
''Apa yang kamu lakukan disini bersama dia?''tanya Alex pada Desta,yang sebenarnya pertanyaan itu ia tujukan untuk Gladissa.
''Saya hanya membantu Gladis,karna tadi saya tidak sengaja menabraknya hingga terjatuh,''jelas Desta.
Alex menatap Gladissa sekilas, Gladissa yang merasa ditatap oleh Alex seketika menundukan kepalanya,ia tidak ingin Alex melihatnya dengan mata yang sembab,dan memerah karna baru saja menangis.
''Kamu tidak apa-apa Dis?''tanya Misya.
''Gk kok,''ucap Gladissa singkat.
''Kak Desta bisa antarkan aku pulang gk?tiba-tiba aku merasa tidak enak badan,''ucap Gladissa.
''Baiklah,ayo!" ucap Desta.
''Maaf kami permisi dulu,''ucap Desta sambil berlalu.
Alex mengepalkan tangannya kuat,ia merasa Gladissa sengaja membuatnya cemburu.
''Apa-apaan Sasa,kenapa dia harus meminta Desta untuk mengantarkannya pulang,apa dia sengaja untuk membuatku cemburu? untuk membalasku karna karna saat ini ia melihatku bersama Misya.''
Batin Alex yang merasakan sesak di d*d*nya karna melihat orang yang dicintainya pergi dengan laki-laki lain dihadapannya sendiri.
''Sya,maaf sepertinya saya harus pergi!" ucap Alex yang meninggalkan Misya begitu saja.
''Tapi Kia aku...,,,huuf dasar Kiano selalu seperti ini,tapi tidak apa-apalah, yang penting hari ini hatiku lagi berbunga-bunga karna mendapat ci*man dari Kia,''gumam Misya.
Alex keluar dari kediamannya dengan mengendarai mobil miliknya,rencananya ia akan menemui Gladissa dirumahnya,rasanya hatinya tidak terima jika miliknya harus direbut orang lain.
DITEMPAT LAIN..
''Maaf ya kak sudah merepotkanmu,padahal kita baru kenal,tapi saya sudah berani minta kak Desta untuk mengantar kan aku pulang ,saya jadi gk enak,''ucap Gladissa.
''Santai aja Dis,saya gk masalah kok,''ucap Desta tersenyum,lalu kembali fokus pada jalan yang ada didepannya.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai dikediaman Gladissa.
''Kamu tinggal disini?''tanya Desta sambil memperhatikan tempat tinggal Gladissa.
''Iya kak,kalau gitu aku turun dulu ya, dan sekali lagi terimakasih karna sudah mau mengantar aku pulang,''ucap Gladissa.
''Sama-sama,kalau gitu saya pulang dulu ya,''ucap Desta yang diangguki oleh Gladissa.
Setelah kepergian Desta,Gladissa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya,namun saat dirinya akan masuk tiba-tiba ada suara klakson mobil yang berbunyi.
__ADS_1
Gladissa memperhatikan mobil yang berhenti didepan rumahnya,yang sudah tak asing lagi baginya.
Tak lama Alex keluar dari mobil tersebut.
''Kak Alex,''gumam Gladissa.
Alex melangkah kan kakinya menuju rumah Gladissa.
''Kak Alex ngapain kesini?''tanya Gladissa dengan malas.
Rasanya Gladissa masih sakit hati dengan apa yang Alex lakukan tadi bersama Misya.
''Oh,jadi aku tidak boleh datang?sedangkan Desta boleh? iya??''tanya Alex sambil menatap tajam Gladissa.
''Kenapa jadi dia yang marah ?seharusnya kan aku.''
Batin Gladissa.
''Sebaiknya kamu pulang! aku mau istirahat,''ucap Gladissa sambil membuka pintu rumahnya.
''Kamu kenapa bersikap seperti ini sama aku?apa kamu mau membalasku dengan meminta Desta untuk mengantarkanmu pulang ? apa karna tadi kamu sempat melihatku bersama Misya?'' tanya Alex.
Gladissa tersenyum sinis saat mendengar ucapan Alex,namun Gladissa tak ingin menaggapinya, dengan santai Gladissa melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya.
''Sebaiknya kamu pulang kak! aku capek mau istirahat,''ucap Gladissa.
''Sasa,kamu sebenarnya kenapa? kenapa bersikap dingin sama aku? kalau memang kamu marah bilang ,tapi jangan bersikap seperti ini sama aku,''ucap Alex.
''Untuk apa aku marah sama kamu,bukankah Misya adalah tunangan kamu?jadi terserah kalian mau berbuat apapun,''ucap Gladissa.
''Sa,aku mohon jangan bicara seperti itu,kamu adalah kekasihku dan sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu.''ucap Alex.
''Kamu egois kak, kamu ingi bersama Misya tapi kamu juga tidak mau melepaskan aku,sebenarna mau kamu apa sih? kamu tau betapa terlukanya aku saat melihatmu bersama dengannya.''ucap Gladissa lagi.
''Aku memang laki-laki yang egois, dan ku harap kamu tidak akan pernah lagi jalan berdua dengannya!" ucap Alex.
''Itu hanya pulang bersama kak,bukannya berciuman,''sindir Gladissa.
''Sasa,''ucap Alex pelan,sambil menatap wajahnya, Alex sadar kalau tadi ternyata Gladissa sempat melihat yang ia lakukan pada Misya.
''Ya,, aku mendengar dan juga melihat apa yang kalian lakukan tadi,, se mu a nya!" ucap Gladissa.
''Kamu tau apa yang ku rasakan saat itu? han cur,''ucap Gladissa yanh sudah berlinang air mata.
__ADS_1
''Sasa aku minta maaf,, aku.....
''Bicara maaf saja memang mudah,apa kak Alex akan memaafkan aku? jika aku beci* man dengan kak Desta?''tanya Gladissa.
''Gk,aku gak akan biarin itu sampai terjadi, aku tau kamu sangat mencintai aku Sa,dan kamu tidak mungkin menghianatiku!" ucap Alex.
''Kak Alex saja,bisa dengan mudahnya berpaling dari ku,lalu kenapa aku enggak!" ucap Gladissa.
''Sasa sayang,aku melakukan ini demi kamu,maksudku aku punya alasan yang tak mungkin aku ucapkan saat ini sama kamu.''ucap Alex yang hampir kelepasan bicara.
''Kak,apapun alasan kamu, disini akulah yang tetap akan tersakiti,jadi lebih baik kamu lepaskan aku! jika memang kamu tak ingin membuatku terus-terusan tersiksa seperti ini.''ucap Gladissa.
Alex menatap lekat wajah Gladissa,lalu melangkah mendekatinya.
''Apa setelah aku melepaslanmu kamu akan baik-baik saja?dan apa kamu juga bisa hidup bahagia tanpa aku?''tanya Alex sambil menatap mata Gladissa dengan dalam.
''Bagai mana mungkin aku bisa tanpamu kak,tapi jika aku tetap bertahan justru itu akan membuatku semangkin terluka.''
Batin Gladissa.
''Mungkin seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik saja.''jawab Gladissa.
Alex mengangguk faham,mungkin yang dikatakan Gladissa benar,jika dia tidak bisa membahagiakan Sasa, lebih baik ia melepaskannya,namun hatinya sangat bertentangan dengan pikirannya saat ini, Alex tidak akan sanggup jika nanti dirinya melihat Gladissa bersama orang lain.
''Akan aku pikirkan lagi nanti,,sebaiknya aku pulang,kamu istirahatlah!" ucap Alex, yang tak ingin membahas masalah itu lagi.
Gladissa menghembuskan nafasnya dengan kasar,rasanya ia benar-benar dilema.
''Apa kak Alex akan benar-benar pergi dari hidupku?aku tidak tau ,apa yang harus kulakukan nanti,,jika memang dia benar-benar akan melepaskanku nantinya.''gumam Gladissa.
DITEMPAT LAIN..
''Sudah satu jam,Gladis ditoilet sampe sekarang kok dia belum balik juga?''ucap Lastri kawatir.
''Nyasar kali,''ucap Uut asal.
''Kalian pasti cari Gladis ya?''tanya Misya,yang tiba-tiba datang.
''Iya Mba Misya,tadi dia ijin mau ketoilet tapi sampai sekarang belum balik juga,''ucap Lina.
''Dia sudah pulang,''ucap Misya.
''HAH, sudah pulang sama siapa?kok gk bilang kami?''ucap Lina lagi.
__ADS_1