
Setelah puas berbincang dengan Kinara,Desta memutuskan pergi ke Cafe, untuk menemui sepupunya itu.
''Yaudah kalau begitu saya,pergi dulu ya Kin?''ucap Desta pada Kinara.
''Ingat ya Des,kamu jangan godain si Kia,gak usah ngajakin dia ribut deh,,kamu tau kan dia orangnya gimana??''ucap Kinara yang sedikit khawatir,karna dia tau kalau adik sepupunya yang satu ini terlalu usil,dan sering membuat Alex geram.
''Tenang saja, ok!'' ucap Desta yang menyatukan jari telunjuk dengan jempolnya membentuk lingkaran bulat.
''Yasudah aku balik ya,''ucap Desta sambil melahkah keluar.
''Semoga Desta tidak membuat masalah dengan Kia,''gumam Kinara.
Saat Desta keluar dari ruangan Kinara,ia bertemu lagi dengan Gladissa dan Lastri yang sedang menata Aksesoris di lemari kaca, kali ini ia melewati kedua gadis itu tanpa menyapa mereka.
Lastri melirik kearah Gladissa dan memberitahunya dengan bahasa mata,Gladis yang mengerti mengikuti arah pandang temannya itu, setelah mengerti apa yang dimaksud Lastri,, Gladissa hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam akhirnya Desta sampai di Cafe milik sepupunya tersebut.
Sesudah memarkirkan mobilnya Desta langsung memasuki cafe tersebut.
Mata Desta menyapu seluruh ruangan cafe untuk mencari sosok Alex, dan akhirnya ia menemukannya.
"Alex," panggil Desta, yang seketika membuat Alex menoleh kearahnya.
"Desta,"gumam Alex, sambil menatap sosok lelaki yang saat ini ada didepannya.
"Haaii apa kabar, lama kita tidak bertemu, sepertinya cafe milikmu semangkin ramai saja." ucak Desta sambil memperhatikan sekeliling.
Sejak kapan kamu kembali dari KL ?''tanya Alex.
Sudah dari beberapa hari yang lalu,dan rencananya aku akan menetap disini untuk membantu paman mengelola perusahaan kakek,''jelas Desta.
Alex mengangguk faham.
''Saya dengar kamu akan segera menikah dengan Misya apa itu benar?''tanya Desta sambil mengunyah cemilan yang ada dihadapannya.
''Ternyata gosip cepat menyebar,''ucap Alex.
''Tapi sepertinya itu bukan gosip murahan,''sambung Desta lagi.
Alex menatap Desta dengan tajam,namun bukannya takut ,Desta malah terkekeh menanggapinya.
***
Seminggu kemudian..
Kini Misya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
Saat ini Misya sudah berada dikamar miliknya.
''Rasanya sangat nyaman,oya ma,terus kapan rencananya aku dan Kia akan bertunangan? dan apa mama yakinkan kalau Kia memang sudah setuju?''tanya Misya ragu.
__ADS_1
''Nanti mama akan bicara lagi pada Kiano dan mama pastikan dia akan menerimamu,''ucap Yanti yakin.
''Sepertinya mama yakin banget?emang mama mau ngomong apa sama Kia hingga mama yakin dia bakal setuju dengan pertunangan ini?''tanya Misya penasaran.
''Kamu tidak perlu tau sayang, mama akan melakukan apapun agar anak mama ini bahagia,''ucap Yanti sambil membelai wajah Misya.
''Makasih ya ma? aku seneng banget mendengarnya!" ucap Misya sambil memeluk ibunya.
''Nanti malam mama akan menemui Kia di cafenya,''ucap Yanti.
''Untuk??''tanya Misya penasaran.
''Ya untuk membicarakan pertunangan kalian sayang,,''ucap Yanti sambil mencubit gemas hidung putrinya itu.
''Iihh,,mama sakit tau,,''ucap Misya cemberut.
''Yaudah kamu istirahat ya, mama mau kedepan dulu,''ucap Yanti sambil berlalu.
Setelah kepergian ibunya, Misya membaringkan tubuhnya diatas kasur, dan dengan perlahan ia mengangkat kakinya,walau dengan sedikit meringis.
DITEMPAT LAIN..
Kinara sedang memperhatikan pekerjaan para pegawainya,dan kini pandangannya tertuju pada sosok gadis imut,yaitu Gladissa.
Kinara tersenyum saat memandang gadis itu,dimatanya Gladissa adalah gadis yang pintar dan mudah berbaur bersama teman barunya.
Jam sudah menunjukan pukul enam sore,para pegawai Toko sedang bersiap untuk pulang.
''Gladis,panggil Kinara.
Gladissa yang masih didepan pintu segera menoleh kearah suara tersebut.
''Mba Kinara? iya Mba ada apa?''tanya Gladis sambil kakinya melangkah menuju Kinara.
''Sedangkan Lastri memilih untuk pulang sendiri.
''Dis aku diluan ya!" ucap Lastri yang diangguki oleh Gladis.
''Dis aku mau ajak kamu makan di cafe Kia kamu maukan?''tanya Kinara.
''Baiklah Mba,dengan senang hati,''ucap Gladissa.
''Yasudah,yuk!" ajak kinara sambil melangkahkan kakinya,lalu disusul oleh Gladis dari belakang.
Kini Kinara dan Gladis sedang berada didalam mobil,dan akan langsung menuju cafe milik Alex.
''Apa kamu sudah tau kalau Misya sudah keluar dari rumah sakit?''ucap Kinara.
''Benarkah, syukurlah berarti kakinya sudah membaik,''ucap Gladis.
''Iya,cuma dokter bilang masih harus tetap sering kontrol dirumah sakit minimal sebulan sekali,''jelas Kinara.
__ADS_1
Gladissa mengangguk faham.
''Eemm,,oya Mba apa benar kalau Misya akan bertunangan dengan adiknya Mba Kinara?''tanya Gladis hati-hati.
Kinara menatap Gladissa sekilas,lalu pandangannya kembali lurus kedepan.
''Kamu kata siapa?''tanya Kinara.
''Misya yang bilang waktu kemarin aku jenguk dia dirumah sakit.''ucap Gladis.
''Entahlah Aku juga belum tau pasti. tentang masalah pertunangan itu Dis.''jelas Kinara.
''Apa kamu senang jika Misya bertunangan dengan Kiano Dis?'' tanya Kinara sambil melirik Gladis.
Gladis merasa bingung dengan pertanyaan Kinara,kenapa dia mesti bersedih? ya tentu saja dia akan ikut senang0 jika melihat temannya bahagia, tidak ada alasan yang membuatkan bersedih jika Misya bertunangan,kecuali tunangan Misya adalah kekasihnya.
''Tidak ada alasan untuk membuatku bersedih atas pertunagan Misya Mba, kecuali Tunangannya itu adalah kekasihku.''ucap Gladis sambil terkekeh.
Tak terasa kini mobil Kinara sudah sampai di cafe Alex.
''Yuk turun,''ucap Kinara sambil membuka pintu mobilnya.
Setelah keluar dari mobil, mereka langsung masuk menuju cafe tersebut.
Mata Kinara menyapu seluruh ruangan,mencari sosok Bisma dan Alex.
''Dimana mereka?kok gk kelihatan,''gumam Kinara.
'' Mba Kinara Lagi cari siapa ?''tanya Gladis saat melihat Kinara seperti sedanh mencari sesuatu.
''Oh, hanya lihat Bisma kok sepertinya dia tidak ada,'' ucap Kinara.
''Duuh,,sepertinya ada yang kangen nih,''sindir Gladis.
Kinara hanya tersenyum mendengar godaan Gladis.
''Yuk kita duduk disebelah situ aja!" ucap Kinara sambil melangkah menuju meja yang ia maksud.
SEMENTARA DI MEJA LAIN..
''Ada apa tante yanti ingin bertemu dengan saya?''tanya Alex langsung.
''Kia,santai aja! tante baru sampai lho,apa kamu tidak ingin mempersilahkan tante makan dulu?''ucap Yanti dengan gaya yang membuat Alex muak.
''Baiklah silahkan tante nikmati makanannya saja dulu,nanti saya akan kembali lagi setelah tante selesai!" ucap Alex yang sudah berdiri dari kursinya.
Melihat Kia yang berdiri dari kursinya Yantipun langsung bersuara.
''Kiano, kamu sudah memutuskannya kan?''tanya Yanti.
''Maksud tante?''tanya Alex berpura tidak tau.
__ADS_1
''Jangan berpura lupa kamu, dengar ,,tante kesini ingin membicarakan tentang masalah pertungan yang kemarin tante bilang sama kamu, dan tante tidak ingin mendengar penolakan!" ucap Yanti sambil menatap Alex.