
Saat ini Misya baru saja sampai di Apartemen miliknya dengan menggunakan Taksi.
''Yaahh,, Batrenya Lobet lagi,gerutu Misya.
Sambil menunggu batre handponenya terisi penuh,Misya segera berlalu untuk membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian Misya keluar dari kamar mandi.
''Ya Allah,, aku lupa kasih tau Gladis kalau kami pulang lebih awal, padahal tadi Kak Bisma sempat peringatin waktu di mobil.'' gumam Misya.
Akhirnya Misya pun mengambil ponselnya yang masih dalam pengisian batre,yang mungkin sudah terisi setengah.
Saat ia mengaktifkan ponselnya banyak sekali Notifikasi yang masuk ke ponselnya.
''Tukaan,, banyak banget pesan yang masuk, dari Gladis juga ada,''gumam Misya.
Misya:''Dis maaf ya baru bisa kasih kabar, Handpone gue soalnya mati dari kemarin, ini aja gue baru balik dari Rumah Sakit, oya maaf juga karna gk kasih tau loe kalau kami pulang lebih awal.
''Alhamdulillah Kakek Arya keadaannya udah lebih baik kamu tidak perlu khawatir!"tulis Misya dalam pesannya.
Tak berapa lama pesan dari Gladis pun masuk.
Gladissa:''Iya gpp aku ngerti kok, syukurlah kalau keadaan kakek sudah membaik,yaudah kalau gitu kamu istrahat aja aku tau kamu pasti lelah.''tulis Gladis.
Misya:''Iya maksih ya Dis,atas pengertiannya.'' tulis Misya
Gladissa:''Sama-sama.''😊
Setelah tadi berbalas pesan dengan Gladis, Misya segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya yang sudah beberapa hari ini ia tinggalkan.
''Rasanya lelah banget,''gumam Misya sambil menutup matanya.
KEESOKAN HARINYA..
Seperti biasa, setelah libur kerja selama tiga hari kini Gladissa sudah mulai bekerja di Butik milik Mba Sari lagi.
''Duuhh,, enaknya yang habis liburan,''sindir Nora
''Bukan liburan Kak, tapi ambil cuti.''ralat Gladissa.
''Sama aja kali Dis,kan libur juga namanya,lagi pula itukan bonus cuti kamu yang kemarin belum kamu gunakan,karna sudah berhasil kejar target penjualan.''ucap Nora mengingatkan.
__ADS_1
''Hehe,,iya Kaka.''ucap Gladissa sambil tersenyum.
''Oya liburan Tahun Baru rencananya kamu mau kemana Dis?''tanya Nora.
''Belum tau Kak, lagi pula aku belum memiliki rencana apa-apa.''ucap Gladis.
''Gitu ya,kalau aku rencananya mau libura ke Kota kelahiran Suamiku yang ada dikota P.'' ucap Nora.
''Kakak si enak udah punya suami ,jadi gak perlu repot mikirin liburan,tinggal pulang kampung aja,''ucap Gladissa sambil terkekeh pelan.
''Yee,, itu namanya bukan liburan dalam arti sebenarnya kali Dis,''ucap Nora.
''Sama aja kali Kak,kan sama-sama libur.''tambah Gladissa lagi.
''Iya-iya deh kamu menang.''ucap Nora sambil tersenyum,yang dibalas kekehan oleh Gladissa.
Setelah sempat ngobrol,mereka melanjutkan kembali pekerjaannya.
DITEMPAT LAIN..
Setelah kedatangan Jonathan kerumah sakit,akhirnya Kinara dan Alex segera pulang kerumah mereka.
Pak Tarno yang mendengar suara klakson mobil segera membukakan pintu gerbang, setelah gerbang dibuka, Alex langsung menjalankan mobilnya menuju Garasi mobil.
''Loh,Bisma belum ambil motornya ya?'' ucap Kinara setelah turun dari mobil.
''Sepertinya begitu,'' ucap Alex singkat.
''Ni anak juga baru chat aku, besok dia minta aku buat bawa motornya kalau pergi ke Cafe.'' ucap Alex.
''Terus kamu mau pake Motor besok ke Cafe?''tanya Kinara.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Kinara,, justru Alex hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.
Kinara yang sudah terbiasa dengan jawaban adiknya itu hanya menggeleng pelan.
Setelah membersihkan diri,Kinara segera naik ketempat tidurnya,rasanya tubuhnya sangat lelah karna menempuh perjalanan yang cukup panjang tadi.
''Oiya, apa Misya sudah memberitau Gladis ya, tentang kepulangan kami yang lebih awal.''gumam Kinara.
Kinara hendak menghubungi Misya untuk menanyakan hal tersebut namun setelah melihat jam dinding dikamarnya ia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
''Udah jam sepuluh,mungkin Misya udah tidur, udahlah besok aja tanya di Butik.''gumam Kinara.
Seminggu sudah berlalu, kondisi Kakek Arya juga semangkin membaik,rencananya hari ini Kakek Arya akan pulang kerumahnya,sebenarnya Orangtua Alex sudah berulang kali meminta Kakek Arya untuk tinggal dirumah mereka karna merasa khawatir melihat nya tinggal sendirian dirumah sebesar itu, sebenarnya bukan sendirian, karna dirumah itu juga banyak yang menjaganya seperti para pelayan yang sudah bertahun-tahun bekerja pada Kakek Arya,, bahkan ada juga yang sedari kecil.
Mereka sangat bersedia untuk menjaga Tuan mereka,, karena mereka merasa sangat berhutang budi dulu pada sang kakek, namun tetap saja kedua orangtua Alex akan lebih tenang jika Orangtuanya tinggal dalam pengawasan mereka.
Namun Kakek Arya terap tidak mau,beliau beralasan disana adalah rumahnya,ia ingin tinggal dirumanya sendiri,karna dirumah itu banyak kenangan-kenangan bersama mendiang istrinya.
Dan akhirnya mau tak mau Jonathan dan juga Rina menuruti kemauan Ayahnya tanpa ingin berdebat lagi, karna percuma Kakek Arya sangat keras kepala sama seperti cucunya Alex.
***
Saat ini Gladis sedang berada diruangan Mba Sari,
''Maaf udah membuat kamu menunggu lama Dis,'' ucap Mba Sari.
''Gpp kok Mba, eemm,,, kalau boleh tau kira-kira ada apa ya Mba Sari memanggil saya?''tanya Gladis penasaran.
''Eemm begini Gladissa, sebenarnya Mba bersama suami Mba akan pindah keluar daerah, karna suami Mba dipindah tugaskan disana, jadi terpaksa Mba harus menjual Butik ini,sebenarnya Mba sudah memikirkan ini sejak jauh-jauh hari, rasanya Mba juga sayang untuk menjual Butik ini.'' ucap Sari yang menjeda kalimatnya ,sambil berjalan menuju kearah jendela.
Mba Sari menatap mobil yang lalu lalang dari kaca jendelanya, sambil menarik nafas dalam lalu membuangnya kasar.
''Mba tau kalian sudah bertahun-tahun bekerja sama Mba, Butik ini juga Mba merintisnya dari Nol,kamu juga tau itu,, kamu dan Nora adalah karyawan terbaik yang Mba punya, namun Mba juga gk punya pilihan Dis, sebagai seorang istri Mba harus mengikuti kemanapun suami Mba tinggal.'' ucap Sari yang masih menyayangkan keputusannya.
Gladis berjalan mendekati Sari, lalu memeluknya,yang dibalas oleh Sari.
''Saya mengerti kegundahan hati Mba,'' ucap Gladis setelah melepaskan pelukan mereka.
''Tapi Mba juga harus tetap semangat disana kan nanti Mba Sari bisa membuka Butik lagi dan memulainya dari awal, saya yakin Mba Sari pasti bisa.''ucap Gladis memberi semangat.
''Makasih ya Dis, kamu selalu mensupport Mba,''ucap Sari.
''Apa Kak Nora sudah tau hal ini?''tanya Gladis .
''Belum, rencananya setelah ini Mba baru akan memberitahunya.''ucap Sari.
''Oya Dis,kalau kamu mau kamukan bisa bekerja ditempat Kinara,soalnya kemarin waktu mereka liburan ke Kota ini, dia sempat memintamu pada Mba agar kamu bekerja diButik miliknya, hanya saja waktu itu Mba belum yakin untuk menjual Butik ini, kalau kamu mau Mba akan menghubungi Kinara sekarang.'' ucap Mba Sari.
''Saya akan coba pikirkan dulu Mba.
NEXT..
__ADS_1