Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Rumit


__ADS_3

Misya menggeram,saat Brayen kembali mengingatkan tentang kejadian malam itu,malam yang penuh dengan suara-suara lenguhan dan erangan mereka.


Tidak di pungkiri, bagi Misya,Brayen memang lelaki yang sangat hebat di atas ranjang,tapi sehebat apa pun dia,bagi Misya Alex lebih dari segalanya,meskipun saat ini Misya benar-benar sangat kecewa dengan ucapan Alex namun rasa cinta masih terlalu besar untuk suaminya itu.


''Anda salah besar tuan,suami saya jauh lebih istimewa dibanding anda,jadi jika anda mengira saya sangat terlena dengan permaian itu,maaf anda salah besar.''ucap Misya sambil melangkah keluar dari club tersebut.


Brayen terus menatap punggung Misya yang kian menjauh,hingga hilang dibalik kerumunan pengunjung.


''Menarik! sepertinya dia tipe wanita setia,baiklah nona kita akan buktikan seberapa kuat kau bisa menahan pesonaku.''


Batin Brayen.


Walau pun Payboy, namun sebenarnya Brayen bukanlah tipe laki-laki yang suka merebut istri orang,namun setelah mendengar pernyataan Alex sebelum-sebelumnya,yang mengatakan kalau ia menikah karna terpaksa dari situlah Brayen memutuskan untuk mencari info lebih banyak lagi tentang Misya,apa lagi tadi Brayen sempat di remehkan oleh Misya,itu membuatnya lebih tertantang untuk menakhlukan hati Misya.


***


''Kenapa aku harus bertemu dengan nya,bagai mana jika dia sampai menemui Kia dan bilang kalau dialah yang merenggut keperawananku,bisa-bisa Kia marah besar padaku,oh...tidak! tidak! jangan sampai itu terjadi.''gumam Misya sambil terus melajukan kerdaraannya menuju kediaman orang tuanya.


Misya memang memutuskan untuk menginap dirumah orang tuanya malam ini,karna rasanya Misya masih malas bertemu Alex,setelah kejadian tadi.


Setelah memarkirkan mobilnya Misya langsung melangkah menuju kediamannya.


Ting-tong ting-tong...


Misya terus menekan bel berulang-ulang,dengan tidak sabar.


''Ck mana sih si bibik lama banget bukain pintunya.''gerutu Misya yang masih terus mengulang aktivitasnya,bahkan sesekali ia menggedor pintu rumah tersebut dengan keras.


Tak lama terlihat pintu dibuka dari dalam oleh Art rumah mereka.


''Eehh,,non Misya rupanya kirain siapa yang mencet belnya sampai seperti itu.''ucap Art tersebut.


''Habisnya bibik lama bukanya, ngapain aja sih?!" ucap Misya ketus sambil kakinya melangkah masuk .


''Maaf non tadi bibik lagi dikamar mandi,''jawabnya.


''Mamah mana bik?


''Nyonya pergi non sama tuan dan belum pulang sampai sekarang.''jawabnya lagi.


''Oh,baiklah!" jawab Misya lalu ia kembali melangkah menuju kamarnya sebelum ia menikah dengan Alex.


***

__ADS_1


Keesokan harinya,dikediaman keluarga ALEXANDER.


Pagi-pagi sekali suasana dirumah itu sudah ramai,karna kedua orang tua Alex sudah pulang dari luar kota pagi tadi,dan kebetulan kakek Arya juga kembali berkunjung kerumah mereka.


Alex baru saja keluar dari kamarnya,ia mempercepat langkahnya karna penasaran dengan suara ribut-ribut dibawah.


''Nah itu Kiano,sini sayang!" panggil Rina begitu melihat Alex yang sedang menuruni anak tangga.


Saat ini mereka sedang duduk diruang tamu.


''Mama dan papa kapan pulang?''tanya Alex sambil melangkahkan kakinya menuju dimana mereka saar ini sedang berkumpul.


''Oh,jadi kakek gk ditanya nih?''sindir kakek berpura ngambek.


''Maksud saya kakek juga,''tambah Alex lagi.


Kakek Arya tersenyum pada Alex,ia tau walaupun cucunya itu pendiam,tapi kakek Arya tau, Alex sangat sayang padanya dan ia juga akan melakukan apapun untuk nya,kecuali masalah kerjaan,dan kakek tak akan memaksa Alex, jika memang cucunya itu tak ingin meneruskan usaha nya,ya..walaupun sebenarnya dirinya sangat ingin Alex lah yang nanti bisa menggantikan orangtuanya.


''Kami baru kembali pagi ini sayang,kebetulan kakek juga ingin ikut,dan alhamdulillah urusan disana juga sudah selesai,ya kan pah?''tanya Rina meminta dukungan sang suami.


''Iya.''jawab Jo singkat,sangat terlihat raut wajah lelah pada Jonathan.


''Pah,sebaiknya papa istirahat! sepertinya papa lelah.''ucap Alex.


''Baiklah aku keatas dulu,pah Jo keatas dulu ya?''pamit Jonathan.


''Iya-iya nak, istirahatlah papa tau kamu sudah bekerja dengan keras dalam minggu ini.''jawab kakek Arya.


Dan Jonathan pun bangkit dari duduknya lalu melangkah menaiki anak tangga.


''Sebentar lagi mama nyusul yah!" ucap Jo, yang masih terdengar oleh semua orang yang sedang berkumpul.


''Iya pah.''jawab Rina.


''Oy Ki, Misya emangnya belum bangun kok dia gk ikut turun sama kamu?''tanya Rina sambil menyeruput teh hangatnya.


''Misya tidak ada dirumah? apa semalam dia tidak pulang kerumah.''


Batin Alex.


''Alex kenapa kamu diam saja?mamamu sedang bertanya pada mu itu.''ucap kakek ,karna melihat sang cucu sepertinya sedang melamun.


''Itu,,saya....

__ADS_1


''Aku disini kek!" jawab Misya yang tiba-tiba sudah berada diambang pintu.


Semua mata tertuju keasal suara termasuk Alex.


''Loh,kamu dari mana Sya?kok dari luar?''tanya Rina penasaran.


''Sebenarnya tadi malam aku pulang kerumah mama dan papa aku mah,soalnya tiba-tiba saja aku kangen mereka,mas Kia juga tau kok,ya kan mas?''tanya Misya sambil menatap wajah Alex.


''I iya.''jawab Alex terbata.


''Kakek apa kabar?''tanya Misya sambil salim pada kakek Arya.


''Kakek baik sayang.''jawabnya.


Skip


***


Saat ini dikamar nya Alex sedang bersiap untuk pergi ke cafe,begitu juga Misya,saat ini dirinya sedang duduk di depan cermin untuk memoles wajahnya dengan bedak tipis dan juga alat tempur lainnya.


''Kamu dari mana semalam?''tanya Alex,karna memang Alex tidak tau kalau Misya tidak pulang kerumah mereka.


Tadi kan sudah aku jelasin mas,aku habis nginap dirumah mama, maaf kalau tidak bilang kamu,soalnya waktu itu kamu tidurnya nyenyak banget,jadi gk tega untuk banguninnya.''jawab Misya beralasan.


Alex terus memperhatikan Misya yang terlihat biasa-biasa saja seperti tidak terjadi suatu apapun.


''Kenapa dia bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.''


Ucap batin Alex.


''Yuk mas berangkat,aku sudah siap.''ucap Misya yang membuyarkan lamunan Alex.


Alex mengangguk sebagai jawaban.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju butik, sepanjang jalan mereka hanya diam,Misya yang biasanya bayak bicara kini menutup rapat mulutnya,dan lebih bayak memandang kesamping sambil menatap bangunan-bangunan yang menjulang tinggi.


Sedangkan Alex lebih memilih fokus pada setir mobil dan juga jalan yang ada didepannya,sesekali ia juga sempat melirik kearah Misya.


Tak terasa kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan butik,perlahan Alex menghentikan mobilnya.


''Makasih ya mas.''ucap Misya setelah turun dari mobil.


Alex menghembuskan nafas berat,tadinya ia berpikir kalau Misya akan berteriak dan marah pada nya soal masalah kemarin,tapi nyatanya Misya hanya diam bahkan dirinya tak mengungkit kejadian itu sama sekali.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2