
Gladissa meraba di sisi tempat tidurnya,namun ia tak menemukan sosok yang ia cari.
''Kak Alex,gumam Gladissa, yang mulai membuka matanya perlahan.
Ia menoleh ke sebelah yang terlihat sudah kosong.
''Kebiasaan selalu pergi tanpa memberitahu dulu.''gerutu Gladissa.
''Kamu kenapa sayang heem?''tanya Alex yang tiba-tiba mengejutkan Gladissa.
''Kakak,??aku kira kamu sudah pulang tadi ,dan tidak memberitahuku,''
''Mana mungkin aku mengulangi kesalahan yang kemarin,sudah sana mandi! ataau mau aku yang mandikan sekalian?''goda Alex sambil menaik turunkan alisnya.
''Ck,,iya-iya...''ucap Gladissa sambil menyibak selimutnya dan melenggang melewati Alex begitu saja tanpa busana.
Alex yang melihat itu membeku ditempat mulutnya terbuka lebar saat melihat pemandangan yang begitu indah dipagi hari.
Gladissa melangkah mendekati Alex sambil tersenyum manis kearahnya.
''iler nya netes sayang,''ucap Gladissa pada Alex,dan otomatis Alex mengusap sudut bibirnya.
Gladissa terlihat mengulum senyum,dan sedetik kemudian tawanya pecah karna melihat Alex seperti orang bego dihadapannya.
Seketika Alex tersadar karna sudah berhasil dikerjain sang kekasih.
''Sasa buka pintunya!! kamu nakal ya sekarang,awas kalau sampai aku mendapatkanmu akan ku makan kamu.''ucap Alex dari balik pintu.
Sedangkan didalam sana Gladissa masih saja tertawa sambil memegangi perutnya.
''Dasar cowo, pantang liat yang begituan, sudah seperti kerbau saja yang langsung tunduk.
Sedangkan dikamar Alex masih tak menyangka bahwa Gladissa bisa melakukan hal tersebut.
''Lama-lama aku bisa gila,,Sepertinya aku harus secepatnya menghalalkan Sasa, belalaiku selalu saja melambai saat melihat keindahan tubuh nya.''
Batin Alex.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Rina sedang membantu bibik menyiapkan sarapan.
''Bik apa Alex tidak pulang semalaman?
''Sepertinya nya tidak buk,''jawab bibik
__ADS_1
''Huuh,anak itu kebiasaan kemana coba dia tidur.''gumam Rina yang tak sengaja terdengar oleh Misya.
''Jadi Kia tidak pulang tadi malam,kemana dia?''
Batin Misya penasaran.
''Tante masak apa?''tanya Misya sambil melangkah mendekati Rina.
''Eehh,,Misya,,sini sayang! tante itu lagi masak nasi goreng,tante pengin nyobain masak nasi goreng yang kemarin dimasak oleh Gladis itu loh,,rasanya enak banget Sya, makanya tante minta bantuan bibi juga nih biar tau apa saja resepnya.''ucap Rina.
Misya mengerutkan kening.
''Gladis?? Maksud tante ??
''Jadi kemarin,saat tante keluar kota Gladis nginep disini,untuk menemani Kinara.''jelas Rina.
''Kok Kinara gk ngasih tau aku sih,kalau Gladis tidur disini.''
Batin Misya yang merasa tak suka.
Saat ini Misya sedang mengendarai mobilnya sendiri,ia memutuskan untuk pergi kebutik tanpa menunggu Kinara.
Namun saat sampai dibutik, tiba-tiba matanya membola,saat melihat pemandangan yang ada didepannya.
Tangan Misya terkepal kuat, saat melihat Alex sedang bersama Gladissa,rasanya hati Misya sakit saat melihat kedekatan keduanya,apa lagi saat ini Misya melihat Alex bisa tertawa lepas dengan Gladissa,sedangkan bersama nya Alex selalu bersikap dingin.
Batin Misya,sambil terus memperhatikan mereka dari dalam mobil.
''Sa,aku pulang dulu ya,''
''Iya kamu hati-hati ya?dan jangan lupa malam minggu besok.''ucap Gladissa mengingatkan janji mereka.
''Iya sayang,''ucap Alex sambil membelai rambut kekasihnya.
''Tega kamu Dis,ternyata kamu musuh dalam selimut,liat aja aku gk akan pernah biarin kamu merebut Kia dariku.''
Batin Misya lagi dengan wajah yang memerah menahan amarah.
Setelah Alex pergi,Gladissa pun masuk kedalam butik untuk memulai aktivitasnya,namun tiba-tiba saja tangannya ditarik kuat oleh seseorang hingga membuat Gladissa kehilangan keseimbangannya dan nyaris terjatuh.
''Misya ada apa? kamu kok narik tangan aku seperti itu? tanya Gladissa.
Namun tiba-tiba..
Plaakkk..
__ADS_1
Misya menampar wajah Gladissa hingga membuat pipinya memerah.
''Apa yang kamu lakukan?''ucap Gladisaa sambil memegangi wajahnya yang masih terasa panas akibat ulah Misya.
''Jangan berlagak polos deh loe,dasar wanita murahan,gk tau malu, kok bisa ya gue punya teman kayak loe musuh dalam selimut,loe taukan kalau Kiano itu milik gue tunangan gue, tapi kenapa bisa-bisanya loe ngerebut Kia dari gue?? kenapa Dis jawab??
''Ternya tabenar dugaan gue selama ini,kalau loe emang punya niat buruk ke gue,, gue jadi curiga apa jangan-jangan dari awal loe emang punya niat merebut Kia dari gue iya?dasar tidak tau terimakasih, apa salah gue sama loe Dis?kenapa loe tega menusuk gue dari belakang?gue bener-bener gk nyangka sama loe, selama ini loe sudah gue anggap saudara gue sendiri,tapi apa balasan yang gue terima PENGHIANATAN..''ucap Misya menekankan kata pengkhianat
''Dan mulai sekarang sebaiknya loe gk usah lagi bekerja disini loe gue PECAT.''ucap Misya emosi.
Gladissa yang mendengar semua ucapan Misya merasa sakit,mungkin dirinya tau kalau Misya akan marah setelah mengetahui hubungannya dengan Alex, dan cepat atau lambat pasti ini semua akan terjadi.
Saat itu didalam butik hanya ada Lastri dan Reni saja,sedangkan Lina dan Uut sedang berada diluar.
''Maaf Sya aku gk ada bermaksud berebut Kak Alex dari kamu.''ucap Gladissa lirih.
''Apa? gk ada maksud loe bilang? gue gk habis pikir,selama ini yang gue tau ternyata hanya luarnya saja,tapi didalam hati loe sangat busuk, pergi loe dari sini dan jngan pernah liatin wajah loe lagi depan gue!!
''Tapi Sya aku...''
''PERGI GUE BILANG!!!
Tanpa berkata apapun lagi akhirnya Gladissa meninggalkan butik tempat ia bekerja selama ini.
Sedangkan Misya langsung menuju ruangannya.
''Tu teman yang selalu loe bangga-banggain,ternyata adalah seorang pelakor,udah tau tunangan bosnya bisa-bisanya dia tikung.''ucap Reni tersenyum sinis.
Sedangkan Lastri langsung keluar untuk menemui Gladissa.
''Dis loe mau kemana? tanya Lastri saat melihat Gladissa sedang membereskan barang-barangnya.
''Belum tau Las,tapi yang pasti saya harus pergi dari tempat ini secepatnya.''ucap Gladissa.
''Dis,sebaiknya loe jangan pergi dulu,Buk Kinara juga belum tau kalau Mba Misya sudah memecatmu,aku yakin pasti ada jalan keluarnya,kamu jangan pergi ya?''ucap Lastri.
''Maaf Las,saya gk bisa,mungkin yang dikatakan Misya benar kalau saya ini adalah wanita yang tidak tau terimakasih,''ucapnya lirih.
Akhirnya Gladissa pergi meninggalkan mes yang selama ini jadi tempat tinggalnya,Gladissa terus berjalan di pinggir trotoar.
''Maafin aku Sya,aku sudah sangat melukai hatimu,''
Batin Gladissa sambil meneteskan air mata.
NEXT..
__ADS_1
JANGAN LUPA SELALU TINGGAL KAN JEJAK KALIAN LIKE ,PAVORIT AND KOMEN YA GUYS...🤗😘