
''Aku juga tidak tau yang,mama hanya bilang agar kita makan siang dirumah saat ini.''jelas Kinara sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
''Kalian sudah datang.''ucap Rina yang baru tiba dari arah dapur.
''Tante,''sapa Bisma,yang ditanggapi senyuman oleh Rina.
''Sebenarnya ada apa sih mah?sampe kami disuruh makan siang dirumah segala.''tanya Kinara.
''Tante makanannya sudah sele -,'' ucapan Gladis menggantung saat melihat Kinara dan Bisma diruang tamu.
''Loh Dis,kamu masih disini?''tanya Kinara sambil melirik mamanya.
''Iihh,,kamu kok gitu ngomongnya sama Gladis,mama itu sengaja minta Gladis tetap disini agar mama ada temannya saat masak.''jelas Rina.
''Biasanya juga sama bibik gk masalah.''gumam Kinara pelan,ia tau ini hanya modus mamanya agar bisa menahan Gladis lebih lama dirumah mereka.
''Oya tan,gimana kabar Alex?apa dia masih sakit?''tanya Bisma.
''Tanyakan saja pada Gladis!" ucap Rina,membuat pasangan itu kompak menatap ke arah Gladissa.
Sedangkan yang ditatap hanya menampilkan senyum canggung.
''Mama ini gimana sih, kan Bisma tanya sama mama,masa Gladis yang jawab.''protes Kinara.
''Mama belum ada liat Kia dari pagi sayang,tadi Gladis yang melihat keadaannya,makanya mama suruh Bisma tanya Gladis.''jelas Rina,dan keduanya hanya manggut-manggut.
Namun saat Gladis ingin menjawab, Alex sudah terlihat menuruni anak tangga.
''Nah itu orangnya.''ucap Rina saat melihat Alex menuruni anak tangga.
''Ayo kita makan!" ajak Rina sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan.
Sedangkan Alex masih menatap punggung Gladis yang kini menghilang dibalik tembok.
''Ternyata dia masih disini.''
Batin Alex,sambil mengembangkan senyumnya.Kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju meja makan.
''Banyak banget mah makanannya?''ucap Kinara sambil menarik kursi dihadapannya.
''Sengaja,lagian kan sekali-kali gpp,mumpung ada yang bantuin.''ucap Rina sambil melirik kearah Gladis.
Saat ini mereka berlima sedang menikmati makan siang bersama,terlihat senyum Rina terus mengembang.Hingga membuat Kinara tak tahan ingin mengoda ibu yang sudah melahirkannya itu.
''Mah,jangan senyum terus,nanti giginya kering lho.''ucap Kinara sambil cekikikan.
__ADS_1
Membuat semua orang kompak menatap kearahnya.
''Ck,kamu Kinara ada-ada saja.Mama itu cuma senang aja liat kita makan bareng seperti ini sudah seperti keluarga yang harmonis,andai papa juga ada disini.''ucap Rina sendu.
''Mama kangen sama papa? habis ini kan bisa telpon.''ucap Kinara menyarankan.
Rina hanya menganghuk sebagai jawaban.
Kini tatapan Rina beralih pada Alex dan Gladis yang saat ini sedang duduk berdampingan.
''Andai kalian berdua adalah suami istri,pasti mama akan sangat bahagia.''ucap Rina,yang seketika membuat mereka berdua tersedak makanannya.
Rina yang kaget,langsung mengambilkan air putih untuk keduanya.
''Tuh,mama sih keselek kan mereka.''ucap Kinara.sedangkan Rina mendelikan matanya pada Kinara.
''Sepertinya tante Rina ingin menyatukan kembali hubungan Alex dengsn Gladissa.''
Batin Bisma.Yang sejak tadi hanya menyimak interaksi Kinara dan mamanya.
***
Saat ini Kinara dan Bisma sedang berada didalam mobil bersama sang kekasih,mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.Karna tadi Bisma sempat mendapat telpon dari ibunya Dilla,bahwa sekarang Dilla sudah sadarkan diri dan ia ingin bertemu dengan Bisma.
Setelah mengendarai mobil selama hampir dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai dirumah sakit.
Saat Bisma hendak membuka pintu ruangan,ternyata pintu tersebut lebih dulu dibuka dari dalam oleh seseorang yang tak lain adalah ibunya Dilla.
Wanita paruh baya itu menatap kepada Bisma dan Kinara secara bergantian,sedetik kemudian wanita itu tersenyum.
''Masuklah!" ucap nya sambil memberi jalan pada kedua pasangan itu.
''Sayang Bisma sudah datang.''ucap ibunya Dilla.
Wanita yang masih terbaring itu tersenyum,kemudian membalikan tubuhnya menghadap Bisma.Namun seketika senyumnya luntur saat melihat Bisma tak datang sendirian,bahkan wajahnya semangkin terlihat tak bersahabat, saat melihat Bisma terus menggenggan tangan Kinara,dan Kinara sadar itu. Namun bukan Kinara namanya kalau bukan membuat ulah,ia sengaja bergelayut manja di lengan Bisma hingga membuat Dilla merasa geram.
''Bagai mana keadaanmu Dilla?''tanya Bisma.
''Seperti yang kamu lihat.''jawab Dilla sedikit ketus.
''Dilla kok ketus gitu ngomongnya? maaf ya nak Bisma,atas ucapan Dilla.''ucap ibunya yang merasa tak enak.
''Gpp kok tan, oya kenalkan ini Kinara calon istri ku.''ucap Bisma.
''Apa calon istri, jadi ucapan nya kemarin sungguh-sungguh,dan itu artinya tidak ada lagi kesempatan untukku.''
__ADS_1
Batin Dilla sedikit terkejut,namun ia berusaha untuk menutupinya.
''Oh,''jawab nya singkat.
''Baiklah kalau begitu kami permisi dulu tante dan Dilla,soalnya saya masih ada kerjaan.''ucap Bisma sopan.
''Iya nak Bisma,selaki lagi tante ucapakan tetima kasih karna kamu sudah mau membantu tante.''ucap ibu tersebut,sambil tersenyum pada pasangan yang ada dihadapannya saat ini.
***
Sedangkan ditempat lain,saat ini Alex dan Gladis juga baru sampai di cafe.
Sebelum turun Alex mengatakan sesuatu yang membuat hati Gladis menghangat.
''Aku mencintaimu Sa,dan aku akan kembali berusaha untuk memperjuangkanmu.''ucap Alex serius.
*
Tak terasa Jam sudah menunjukan pukul enam sore,suasana cafe juga terlihat semangkin ramai.Disalah satu sudut ruangan terlihat saat ini Desta sedang menikmati coffe latte miliknya sambil memperhatikan sang pujaan hati yang tengah sibuk melayani para tamu.
''Kak Desta, maaf ya baru bisa menemuimu.''ucap Gladis setelah selesai melayani tamu.
''Gpp kok Dis,aku maklum.''jawab nya sambil tersenyum.
Tak lama terlihat Alex keluar dari ruangannya bersama seseorang yang mungkin adalah patner kerjanya.
Mata Alex langsung tertuju pada wanita yang saat ini sedang duduk bersama dengan seorang pemuda yang statusnya adalah kekasihnya.
Alex menghela nafas kasar,rasanya ingin sekali ia menarik Gladis dari meja itu,namun apa lah daya,dirinya saat ini bukan lagi siapa-siapa wanita itu.
Dengan berat hati ia kembali keruangannya setelah tadi sempat mengantarkan rekannya keluar.Kini jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,dan waktunya Gladis dan teman-temannya untuk pulang.Namun sebelum itu,Gladis berniat untuk mengantarkan makan malam pada Alex,ia tak ingin Alex kembali sakit karna telat makan.
Tok tok tok
''Masuk!
Setelah mendapat jawaban dari dalam Gladis pun masuk keruangan tersebut.
''Kak,''sapanya sambil membawa nampan berisi makanan mendekati meja kerja Alex.
''Kamu bawa apa?''
''Makanan buat kak Alex,dimakan ya! aku mau keluar dulu.''ucap Gladis,sambil berbalik namun dengan cepat dicegah oleh Alex.
''Temani aku makan!" ucap Alex sambil membawa nampan tersebut menuju sofa yang ada diruangan tersebut.
__ADS_1
NEXT