Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Jadian


__ADS_3

Desta terus menatap tanpa berkedip pada Naomi yang saat ini hanya menggunakan hot pans dengan atasan tangtop tali spaghetti.


''Kenapa kamu berpenampilan seperti itu didepan saya?memangnya kamu tidak takut?saya lelaki normal lho,gimana kalau saya khilaf?''ucap Desta asal,ia tak tau lagi harus berkata apa,rasanya tiba-tiba hawa diruangan tersebut terasa panas,padahal AC diruangan itu dalam keadaan menyala.


''Memangnya kenapa dengan penampilanku?dirumah aku juga biasa berpenampilan seperti ini.''jawab Naomi enteng.


''Emangnya papamu tidak melarangmu menggunakan pakaian ini saat dirumah? ini tu terlalu sek*si Naomi.''jawab Desta yang akhirnya menyampaikan rasa tidak sukanya dengan penampilan Naomi saat ini.


Naomi tersenyum saat mendengar ucapan Desta,karna secara tidak langsung Desta sudah perduli padanya.


''Kenapa kamu senyam-semyum seperti itu sudah tidak waras ya?


''Ih, kamu itu benar-benar ya!" ucap Naomi yang merasa geram,saat ia hendak memukul Desta dengan bantalan sofa, tiba-tiba kakinya tersandung kaki meja,dan akhirnya Naomi pun terjatuh tepat diatas tubuh Desta.


Mata keduanya membelalak saat bibir mereka saling menempel satu sama lain.Saat Naomi ingin menarik tubuhnya tiba-tiba Desta menahan tengkuk nya,entah apa yang ada dipikiran Desta saat ini,yang pasti sekarang keduanya saling membalas ciu*man satu sama lain,bahkan Naomi lah yang terkesan mendominasi.Selama dua menit mereka saling mencecap,hingga saat keduanya merasa sudah kehabisan nafas barulah ciu*man itu terlepas.


''Naomi, maaf saya...,''


''Desta aku mau kamu jadi kekasihku!'' ucap Naomi,membuat Desta mengedipkan matanya beberapa kali.


''Desta ih,kok bengong?kamu mau kan jadi pacarku?''tanya Naomi,namun Desta masih diam,ia terlalu shock dengan apa yang ia dengar barusan,apakah saat ini dirinya telah ditembak seseorang?


''Desta iihhh,,''rengek Naomi karna belum menjawab pertanyaannya.


''Kamu bilang apa barusan?''ulang Desta.


''Aku bilang aku mau kamu jadi pacar aku! kamu maukan?''tanya Naomi penuh harap.


Desta tersenyum,wanita didepannya ini sangat unik menurutnya selain itu juga sangat agresif.

__ADS_1


''Kok senyum?mau apa enggak?''tanya nya lagi.


''kok terkesan maksa banget ya,''ucap Desta bermaksud menggoda Naomi.


''Ck,.yasudah kalau tidak mau.''ucap Naomi yang hendak beranjak dari sofa tersebut,namun sebelum ia melangkah tiba-tiba tangannya ditarik oleh Desta hingga ia kembali terjatuh dan kali ini tepat dipangkuan Desta.


''Iya aku mau.''jawab Desta membuat senyum Naomi seketika mengembang.


''Terimakasih sayang,''ucap Naomi yang kembali menyerang bibir Desta dengan rakus,hingga membuat Desta kewalahan mengimbanginya.


''Naomi jangan seperti ini!" ucap nya setelah ciu*man mereka terlepas.


''Kenapa sayang hm?''ucap Naomi sambil memeluk tubuh Desta dengan posisi Naomi yang masih berada dipangkuannya.


Desta mengacak rambutnya frustasi,kalau seperti ini bisa-bisa anak orang bakal habis ia buat.


''Aku pulang ya?ini sudah malam,gk enak kalau sampai ada yang liat.''


''Iya,yasudah aku balik dulu.''ucap Desta sambil mengacak gemas rambut Naomi.


Kini Desta sedang dalam perjalanan menuju pulang,sepajang jalan ia terus tersenyum,Desta sama sekali tidak menyangka kalau Naomi bisa memintanya untuk menjadi kekasihnya,benar-benar wanita yang sangat langka,kalau wanita lain mana mau seperti itu,walaupun mereka menyukai seseorang pastinya akan menunggu sang pria yang mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu,tapi tidak dengan Naomi, wanita ini justru langsung meminta nya untuk jadi kekasihnya.


Saat ini Desta memang belum mencintai Naomi,bahkan dihati pria itu juga masih ada nama wanita lain,namun ia akan mencoba untuk membuka hatinya pada Naomi yang sekarang adalah kekasihnya,mungkin perlahan ia bisa melupakan cintanya pada Gladis,dengan cara membuka hati untuk wanita lain,karna ia juga ingin merasakan kebahagiaan sama seperti pasangan yang lain.


*


*


*

__ADS_1


Sedangkan di salah satu apartemen terdengar suara-suara yang indah yang saling bersahutan bagaikan alunan melodi,namun bagi orang lain yang mendengarnya itu adalah suara yang sangat mengganggu.


''Sayang,kapan rencananya kalian akan bercerai?rasanya aku sudah tidak sabar untuk menikahimu.''ucap sang pria,setelah selesai dengan kegiatan panas mereka.


''Mungkin setelah anak kita lahir,soalnya papa bilang wanita yang sedang mengandung tidak boleh bercerai.''jelas wanita tersebut,yang tak lain adalah Misya dan Brayen.


Memang setelah Misya tidak tinggal lagi bersama keluarga Alex ia kerap berhubungan dengan Brayen,awalnya Bagas tidak suka kalau Misya terlalu sering pergi dengan Brayen karna selain mereka belum ada ikatan, Misya juga belum bercerai secara resmi dengan Alex,bagai mana jika nanti ada orang yang melihat,pasti mereka berpikiran yang macam-macam,namun Yanti selalu meyakinkan pada suaminya itu kalau semua yang dipikirkan oleh suaminya itu tidak akan terjadi.


''Sayang apa kamu sudah tau kalau hari minggu besok Alex dan Gladis akan menikah?''tanya Brayen sambil memainkan salah satu buah kembar milik Misya yang berada dibalik selimut.


''Tau,bahkan mas Kia sendiri yang memberitahukannya padaku lewat sambungan telpon,dan ia juga memintaku untuk hadir dipernikahan mereka sebagai saksi kalau aku sudah menyetujui mas Kia untuk berpoligami.''jelas Misya,entah kenapa da da nya terasa sesak saat ia mengucapkan kalimat poligami tersebut,mungkin karna dirinya masih belum rela untuk melepas Alex untuk wanita lain.


Brayen yang mengerti perasaan Misya segera membawa wanita itu dalam pelukannya,meskipun sebenarnya Brayen tau kalau dihati Misya masih ada Alex,ia tak merasa sakit hati,justru itu sebuah tantangan untuknya,kalau dia akan terus berusaha bagai mana pun caranya ia akan merebut hati Misya,itu tekatnya.


Sedangkan dirumah kediaman orang tua Misya,saat ini Yanti dan Bagas sedang membahas masalah pernikahan Alex dan Gladis yang akan dilangsungkan dua hari lagi.


''Pokoknya mama tidak akan datang kepernikahan gk penting itu.''ucap Yanti


''Mah,mama jangan gitu dong,walau bagai mana pun bukan Alex yang salah, tapi anak kita.''ucap Bagas yang mencoba memberi pengertian pada istrinya.


''Bagi mama, ini semua tetap salah Alex, kalau saja dia mau mencoba mencintai Misya,maka Misya tidak akan sampai berselingkuh seperti itu,kalau papa mau datang kesana datang saja,tapi mama tidak akan ikut.''ucap Yanti keukeh.


Telihat Bagas menghela nafas kasar,istrinya ini nemang keras kepala,sama seperti anak mereka Misya.


''Terserah mama saja,papa mau keatas dulu.''ucap Bagas sambil beranjak menuju kamar milik mereka.


''Enak saja,,setelah menendang putriku keluar mereka akan melangsungkah pernikahan Alex,itu tidak akan ku biarkan terjadi.''


Batin Yanti,dengan amarah dihatinya.

__ADS_1


TBC..


__ADS_2