
''Kak Alex kok tidur di sini?bukannya dikamar itu saja?''seru Gladis,walau pun sikapnya dingin pada Alex,namun ia tak akan tega melihat Alex sampai sakit.
''Gpp rasanya males aja,lagi pula tidur disini juga enak kok,''ucap Alex.
''Serah kamu ajalah.''ucap Gladis sambil beranjak menuju dapur untuk minum.
Tanpa disadari Gladis,Alex mengikutinya kedapur.
Dan...
''Astaga,kak Alex bikin kaget saja! ngapain kamu ngikuti aku?!ketus Gladis
''Aku juga haus kali Sa,mau minum makannya ikuti kamu.''jelas Alex.
Setelah selesai minum, Gladis segera beranjak,namun baru selangkah tiba-tiba tangannya ditarik oleh Alex, sangkin kuatnya tarikan tangan Alex, hingga membuat Gladis menabrak da da bidang Alex,namun dengan cepat Gladis menarik diri.
''Kamu apaan sih? lepaskan tanganku!
''Tidak akan! jawab Alex.
''Tangan aku sakit,mau kamu apa sih?ucap Gladis yang masih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Alex.
''Sasa,bisakah kamu tidak bersikap dingin padaku? aku ingin Sasa yang dulu,sasa yang selalu ceria.'' pinta Alex dengan memohon.
''Maaf sepertinya semua itu tidak mungkin lagi, Sasa yang dulu,sepertinya sudah mati bersama cintanya,dan sekarang hanya ada Gladissa.
''Dengar kak Alex,sekarang Misya adalah istrimu,jadi belajarlah mencintai dia dan lupakan aku! karna mulai sekarang aku juga akan mulai menata hatiku.''jelas nya.
''Aku tidak akan pernah rela kalau kamu sampai menjadi milik orang lain Sa,kamu itu milikku dan akan selalu menjadi milikku.''ucap Alex dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
''Dasar egois,,kamu seenaknya mengklaim aku sebagai milikmu lalu melarangku dekat dengan laki-laki lain,tapi kamu sendiri apa? tanpa menjelaskan dan berkata apapun kamu menikah dengan Misya dan kamu itu telah mengingkari janji yang kamu buat sendiri kak.
''Dan asal kamu tau, setelah kamu menikah dengan Misya setiap malam aku tidak bisa tidur,aku selalu merasa gelisah, saat membayangkan laki-laki yang ku cintai sedang berduaan di dalam kamar berbagi ranjang dan saling berbagi kehangatan satu sama lain, rasanya aku gk sanggup kak membayangkan itu semua sungguh sakit sekali rasanya.''ucap Gladis sambil terisak.
Alex memejamkan mata sejenak,sungguh ia tak menduga,bahwa keputusan yang ia ambil untuk melindungi sang kekasih dari bahaya,justru malah membuatnya menderita.
''Maafkan aku Sa,karna telah mengingkari janjiku, tapi sungguh aku tak berniat seperti itu,saat waktu itu kamu memberiku pilihan antara kamu dan Misya sebenarnya aku sudah memilihmu, namun aku juga harus menjelaskan semua itu pada Misya dan orang tuanya, makanya saat itu aku membuat janji dengan mereka,dan saat itu mereka memintaku untuk bertemu dihotel,tanpa curiga aku mengiyakan nya,
''Saat aku mengatakan ingin memutuskan hubungan dengan Misya,tante Yanti awalnya marah namun setelah itu ia menyetujui nya begitu saja,walaupun tidak dengan Misya,sebelum pergi ,tante Yanti menyuruhku minum,lalu setelah itu kepalaku pusing dan tak ingat apapun lagi,, dan tiba-tiba saat bangun aku sudah berada dikamar hotel bersama Misya, dan itulah sebabnya aku memutuskan untuk menikahi Misya, walaupun sebenarnya aku yakin kalau aku tak melakukan apapun bersama nya saat itu.
''Kenapa kamu begitu yakin??kalau kalian tidak melakukan nya?
''Karna aku tidak merasakan apa-apa saat itu,dan asal kamu tau selama kami menikah, aku dan Misya tidak pernah menghabiskan malam panjang, dan aku tidak pernah menyentuh Misya sama sekali.''ucap Alex serius.
Gladis menyipitkan matanya,mana mungkin ia akan percaya begitu saja dengan yang Alex katakan, ini sudah hampir satu bulan ,sebagai laki-laki normal mustahil rasanya jika seorang laki-laki dan perempuan tidur dalam satu ranjang yang sama,bisa tidak melalukan apapun,sungguh sangat tidak mungkin pikirnya.
Mungkin jika orang yang mendengarnya,pasti orang akan berkata bahwa Alex adalah orang yang tidak waras.jika bisa menuntaskan hasratnya dengan sang istri kenapa justru harus bermain solo?
''Kenapa liatin kayak gitu?kamu gk percaya?''
''Yaialah mana mungkin aku percaya,lagian yan kalau laki-laki itu kalau udah gk perjaka,mana bisa dibuktikan,beda dengan cewe.''jelas Gladis dengan nada sinis.
''Siapa bilang tidak bisa? kamu mau bukti?''tanya Alex yang membuat Gladis seketika mendelikkan matanya.
''Gk usah ngaco deh kamu kak!
''Aku serius Sa,aku akan membuktikannya agar kamu bisa lihat jika aku memang belum pernah melakukan itu pada siapapun.''ucap Alex sambil terus melangkah mendekati Gladis.
''Ka kamu mau apa kak?''tanya Gladis gugup,ia terus berjalan mundur hingga tubuhnya membentur tembok yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
''Sasa aku hanya ingin melakukannya denganmu,kamu bersediakan memberikannya untukku?''bisik Alex dengan suara beratnya.
''A aku...
Belum sempat Gladis menjawab,Alex sudah membungkam mulut Gladis dengan cium*nnya.
''Kak jangan !! teriak Gladis
Gladis terus berteriak namun Alex tak menghiraukannya, ia terus menciumi bibir Gladis dengan rakus,Alex juga menjil*ti leher jenjang mantan kekasihnya itu.
Gladis terus meronta dan memohon agar Alex mau melepaskannya,namun Alex seakan tuli,ia terus menggagahi tubuh Gladis,hingga semua yang melekat ditubuh wanita itu terlepas,kecuali pembungkus dalam*nnya.
''Jangan kak! ucap Gladis yang kini mulai terisak, karna percuma rasanya ia terus melawan,karna sekuat apapun ia mencoba,tenaganya tidak akan cukup untuk mengimbangi tenaga pria yang ada didepannya saat ini.
Gladis yang awalnya melawan kini pasrah,rasanya Alex tidak mungkin mendengarkan ucapannya.
Karna merasa Gladis sudah tak melawan Alex pun langsung mengangkat tubuh Gladis masuk kedalam kamar tamu yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
''Kak lepasin! ucap Gladis dengan tenaga yang masih tersisa,ia terus mencoba melepaskan diri dari gendongan Alex.
Alex menurunkan Gladis dengan pelan,setelah itu ia melepaskan semua kain yang menempel ditubuh atletisnya,hingga siapa saja yang melihat akan terpana kala menatap tubuh bak roti sobek milik Alex.
Gladis memalingkan wajah,sat Alex mulai mendekatinya, perlahan Alex naik ketempat tidur,,kini Gladis sudah dalam kukungannya.
Sasa tatap aku! pinta Alex ,yang melihat sang pujaan hati masih memalingkan wajahnya.
Gladis memberanikan diri untuk menatap Alex,saat dirasanya Alex tak melanjutkan aksinya.
''Sasa aku sangat mencintaimu, dan aku hanya ingin kamu yang pertama untukku,begitu pun denganmu aku ingin akulah yang pertama untukmu,''ucap Alex.
__ADS_1