
Misya masih menatap curiga pada Yanti, dirinya sangat tau bagai mana sifat ibunya,dan tidak akan semudah itu berubah pikiran.
''Sebenarnya apa yang terjadi?kenapa mama sangat cepat berubah pikiran?apa mungkin mama sudah tau kalau sebenarnya Brayen itu anak orang kaya,dan memiliki salah satu club terbesar di kota ini.Makanya membuat mamah berubah draktis seperti ini.''
Batin Misya,dan tentu saja yang ada dipikiran Misya itu benar adanya,setelah kemarin Brayen meminta ijin untuk menikahi putri semata wayangnya,Yanti langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari tau tentang asal usul Brayen, mana mungkin Yanti akan begitu saja membiarkan anak satu-satunya nantinya hidup melarat ber sama laki-laki yang belum jelas asal-usulnya.
Namun setelah mendapat kan informasi dari anak buahnya kalau Brayen itu adalah anak orang kaya, dan juga pemilik club terbesar di kotanya barulah ia menyetujuinya.
''Sudah lah jangan menatap mama seperti itu,dan mama juga ingatkan kamu agar tidak usah berharap lagi dengan pernikahan kamu dengan Alex, laki-laki yang sama sekali tidak pernah menghargai cintamu itu. Dan sampai kapanpun mama yakin, laki-laki itu tidak akan pernah mencintaimu,,sebenarnya dari awal mama dan papa tidak setuju kalau kamu menikah dengan Alex,tapi karna mama sangat menyayangimu makanya mama membujuk papamu agar dia mau menyetujuinya. Dan ingat?mama juga berusaha untuk menjadikan Alex suamimu walau dengan cara apapun,tapi sekarang apa? akhirnya kamu sendiri juga kan, yang menghancurkan pernikahan itu.''sindir Yanti.
Sebenarnya Yanti sangat kesal dan juga marah dengan kelakuan Misya, kalau saja dia sedang tidak hamil mungkin akan berbeda ceritanya,sedangkan waktu itu dokter mengingatkan kalau Misya tidak boleh sampan stres atau pun tertekan, makanya mau tak mau Yanti dan suaminya tidak memperpanjang atau pun membahas masalah itu lagi.
***
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,Karna malam ini malam minggu pengunjung cafe semangkin membludak hingga membuat pegawai cafe kewalahan, dan karna dua orang pegawai cafe sedang mengambil cuti, jadi para pegawai yang sip siang diminta bekerja lembur termasuk Gladis.
Terlihat Alex keluar dari ruangannya,matanya menyapu seluruh tamu cafe ,bibirnya terangkat membentuk senyuman, saat melihat semangkin banyak pengunjung yang datang ke cafe nya
Namun dahinya berkerut saat melihat sosok Gladis dan satu orang temannya yang masih sibuk melayani tamu,Alex melihat jam yang melingkar ditangannya yang sudah menunjukan pukul tujuh malam.
''Kenapa mereka belum pulang?bukannya ini sudah jam mereka untuk pulang?''gumam Alex pelan.
Kebetulan saat itu Alex melihat Bisma yang sedang mengobrol bersama tamu cafe,Alex berpikir mungkin itu salah satu temannya Bisma.
Alex melangkah mendekati meja Bisma.
''Bisma,''sapa Alex,
''Eh,iya Lex ada apa?''tanya Bisma setelah berdiri dan kini ia melangkah kan kakinya menuju tempat Alex berdiri,yang memang berada tak jauh darinya.
__ADS_1
''Kenapa pegawai yang masuk siang belum pada pulang?apa mereka lembur?''tanya Alex.
''Iya Lex, karna ada beberapa pegawai yang minta cuti tadi siang,makanya gw suruh mereka lembur untuk antisipasi,karna kan ini malam minggu,takutnya pegawai yang hanya tiga orang itu kewalahan,tapi gw hanya minta lembur yang rumahnya dekat-dekat sini aja kok,yang lainnya gw suruh pulang.''jelas Bisma panjang lebar.
Alex manggut-manggut tanda mengerti.
''Yasudah saya kembali dulu.''ucap Alex kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Bisma.
''Alex melihat Gladis yang berjalan menuju pantry sambil membawa nampan kosong,dan dengan langkah cepat,Alex menyusul kearahnya.
''Sasa,''panggil Alex.Dan seketika Gladissa menoleh kearah sumber suara.
''Kak Alex? ada apa kak?''tanya gadis itu.
''Eemm,,bukannya malam ini kamu ada janji dengan Desta,kenapa belum bersiap?kalau alasan lembur,gpp kok kamu pergi saja.''ucap Alex setenang mungkin, ia hanya tak ingin Gladissa merasa terpaksa lembur, namun jujur dalam hatinya Alex tak ingin Gladissa pergi menemui Desta malam ini.
Terlihat Gladis menatap sekitar tamu yang memang semangkin banyak yang datang,terlebih para muda-mudi ,ada yang terlihat datang membawa pasangannya,dan ada juga sebagian yang hanya bersama teman-temannya.
''Sudah tinggalin aja gpp!" sambung Alex lagi.Padagal dalam hati ia berkata jangan.
''Aku sudah memutuskan gk jadi pergi dengan kak Desta kak,dan lagi aku juga sudah memberi kabar padanya tadi.''jelas Gladis.
''Oh.''ucap Alex singkat,namun dalam hatinya ia bersorak gembira.Seorang Alex ,memang jika dihadapkan oleh wanita yang bernama Gladissa pasti sifat lain yang ada dalam dirinya muncul,seperti bukan dirinya saja.Tapi ingat ! ini hanya berlaku untuk Gladissa saja,bahkan kedua orangtuanya tidak tau,yang mereka tau Alex adalah orang yang irit bicara, dingin ,cuek dan menyebalkan.Namun meskipun begitu,mereka tetap saling menyayangi.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam,namun cafe masih terlihat ramai.Walau pun tak seramah tadi.
''Kamu terlihat lelah,sebaiknya kamu istirahat saja,''ucap suara seseorang dari arah belakang.
Gladissa menatap orang yang menegurnya itu yang ternyata adalah bos nya Alex.
__ADS_1
Alex yang baru keluar dari ruangannya tak sengaja melihat Gladissa meregangkan otot-otot tangannya disudut ruangan,yang akhirnya membuatnya melangkah kan kakinya kearah Gladis.
''Capek banget ya?''ucap Alex lagi.
''Lumayan kak,karna malam minggu kali ya, jadi tamunya membludak.''ucap Gladis sambil terkekeh pelan.
''Maaf ya,karna ada yang cuti,terpaksa kamu mengorbankan malam minggumu bersama kekasihmu.''sindir Alex
''Kekasih??''tanya Gladissa sambil menatap Alex bingung.
''Iya kekasihmu Desta.''ulang Alex.
Jujur Gladissa hampir saja melupakan jika dia mempunyai seorang kekasih yaitu Desta.
''Duuh,,Gladis dasar bodoh! bagai mana kamu bisa melupakan itu.''gumamnya pelan.
''Kamu mengatakan sesuatu?''tanya Alex,karna ia mendengar sepertinya Gladis sedang berbicara.
''Ah, tidak, aku gk bilang apa-apa kok kak.''jawabnya sambil tersenyum.
***
Keesokan harinya, jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, namun saat ini Gladissa masih bergelut dengan selimut tebalnya,hingga telinganya menangkap suara-suara berisik diluaran sana, yang dia yakini itu adalah suara Vega dan yang lainnya.
Hari ini Gladissa dan satu temannya lagi memang di beri cuti satu hari oleh Alex, Karna mereka lembur tadi malam,dan itu langsung dimanfaatkan Gladis untuk tiduran sepuasnya, dan melepas semua rasa lelah ditubuhnya.
Namun suara-suara yang ada diluar sana,terus mengganggu gendang telinganya.Hingga membuatnya menutup telinganya dengan bantal.
''Duuhh, kenapa suara Vega nyaring amat ya?kalau gini caranya mana bisa aku tidur lagi,badan ku juga rasanya remuk semua,apa aku panggil tukang pijit aja kali ya.''gumam Gladissa.
__ADS_1
NEXT