Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Pasar Malam2


__ADS_3

Saat didalam mobil Alex terus diam,membuat Rina menghela nafas dalam.


''Kamu marah sama mama?''tanya Rina karna melihat Alex sejak tadi hanya diam.


Hingga membuat kedua wanita yang ada di kursi belakang kompat menatap kedepan tepatnya menatap ke arah Alex.


''Tidak,''jawabnya singkat.


''Kalau tidak kok wajahnya ditekuk,padahal ada Gladis loh dibelakang memangnya kamu gk senang ya dia ikut dengan kita?ucap Rina sengaja menyindir Alex.Sebenarnya Rina tidak ada maksud apa-apa, dia hanya ingin menggoda Alex saja.


Sekilas Alex menatap Gladissa dari kaca spion depan,dan ia melihat gadis itu sedang memandang kearah samping jendela.


''Tentu saja tidak,saya senang kok kalau Sasa ikut ,,malah senang sekali.''ucap Alex tanpa sadar.Membuat Gladis seketika menyunggingkan senyum samar.


Sedangkan Rina hanya menggelengkan kepalanya.


''Tadi itu mama gk sengaja nemu poto kamu dalam lemari,karna merasa lucu terus mama kasih lihat sama mereka,kamu gk marah kan hanya karna itu saja?''tanya Rina lagi.


''Hem, lagi pula mau marah juga percuma toh kalian sudah melihatnya,memalukan sekali.''gerutu Alex,yang masih terdengar oleh ketiganya.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat tujuan,setelah memarkirkan mobilnya Alex dan yang lainnya segera turun.


''Ternyata rame juga ya.''ucap Kinara.


Rina melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul tujuh malam.


''Gimana kalau kita cari makan dulu?''


''Iya, yuk kebetulan aku juga udah laper,dan gk sabar pengen cobain makanan yang ada disini.''ucap Kinara.


Selain ada berbagai wahana ,dipasar malam juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang berjejer ditempat itu.


''Gimana kalau kita makan bakso yang ada disana?''tunjuk Rina.


''Aku mau cilok aja mah,''sambung Kinara.


''Ya sudah kamu beli cilok,kita bertiga beli bakso yang ada disana, kamu gpp kan sendiri?''tanya Rina.


''Ya ampun mah,emang takut anak perawan mama ini hilang ya?yaudah sana makan bakso nanti aku nyusul setelah beli cilok.''ucap Kinara yang sudah berlalu.


Kini ketiganya sudah berada didalam warung bakso,setelah pesan mereka pun duduk disebuah kursi plastik tanpa sandaran.


''Kamu gpp kan Dis makan ditempat seperti ini?''tanya Rina.

__ADS_1


''Sebenarnya itu yang mau saya tanyakan sama tante,kalau saya sih sudah biasa tan?bahkan menurut saya makanan kaki lima selain murah juga jauh lebih nikmat dari cafe atau restoran.''ucap Gladissa,tanpa ia sadari ternyata ada yang merasa tersinggung.


Rina yang mengetahui langsung memberi kode pada Gladis.


''Jadi menuruk kamu makanan di cafe aku itu tidak senikmat makanan yang ada disini gitu?''ucap Alex datar.


''Bu bukan gitu juga kak maksud aku.''ucap Gladis sambil meringis,ia baru sadar ternyata sudah salah bicara.


Tak lama akhirnya pesanan mereka pun datang.


''Kok Kinara belum balik juga ya lama sekali.''ucap Rina yang mulai khawatir.


Sedangkan orang yang ditunggu sedang asik-asiknya menikmati cilok miliknya ditemani oleh alunan musik melayu yang ada digerobak si penjual cilok.


''Musiknya enak ya bang,''ucap Kinara sambil memasukan satu tusuk cilok kemulutnya.Si abang cilok hanya tersenyum menanggapi ucapan Kinara.


''Nah ini dia anaknya sejak tadi ditungguin juga,malah enak-enak kamu nongkrong disini,nemenin si abang cilok.''gerutu Rina.


''Iihh,,mama apaan sih,ya udah yuk! aku juga sudah selesai kok makan ciloknya.''ucap Kinara sambil menarik lengan ibunya.


Kini hanya ada Alex dan Gladis saja.


''Kak Alex marah sama aku,soal yang tadi?''tanya Gladis yang merasa tak enak hati.


Drett dreett..terdengar suara ponsel Gladis berdering.


''Kak Desta,''gumam Gladis.


Gladissa:''Ya hallo assalamu'alaikum kak.


Desta:''Wa'alaikum salam Dis,kamu lagi dimana?aku cari di cafe kok gk ada?


Gladissa:''Aku lagi dipasar malam kak,


''Siapa yang nelpon?''tanya Alex disela-sela pembicaraan Desta dan Gladis


''Kak Desta,''jawab Gladis.


''Alex kok ada suara Alex?apa Gladis sedang bersama Alex saat ini?''


Batin Desta.


Gladissa:''Hallo kak?kak Desta masih disana kan?

__ADS_1


Desta:''Ah iya,kamu lagi sama siapa Dis?


Gladissa:''Oh,aku sama kak Alex tante Rina serta mba Kinara,kami lagi ada dipasar malam yang tak jauh dari rumah kak Alex .''jelas Gladis.


Desta:''Oh gitu,yasudah bersenang-senang lah,aku tutup dulu ya?


Gladissa:''Iya kak,assalamu'alaikum


Desta:Wa'alaikum salam.''


Klik


''Huh,sepertinya rencanaku gagal lagi,susah sekali mencari waktu yang tepat.Tapi kenapa Gladis bisa bersama Alex?''gumam Desta.


''Bicara apa tadi dia?apa dia cariin kamu di cafe?''tanya Alex,entah kenapa saat ini Alex menjadi orang yang kepo bagi Gladissa.


''Sepertinya dia tadi memang ada di cafe kak?''jawab Gladis.


''Oh,yasudah yuk kita coba wahana yang ada disana.''ajak Alex sambil menggenggam tangan Gladis,membuat gadis itu menatap tangannya yang digenggam erat oleh Alex.


''Setelah sekian lama,ternyata rasa ini masih sama,setiap sentuhan yang ia berikan selalu membuat hatiku bergetar.''


Batin Gladis,sambil mengikuti kemana pun langkah Alex membawanya.


Sedangkan dari jauh,Rina dan Kinara melakukan tos,saat melihat Alex dan Gladissa kembali dekat.


''Mama yakin sebentar lagi mereka pasti kembali bersama.''ucap Rina.


''Jangan terlalu yakin mah,asal mama tau kalau Gladis itu masih ada hibungan lho dengan Desta.''ucap Kinara


''Oh ya,tapi kan masih sebatas pasangan kekasih saja kan belum ada ikatan?jadi itu berarti Gladissa masih belum menjadi milik siapa-siapa dong.''ucap Rina lagi.


''Tapi mama ingat kan?gimana sifat tante Sumi,pasti dia tidak akan tinggal diam kalau sampai tau milik anaknya direbut kembali oleh orang yang sama .''ucap Kinara mengingatkan.


Sejenak Rina terlihat berpikir,mungkin yang dikatakan Kinara ada benarnya,Sumi tak mungkin tinggal diam jika mengetahui semua ini.


''Sudahlah,nanti bisa kita pikirkan lagi,lagi pula emang kamu tadi gk lihat saat Kiano menggenggam tangan Gladis,dia tidak menolaknya kan?itu berarti kalau Gladissa masih ada hati sama adik kamu.''jelas Kinara.


Ditempat yang sama,saat ini terlihat tangan seorang pemuda terkepal,rahangnya mengeras menahan amarah,matanya menatap dua orang yang saat ini sedang tertawa bersama.


''Keterlaluan apa dia kembali ingin merebut milikku?kali ini tidak akan ku biarkan kamu merebut orang yang kucintai Alex.''gumamnya dengan penuh emosi,dan pemuda tersebut adalah Desta.


Setelah menutup telpon dari Gladissa tadi,Desta langsung masuk kemobilnya untuk menyusul keberadaan Gladissa,namun setelah Desta sampai disana,justru ia melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2