
Misya kekuar kamar mandi sudah dengan menggunakan pakaian lengkap.
''Mas kamu gk turun?''tanya Misya,sambil melangkah mendekati Alex yang saat itu sedang bermain dengan benda layar pipih miliknya.
''Turun yuk aku laper.''rengek Misya.
''Maaass!! panggil Misya lagi ,karna sejak tadi Alex hanya fokus pada ponselnya.
''Kamu turun saja sendiri,saya tidak laper.''jawab Alex.
''Gk mau ah,aku maunya sama kamu sayang..''ucap.Misya yang seketika membuat Alex jengah.
''Apa kamu tidak bisa sendiri?''ucap Alex malas.
''Dibawah gk ada orang mas aku gk mau sendirian.''jawab Misya
''Misya ! bisa tidak ,kamu tidak usah panggil saya dengan sebutan mas?''pinta Alex.
''Kenapa?aku suka,lagi pula kan terdengar biar lebih mesra,''jawab Misya enteng.
''Boleh ya,tadi siang kamu bilang gpp?sekarang kok protes?pokoknya aku tetap akan panggil kamu dengan sebutan mas.''jawab Misya keukeh.
Alex hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban yang diberikan Misya.
Sebenarnya Alex merasa risih dan tidak nyaman dengan sebutan yang disematkan Misya untuknya.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Kinara sedang berada diapartemen Bisma,mereka sedang duduk sambil menonton filim kesukaan Kinara.
Namun ditengah-tengah berlangsungnya film tersebut, tiba-tiba ada adegan yang membuat keduanya merasa canggung dan resah,pasalnya adegan yang ditunjukan di film tersebut adalah adegan panas yang berakhir diranjang,wajah Kinara seketika merona,dan bercampur malu,,saat melihat adegan tersebut, sebenarnya dia biasa melihat adegan yang seperti itu, namun sekarang halnya berbeda, pasalnya saat ini dirinya sedang melihat adegan itu dengan sang kekasih dan itu membuat nya kurang nyaman.
''kamu kenapa yang?''tanya Bisma yang masih terlihat santai.
''HAH?? gk kok aku gpp,''jawab Kinara.
''Aku boleh nanya gk?''tanya Bisma yang kini sudah menghadap wajah Kinara.
__ADS_1
''A apa??''tanya Kinara gugup,karna sepertinya dia sudah bisa menebak pertanyaan yang akan dilontarkan Bisma.
''Kamu suka nonton film yang ada adegan ginian sejak kapan yang?
''Tukaan,,dia nanya.aku mesti jawab apa coba?tidak mungkin kan aku jawab iya,bisa-bisa dia akan terus mengejekku nanti.''
Batin Kinara.
''Sayang kenapa bengong bukannya dijawab.''protes Bisma.
''Gk kok, adegan kayak gini juga hanya sekali-sekali munculnya.''elak Kinara.
''Benarkah??''tanya Bisma yang masih belum percaya.
''Ck,udah dong jangan bahas gituan lagi!" protes Kinara.
''Sayang gimana kalau kita mencobanya?''tanya Bisma yang seketika membuat mata Kinara mendelik
''Jangan gila deh kamu,''ucap Kinara .
Kinara diam sejenak,sebenarnya dia juga merasa penasaran dengan rasanya bercium*n bagai mana, karna selama ini Kinara memang belum pernah melakukannya karna memang selama ini dirinya tidak pernah mau berpacaran.dan kalau pun iya maka ini adalah kali pertamanya iya melakukannya.
Berbeda dengan halnya Bisma,karna dulu Bisma sering melakukan adegan cium*n bersama mantan pacarnya,bahkan lebih dari hanya sekedar cium*an saja,dan saat Bisma hendak menjalin hubungan yang lebih serius dengan sang kekasih dulu,ternyata sang pacar malah berkhianat padanya,dengan berselingkuh dengan teman Bisma sendiri,sejak saat itu Bisma tak perpikir akan menjalin hubungn serius lagi dengan perempuan,bahkan ia juga kerap menggoda lawan jenisnya,walaupun hanya sekedar rayuan gombal biasa, sebelum akhirnya ia menemukan Kinara,yang ia kenal sebagai sahabat adik sepupunya,, yang ternyata juga adalah kaka dari sahabatnya sendiri yaitu Alex.
Awalnya Bisma pikir ini adalah rasa suka biasa pada umumnya karna selain cantik, dimatanya Kinara adalah sosok wanita yang mandiri dan juga dewasa dan itu adalah salah satu poin yang membuat Bisma mengagumi Kinara.
***
Kinara yang awalnya menolak mentah-mentah,entah kenapa sekarang dirinya mengiyakan permintaan kekasihnya itu,mungkin kah rasa penasaran yang membuat Kinara akhir menyetujui permintaan konyol Bisma,entahlah hanya dia yang tau.
Mungkin Kinara berpikir toh hanya sebatas ciuman saja, kan tidak akan apa-apa.dia tidak tau saja berawal dari sebuah ciuman itulah yang bisa membuatnya tidak bisa berhenti.
Bisma tersenyum senang,saat mendapat lampu hijau dari sang kekasih hati,tanpa ingin menyia-nyiakan kesempatan Bisma langsung merapatkan dirinya pada tubuh Kinara.
Bisma membelai lembut wajah Kinara,lalu pandangannya turun pada bibir tipis sang kekasih yang sedikit bervolume itu.
Bisma mengecup lembut bibir berwarna merah muda milik Kinara itu,yang terasa manis di bibirnya,sedangkan Kinara tidak tau harus bereaksi seperti apa,karna ini adalah kali pertama dirinya bercium*n dengan seseorang.
__ADS_1
Sesapan dan ******n terus dilakukan Bisma,karna tak ada balasan dari sang kekasih akhirnya Bisma pun menggigit kecil bibir tersebut,hingga otomatis membuat sang pemiliknya membuka mulutnya,dan Bisma tak menyia-nyiakan kesempatan itu,lidahnya langsung menerobos masuk mengabsen setiap inci isi didalamnya dan mencari yang ia inginkan.
Saat dirasa Kinara sudah kehabisan oksigen,Bisma segera melepaskan pagutannya,namun beberapa detik kemudian ia kembali menyambar bibir yang sudah membuatnya candu tersebut.
Kinara merasakan perasaan aneh pada dirinya tiba-tiba darahnya berdesir seperti tersengat aliran listrik,dan tanpa ia sadari suara lenguhan lolos begitu saja dari bibirnya.
''Eeuugghh,,''desah Kinara,saat merasakan sensasi aneh pada tubuhnya.
Mendengar itu Bisma tambah bersemangat,tangannya menekan tengguk Kinara untuk memperdalam ciuman mereka,tangannya pun kini ikut bekerja,mengelus lembut punggung sang kekasih yang saat itu hanya menggunakan Tshirt longgar.
Kini tangan Bisma sudah merayap masuk menelusuri perut,dan kini berhenti digunung kembar milik Kinara.
Kinara yang saat itu juga sudah terbawa suasana membiarkan saja aksi yang dilakukan Bisma.
''Gila!! ini benar-benar gila! kenapa aku tidak bisa menghentikannya,dan kenapa rasanya begitu nikmat.''
Ucap batin Kinara.
Walau pun Kinara juga merasakan kenikmatan itu,namun rupanya akal sehatnya masih bekerja,dengan cepat ia menghentikan tangan Bisma agar tak melangkah lebih jauh.
Kinara melihat mata Bisma yang sayu dan penuh dengan permohonan,namun Kinara tetap pada pendiriannya kalau dia tak akan melakukan lebih dari ini.
Kinara membingkai wajah Bisma dengan tangannya.
''Sayang dengar!! semua ini nanti juga akan menjadi milikmu,dan itu tidak akan lama lagi,ku harap kamu bisa bersabar ok.
Dan akhirnya Bisma pun mengangguk faham.
''Maafkan aku Kinara,aku terbawa suasana.''sesal Bisma sambil menggenggam tangan kekasihnya.
''Yasudah sebaiknya kamu aku antar pulang,jika lama-lama kita disini mungkin aku tidak akan bisa bersabar lagi untuk segera memakanmu.''ucap Bisma yang mendapat cubitan diperutnya oleh Kinara.
''Becanda sayang,''ucap Bisma sambil terkekeh.
Dan akhirnya mereka pun segera keluar dari apartemen Bisma.
NEXT
__ADS_1