Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Bermulut Pedas


__ADS_3

Saat ini Kinara masih betah dalam pelukan sang suami,menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya,yang selalu membuatnya tenang,sedangkan tangan Bisma sejak tadi sudah bergerilya kemana-mana.


''Mas,''lenguh Kinara saat tangan suaminya sudah bermain dengan pucuk gunung kembar miliknya.


''Iya sayang, jawab Bisma yang masih asik melakukan aktivitasnya yang sudah hampir tiga hari tertunda,karna biasanya kegiatan ini hampir setiap malam mereka lakukan.


Saat tangan Bisma sudah mulai mera*ba bagian bawah istrinya,tiba-tiba Kinara menghentikan tangannya,membuat seketika dahi Bisma berkerut.


''Kenapa yang?''tanya Bisma dengan suara berat, seperti menahan sesuatu.


''Tunggu bentar ya mas!''ucap Kinara,setelah itu ia beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian Kinara keluar dengan wajah yang sedikit kurang bersemangat.


''Kamu kenapa sayang?kok wajahnya ditekuk gitu?''tanya Bisma setelah Kinara sudah berada dihadapannya.


''Mas,sepertinya si joni harus puasa dulu deh selama satu minggu.''ucap Kinara.


''Maksudnya??''tanya Bisma dengan wajah yang mulai gusar.


''Aku datang bulan mas,''ucap Kinara yang sedikit merasa bersalah,tapi mau bagai mana lagi,itu sudah kodrat nya sebagai seorang wanita kan!


''Benarkah?padahal tadi mas berharap banget kalau malam ini kita akan menghabiskan malam panjang bersama,tapi yasudahlah mau bagai mana lagi.''jawab Bisma,ia maklum dengan itu,walaupun terlihat jelas ada kekecewaan diwajahnya.


Namun tiba-tiba senyumnya kembali terbit sambil pandangannya tertuju pada kedua gumpalan daging kenyal milik sang istri


''Kalau ini aja gk apa-apa kan yang?''ucap nya sambil mengeluar gumpalan daging mentah itu dari sarangnya.


Terlihat Bisma sangat menikmati aktivitasnya yang kini sedang menghisap benjolan berwarna merah kecoklatan milik Kinara,dengan lahap ia terus bermain disana,hingga kadang terdengar suara desisan Kinara.


Tak terasa ternyata Bisma sudah tertidur dengan mulut yang masih menempel di aset milik sang istri.


''Astaga mas Bisma, bisa-bisanya dia tidur saat seperti ini,,pastesan aja hisapannya semangkin melemah,ternyata orangnya sudah berkelana kealam mimpi.''gumam Kinara yang merasa geli dengan tingkah suaminya,yang seperti seorang bayi besar.


*

__ADS_1


*


*


Pagi ini terlihat dikediaman keluarga ALEXANDER sudah mulai ada kesibukan dari beberapa pelayan yang lalu lalang untuk mempersiapkan keperluan untuk pernikahan Alex dan Gladis hari minggu nanti.


''Mah,papa berangkat dulu ya? oya hari ini ibunya Gladissa jadi datang kan?''tanya Jo memastikan.


''Iya pah,tadi mama juga sudah tanya sama Gladis, dia bilang pagi-pagi sekali ibu dan bibinya sudah berangkat.''jawab Rina.


''Oh gitu,yasudah papa berangkat ya.''ulang Jonatahan yang diangguki oleh Rina.


Sedang kan didalam kamar tamu terlihat Gladissa sedang duduk didepan cermin sambil menyunggingkan senyumnya.


''Terimakasih Ya Allah,engkau telah mengabulkan doaku,akhirnya sebentar lagi aku akan menikah dengan orang yang kucintai selama ini,semoga tidak ada halangan dalam pernikahan kami nanti,Amiinn...''


Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


''Siapa?''tanya Gladis dari dalam kamar.


''Saya non,non Gladis ditunggu ibuk diruang tamu.''ucap Art tersebut.


Tak lama pintu kamar dibuka dari dalam,dan sang bibik pun masih berdiri didepan pintu.


''Mama sedang ada tamu ya bik?''tanya Gladis karna terdengar suara yang cukup ramai didepan.


''Iya non,didepan ada kakak nya tuan.''jawab nya.


''Maksudnya tante Sumi?''tanya Gladis sedikit kaget.


''Iya non,kalau gitu saya kedapur dulu mau buat minum.''ucapnya yang diangguki oleh Gladis.


''Kira-kira tante Sumi mau ngapain ya?apa dia mau menentang pernikahan kami,ya ampun gimana kalau benar? aku dan mas Alex juga belum sempat bicara dengannya kemarin.


Batin Gladissa sedikit merasa khawatir.

__ADS_1


Perlahan Gladis melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, yang dimana saat ini mereka berada.


Samar-samar Gladis mendengar Sumi berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


''Jadi benarkan?sekarang sudah terbukti kalau kalian bersekongkol untuk membuat anak saya menderita untuk yang kedua kalinya.''sarkas Sumi.


''Mba,kami tidak pernah bermaksud seperti itu,lagi pula Alex dan Gladis sejak awal memang sudah saling mencintai tidak baik jika mba berniat untuk memisahkan dua orang yang saling cinta.''ucap Rina.


''Oh,jadi begitu?rupanya sejak awal Desta hanya dijadikan pelarian saja oleh Gladis?begitukah maksudmu?''tuduh Sumi.


''Ada apa ini mah?tante Sumi?''ucap Gladis yang kini sudah berdiri dihadapan mereka.


''Oh,ini dia calon pengantinnya.''sindir Sumi menatap sinis pada Gladis.Entah kenapa semenjak Sumi mendengar Gladis lebih memilih Alex dari pada putranya ia menjadi tidak suka melihat Gladissa,padahal dulu Sumi sangat berharap Gladis jadi pendamping hidup Desta.


''Tante,saya minta maaf atas semuanya,saya tau tante pasti marah dan merasa dipermainkan, tapi jujur saya sama sekali tidak ada niat seperti itu,saya haya berharap semoga kak Desta bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari saya.''ucap Gladis sambil menundukan wajahnya.


Rina merasa iba melihat Gladis disudutkan oleh kakak iparnya itu.


''Gladis,duduklah!" ucap Rina lembut sambil menyuruh Gladis duduk.


''Gladis sekarang saya mau tanya sama kamu,sebenarnya apa pernah kamu mencintai Desta walau hanya sedikit?''tanya Sumi,tatapan nya sangat membuat Gladis ter intimidasi.


''Saya,jujur saat saya menerima nya,,saya tidak ada perasaan dengan kak Desta,dan dia juga tau itu tante,,tapi karna kak Desta waktu itu bilang tidak masalah,kalau memang saya belum ada perasaan padanya makanya saya mencoba untuk menerima kak Desta,tadinya saya berpikir setelah saya menerima perasaan kak Desta lambat laun saya bisa melupakan mas Alex,tapi ternyata saya salah tante,sekali lagi saya minta maaf.''ucap Gladis tulus.


''Mba,sudahlah saya mohon jagan dipermasalahkan lagi, bagai mana pun Kiano juga adalah keponakannya mba Sumi,jadi saya harap mba bisa berlapang dada menerima ini semua,dan saya juga berharap mba bisa menerima pernikahan Kia dan Gladis.''ucap Rina.


Sumi menatap malas pada adik iparnya itu,sebenarnya Sumi hanya iri,kenapa Alex selalu lebih beruntung dari putranya Desta disetiap masalah percintaan,terkadang Sumi merasa kasihan pada anaknya itu, yang selalu gagal setiap kali menjalin hubungan dengan wanita.


''Sudah lah sebaiknya saya pulang saja,dan kalian jangan terlalu berharap kedatangan saya dihari pernikahan kalian nanti.''ucapnya,setelah itu Sumi segera meninggalkan kediaman keluarga ALEXANDER.


Terlihat Rina menghela nafas kasar.


''Kenapa sih mba Sumi mulutnya bisa sepedas itu?? dan kenapa juga dia selalu bersikap seperti itu? dan tidak mau menerima kenyataan.''gerutu Rina.


''Maaf ya mah ini semua salah ku,andai aku tidak memberi harapan pada kak Desta waktu itu.'' ucap nya penuh sesal.

__ADS_1


''Ini bukan kesalahan kamu sepenuhnya Dis,ini adalah takdir.


Bersambung..


__ADS_2