Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Hari ini Gladissa memutuskan untuk berkunjung kerumah kediaman Alex, setelah turun dari taksi, ia segera melangkahkan kakinya menuju rumah kediaman Alex,,namun Gladissa merasa heran ,saat melihat rumah tersebut sangat ramai,terlihat ada beberapa orang yang sedang memasang teratak besi atau tenda didepan halaman rumah mereka.


Gladissa yang merasa penasaran akhirnya bertanya pada salah satu tukang yang kebetulan sedang beristirahat.


''Maaf pak,kalau boleh tau ini ada acara apa ya?''tanya Gladissa yang masih bingung.


''Oh ini mau pasang tenda untuk para tamu undangan besok lusa neng.''


''Tamu undangan? maksudnya apa akan ada acara dirumah ini?''tanya Gladissa lagi.


''Iya neng, kalau gk salah katanya anak dari salah satu tuan rumah ini akan menikah dua hari lagi neng.''jelas tukang tersebut.


''Benarkah?? baiklah terimakasih ya pak infonya.''ucap Gladissa yang diangguki oleh tukang tersebut.


Gladissa merasa sangat penasaran dengan ucapan tukang tadi, sangkin penaaarannya akhirnya ia pun melangkah menuju pintu rumah tersebut,untuk mencari tau yang sebenarnya.


Namun tak sengaja Gladissa melihat Art yang bekerja dirumah tersebut sedang menyediakan minuman dingin untuk para pekerja,namun saat ia melangkah hendak mendekati Art tersebut tiba-tiba ponsel milik Gladissa berbunyi.


''Ibu,''gumam Gladissa.


Dan akhirnya Gladissa pun mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Art itu, dan lebih memilih mengangkat telpon dari ibunya.


Gladissa:''Iya buk,Assalamu'alaikum.''


Bu Diah:''Wa'alaikum salam Dis,''


''Kamu apa kabar nak,kok seminggu ini gk ada hubungi ibuk sih?gk seperti biasanya kan ibuk jadi khawatir takut kamu kenapa-napa,''ucap bu Diah,dari sebrang sana.

__ADS_1


Gladissa:''Maaf bu,akunya belum sempat soalnya kerjaan lagi banyak,''ucap Gladisaa berbohong,padahal seminggu ini,ia sedang banyak pikiran hingga lupa mengabari ibunya.


Bu Diah:'' Iya gk apa-apa nak,yang penting kamu baik-baik saja,,Oya ndok,apa kamu masih bekerja di butiknya nak Kinara?''tanya bu Diah.


Seketika Gladissa terdiam saat ibunya menanyakan hal tersebut,ia bingun harus menjawab apa sekarang,haruskah dirinya kembali berbohong.


''Dis,kamu masih disana kan ndok?''tanya bu Diah karna tak kunjung mendengar jawaban dari anaknya.


Gladissa:''Ah i iya buk,aku masih bekerja sama Mba Kinara kok,''ucap Gladissa berbohong.


''Maafin aku buk,aku terpaksa berbohong,aku hanya tidak ingin ibu menjadi khawatir nanti jika aku bilang yang sebenarnya.''


Batin Gladissa.


Bu Diah:''Oh baik kalau gitu,ibu tutup dulu telpon ya Dis,soalnya ibu masih ada kerjaan ini,''jelas bu Diah.


Gladissa:''Iya buk,ibuk jangan terlalu capek ya,ingat ibu harus jaga kesehatan!" ucap Gladissa mengingatkan.


Gladissa:''Wa'alaikum salam buk.


Setelah memutuskan sambungan telpon,Gladissa memutuskan untuk segera pulang dari kediaman Alex,ia berpikir mungkin besok saat bekerja di cafe ia akan menanyakannya pada Bisma,mungkin dia tau,toh Gladisaa pikir Bisma pasti tau,bukankah dia adalah sahabat Alex .


***


Saat ini Gladissa sedang berada didalam taksi yang akan mengantarnya menuju kediamannya, dalam perjalanan Gladissa terus bertanya-tanya sebenarnya siapa yang akan melangsungkan pernikahan, jika memang Kinara yang menikah,kenapa tidak ada satupun yang memberitahukan ini padanya.


Sedangkan dikediaman keluarga ALEXANDER hari ini disibukan dengan berbagai aktivitas karna dua hari lagi pernikahan Alex dan Misya akan dilangsungkan dikediaman keluarga mereka.

__ADS_1


Tadinya Alex mau pernikahannya dengan Misya dilakukan secara sederhana,dan Misya juga tak mempermasalah kannya, yang penting bagi Misya, ia tetap menikah dengan Alex,namun Jonathan ingin pernikahan mereka dilangsungkan secara meriah,dan tentunya ia juga ingin mengundang para relasi bisnisnya nanti.


''Pah,kenapa gk di hotel aja kemarin acaranya,kan kita tinggal terima bersih,ini papa malah pengen acaranya diadain dirumah rasanya mama sesak nafas liatnya,karna berantakan dimana-mana.''keluh Rina.


Sebenarnya Rina bukan tipe wanita yang suka dengan keramaian, apa lagi saat melihat rumahnya berantakan seperti ini rasanya ia ingin sekali melempar pernak pernik itu keluar dari rumahnya ,bahkan ia juga tidak suka kalau dapurnya digunakan banyak orang,kedengarannya aneh memang,namun begitulah ibu dari Alex dan Kinara, makanya kalau sedang mengadakan acara ia lebih suka dihotel atau restoran,namun tidak dengan suaminya Jonathan,ia justru lebih suka kalau acara diadakan dirumahnya sendiri ketimbang ditempat lain.


''Sudah dong mah,lusakan hari bahagia anak kita masa kamu cemberut gitu sih,nanti juga rumah kamu ini kembali p9ada bentuknya semula kalau acaranya sudah selesai.''ucap Jo.


''Serah papa ajalah,tapi mama gk yakin kalau Kia bakal bahagia menikah dengan Misya.''ucap Rina asal.


''Huuss,mama ini kok bicaranya seperti itu, walaupun awalnya Alex kita paksa,tapi kan yang memutuskan tetap dia juga, dan buktinya kenapa dia tidur dengan Misya kalau dia memang tidak menyukai Misya.''ucap Jonathan panjang lebar.


''Mungkin dia dijebak kali,papa tau?? kalau memang Kiano merasa bahagia dengan pernikahannya, dia tidak akan terus mengurung diri dikamarnya,dan dia juga kelihatannya tidak bersemangat menyambut hari pernikahannya,itukan berarti dia terpaksa menikahi Misya.''jelas Rina lagi.


''Sudahlah ma, lebih baik mama jangan ngomong sembarangan,,suka ataupun tidak ini adalah keputusannya sendiri waktu itukan?lagi pula seiring berjalannya waktu,pasti cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.''ucap Jo.


Sedangkan dikamar Alex,Kinara sudah sejak tadi berada dikamar adiknya itu,saat ini ia sedang menunggu Alex selesai membersihkan diri.


Cekleek!!


Alex keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap.


''Mba Kinara masih disini?''ucap Alex yang mengira bahwa kakaknya itu sudah keluar sejak tadi dari kamarnya.


''Mba cuma mau mastikan sekali lagi Kia,apa benar kamu tidak ingin menemui Gladis, dan bicara padanya?''tanya Kinara.


''Buan nya tidak mau Mba, tapi rasanya saya tidak akan sanggup, saat melihat wajahnya jika nanti saya mengatakan yang sebenarnya,padahal saat itu saya menjanjikan padanya bahwa saya akan memutuskan pertunangan saya dengan Misya saat itu,lalu apa jadinya nanti jika saya menemuinya hanya untuk mengatakan kalau saya akan menikahi Misya,pasti Sasa akan benar-benar hancur mba.''jelas Alex,yang sebenarnya juga merasakan kehancurannya sendiri.

__ADS_1


''Mba mengerti isi hatimu,,baiklah biar nanti mba yang akan menjelaskannya pada Gladis.''ucap Kinara sambil melangkah keluar dari kamar Alex.


Setelah Kinara keluar dari kamarnya Alex mendudukan dirinya disofa yang tadi ditempati oleh Kinara,matanya menerawang jauh,seandainya waktu bisa diulang ingin sekali rasanya Alex berada disisi Gladisaa saat ini namun apalah daya takdir mengatakan lain,sepertinya mulai saat ini Alex harus menghapus impiannya untuk menjadikan Gladissa satu-satunya miliknya.


__ADS_2