duduk di sofa sejak dua puluh menit yang lalu,namun Alex terlihat masih sibuk di depan laptopnya.


''Sebenarnya ada apa sih dia menyuruhku datang kesini, apa dia hanya ingin aku melihatnya bekerja didepan laptopnya itu sepanjang hari''gerutu Gladis.


Alex yang mendengar ucapan Gladis langsung menutup laptopnya,lalu melangkah menuju perempuan yang terlihat menekuk wajahnya itu.


''Ayo!" ajak Alex yang kini sudah berdiri dihadapannya.Membuat gadis itu seketika menatap kearahnya.


'' Kita mau kemana kak?''tanya Gladissa.


''Sudah ikut saja!" ucap Alex sambil melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan,lalu membukanya.Dengan malas akhirnya Gladis pun terpaksa mengikuti Alex keluar dari ruangan tersebut.


*


*


*


Saat ini kedua orang yang berbeda jenis kelamin itu sedang berdiri di pintu masuk sebuah tempat pijat tradisional.Dan kebetulan tempat pijat ini adalah langganan mamanya Rina,setiap sebulan sekali pasti Rina mengunjungi tempat ini.


''Kita mau ngapai kesini kak?''


''Mau nonton.Ya tentu aja mau pijat dong Sasa,emang kamu gk liat tuh tulisannya.''ucap Alex gemas.


''Aaaww,,kok ditarik kak,sakit tau.''ucap nya sambil mengelus hidung yang memerah.


''Habisnya kamu lemot sekali ,,ini tu jelas-jelas pijat khusus wanita jadi ya kamu yang mestinya dipijat masa aku.''jelas Alex.


Tadi aku sempat dengar kamu bicara tentang tukang pijat sama temanmu itu,jadi yasudah ku ajak aja kamu ketempat ini.''ucap Alex.


Seketika Gladis mengembangkan senyumnya,ia tak menyangka ternyata Alex masih begitu perduli padanya.


''Ayo masuk!" ajak Alex yang diangguki oleh Gladissa.


Satu jam kemudian,Gladissa sudah selesai di pijat,kini badannya terasa lebih enteng.


''Kak,''sapa Gladissa dengan wajah yang lebih fres.


''Sudah?''tanya Alex,dan Gladisaa pun mengangguk.


Setelah membayar mereka pun beranjak keluar dari tempat itu.

__ADS_1


''Gimana kalau kita cari makan?aku lapar,soalnya tadi hanya minum teh saja''ucap Alex.


''Oh, yasudah ayo! lagian kenapa kaka hanya minum teh saja tadi?


''Ya karna belum lapar.''jawab Alex,kini mobilnya sudah berbelok disalah satu rumah makan.


Setelah memarkirkan mobilnya Alex langsung turun disusul oleh Gladissa dibelakangnya.


kini mereka sudah duduk disalah satu meja,yang ada didekat jendela.


''Kak gimana kabar Misya?''tanya Gladis.


Namun Alex hanya menjawab dengan mengedikan bahunya.Membuat Gladis mengerutkan kening.


''Maksud kaka apa coba?ditanya kok jawabnya gitu.''ucap Gladis mencebik.


''Ya mana aku tau Sasa,lagi pula sekarang dia tidak tinggal dirumahku lagi.Jawab Alex.


''Hah? maksudnya apa sih?aku semangkin gk ngerti deh?''ucapnya bingung.


''Sasa asal kamu tau,sekarang aku sama Misya sudah tinggal terpisah.''jelas Alex.


''Tinggal terpisah? kok bisa?memangnya kalian lagi ada masalah apa?''tanya Gladissa penasaran kenapa mereka bisa sampai pisah rumah, apa berarti masalahnya terlalu berat,pikirnya.


''Sudahlah sebaiknya kita tidak usah membahas masalah itu.''ucap Alex.


Tak berapa lama,makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang.


***


Ditempat lain,saat ini Misya sedang duduk disebuah cafe bersama dengan Brayen.Mereka sedang menikmati cake ditemani dengan teh hangat.


''Misya bagai mana kabarmu,dan juga calon anak kita?''tanya Brayen.Karna sejak tadi mereka hanya saling diam,bahkan saat Brayen menjemput Misya dikediamannya.


Misya hanya berdecak menanggapi ucapan Brayen.Namun bukan Brayen namanya kalau tidak bisa membuat luluh wanita yang ada didepannya saat ini.


''Misya dengar! aku serius padamu,dan aku benar-benar sudah jatuh cinta denganmu,jika kamu memberikanku kesempatan aku janji akan menuruti semua yang kamu katakan,dan aku juga berjanji tidak akan jadi playboy lagi.''ucap Bayen sungguh-sungguh.


Misya menatap mata hazel milik Brayen untuk mencari kebohongan disana,namun ia sama sekali tak menemukannya,tatapan mata Brayen begitu lembut padanya,akankah Misya mampu membuka hatinya untuk pria yang ada dihadapannya saat ini,untuk menggantikan posisi Alex dihatinya yang sudah terpatri selama bertahun-tahun.


Entahlah, rasanya dia juga belum bisa untuk sepenuhnya percaya pada Brayen,seorang pemuda yang sering berganti pasangan,namun kabar terakhir yang dia dengar dari temannya yang sering nongrong di club milik Brayen ,sudah hampir satu bulan ini temannya itu tak pernah melihat Brayen membawa wanita,tepatnya wanita yang biasanya sering ia ajak kencan.Mungkinkah Brayen memang sungguh-sungguh berniat untuk berubah?entahlah hanya dia dan Tuhan lah yang tau.

__ADS_1


Sementara di dalam butik,tepatnya di ruangan milik Kinara saat ini Bisma sedang mendengarkan cerita kekasihnya itu dari awal hingga akhir tanpa ingin memotong sedikit pun.Dan jujur saja,saat ini Bisma begitu terkejut saat mendengar berita ini dari Kinara.


BERSAMBUNG


__ADS_2