
Setelah membayar gaun tersebut,Desta kembali menghampiri Gladissa yang kebetulan saat ini sedang bersama Lastri.
''Kak Desta, apa kakak ketinggalan sesuatu?''tanya Gladissa karna melihat Desta kembali lagi.
''Iya, sebenarnya memang ada yang ketinggalan,ini!" ucap Desta sambil menyerahkan paperbag pada Gladissa.
Dengan sedikit ragu Gladissa mengambil paperbag yang ada ditangan Desta lalu membukanya.
''Ini kan gaun yang tadi?kenapa kak Desta berikan padaku?apa kaka ingin menukarnya lagi?''tanya Gladissa bingung.
''Bukan,tapi saya ingin memberikannya pada kamu.karna teman wanita yang saya maksud tadi adalah kamu.''ucap Desta sambil tersenyum.
''Sebelumnya terimakasih atas niat baik kakak,tapi maaf saya tidak bisa menerimanya,karna gaun itu harganya mahal,dan saya tidak ingin merepotkan orang lain.''jelas Gladissa.
Desta meraih tangan Gladissa,lalu segera memberikan paperbag yang berisi gaun tersebut kepada Gladissa.
''Saya tidak mau mendengar penolakan! dan oya,anggap saja ini sebagai hadiah pertemanan kita.''ucap Desta.
''Tapi kak,''
''Tidak ada tapi-tapi! ok, yasudah kalau gitu saya permisi dulu.''ucap Desta sambil tersenyum pada Gladissa,lalu segera berlalu dari hadapan Gladissa.
''Ciiee,,yang baru dapat hadiah,''goda Lastri yang sejak tadi melihat interaksi keduanya.
''Ck apaan sih kamu,''ucap Gladissa yang malas menanggapi godaan Lastri.
''Sepertinya pria tampan itu menyukaimu Dis,''ucap Lastri.
''Gk mungkin lah,''ucap Gladissa yang tak percaya.
''Kenapa tidak,bukannya pak Kiano juga menyukaimu,terus kenapa pria itu juga gk mungkin,''ucap Lastri yang membuat Gladissa tiba-tiba merasa terdiam.
''Kamu jangan ngaco deh, udah yuk ah,,kembali kerja! nanti dimarah Mba Kinara lho kalau ketahuan pegawainya bukannya kerja tapi malah asik bergosip.''ucap Gladissa yang diakhiri dengan kekehan kecil.
Tanpa sepengetahuan mereka ternyata Alex mendengar ucapan kedua gadis tersebut,awalnya Alex ingin bertemu dengan Gladissa,namun kini ia mengurungkan niatnya.
Alex kembali kemobilnya dengan tangan yang terkepal,kemudian keluar dari area parkir butik.
Misya dan Kinara dari jauh melihat mobil Alex keluar dari butik mereka.
''Itukan mobil Kia?apa dia baru saja dari butik?''Ucap Kinara.
''Kamu benar,sebaiknya nanti kita tanyakan saja pada pegawai butik.''ucap Misya.
Setelah mereka sampai,Misya dan Kinara langsung memasuki butik.
Disana terlihat ada Gladissa dan yang lainnya sedang disibukan oleh aktivitas mereka.
__ADS_1
''Lastri apa Kia adik saya datang kesini?''tanya Kinara yang kebetulan melihat Lastri.
''Pak Kiano tidak datang kesini buk,ya kan teman-teman?''tanya Lastri pada yang lainnya.
''Iya buk,pak Kia tidak ada datang memangnya ada apa?''tanya Uut kepo.
''Kalian yakin?atau jangan-jangan dia kesini ingin bertemu dengan seseorang?''ucap Misya sambil melirik kearah Gladissa.
''Kami yakin Mba Misya,karna dari tadi kami berempat sedang melayani pelanggan jadi kami sama sekali tidak melihatnya datang kesini.''jelas Lastri lagi.
''Yasudah kalau begitu,saya kira tadi dia kesini,soalnya saya dan Misya melihat mobilnya tadi keluar dari butik ini,''jelas Kinara.
''Hah,,tadi kak Alex kesini?tapi kenapa tidak masuk,ataupun memberitahuku.''
Batin Gladissa.
***
''Kin aku balik duluan ya soalnya mama telpon nih,ada yang mau diomongin katanya.''jelas Misya sambil membenahi barangnya yang akan di bawa pulang.
''Iya,hati-hati!" ucap pesan Kinara,yang diangguki oleh Misya.
Setelah kepergian Misya Kinara mendapat pesan dari Rina,yang mengatakan bahwa mama dan papanya tidak bisa pulang malam ini,karna berhalangan cuaca yang buruk maka dari itu terpaksa mereka akan pulang keesokan harinya.
Kinara menghela nafas nya dengan berat.
Hingga waktunya pulang,kini Kinara sudah keluar dari ruangannya sambil menuju tempat para pegawai biasa berkumpul sebelum mereka pulang.
''Gladis,''panggil Kinara saat Gladissa dan teman-temannya hendak menuju pulang.
''Kalian diluan saja!" ucap Gladissa pada yang lainnya.
Setelah teman-temannya pergi,Gladissa berjalan menuju Kinara.
''Iya Mba,ada apa?''tanya Gladissa.
''Malam ini kamu tidur dirumah saya,mau kan? soalnya papa dan mama besok baru akan pulang.''jelas Kinara.
''Tapi Misya?''ucap Gladissa sedikit ragu.
''Misya ada urusan,jadi kamu saja yang temanin saya maukan?''tanya Kinara lagi.
''Baiklah,tapi ambil baju ganti dulu ya Mba dirumah,''ucap Gladissa.
''Gk usah,nanti pakai punya saya saja,sepertinya masih ada yang belum pernah saya pakai,''ucap Kinara sambil mengingat-ingat.
''Baiklah,''ucap Gladissa.
__ADS_1
***
Kini mereka sudah sampai dikediaman Kinara.
''Bentar ya Dis,saya ambilin baju buat kamu,sebaiknya kamu duduk saja dulu!" ucap Kinara sambil berlalu menuju kamarnya.
Tak lama Kinara masuk, Alex pun turun dari kamarnya,ia melangkahkan kakinya menuju lemari pendingin yang ada disamping ruang tengah.
Alex meneguk air dingin yang ada didalam botol,namun tak sengaja matanya menangkap sosok yang sepertinya sangat ia kenali,karna penasaran Alex melangkah menuju ruang tamu untuk melihat siapa sosok yang membuatnya penasaran itu.
''Sasa!! ucap Alex,yang seketika membuat Gladissa menoleh padanya.
''Kak Alex,''ucap Gladissa sambil tersenyum.
''Sedang apa kamu disini?''ucap Alex datar sambil kembali meneguk minuman yang ada ditangannya.
''Mba yang ngajak Gladis kesini,dan dia akan tidur disini malam ini untuk nemenin Mba.''ucap Kinara yang tiba-tiba datang, dan kini duduk disebelah Gladissa.
''Dis ini, maaf lama,soalnya tadi saya mandi dulu,''ucap kinara.
''Gpp kok Mba.''ucap Gladissa yang merasa salting karna terus ditatap oleh Alex.
''Kia,kenapa kamu liatin Gladis seperti itu?''tanya Kinara,yang melihat Gladissa dengan tatapan sinis.
''Sudahlah saya mau keatas dulu.''ucap Alex sambil berlalu begitu saja.
''Kenapa anak itu bersikap seperti itu?''gumam Kinara.
''Oya Dis,sebaiknya kamu juga bersih-bersih habis itu kita makan malam bersama,kamu taukan letak kamarnya?''tanya Kinara.
''Iya Mba saya tau,''ucap Gladissa sambil bangkit dari duduknya dan segera pergi menuju kamar tamu.
Didalam kamar,Alex tersenyum penuh arti.
''Liat saja,aku akan memberikan hukuman untuk mu gadis nakal.''gumam Alex tersenyum penuh arti.
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam,kini Kinara dan Misya juga sudah duduk diruang makan,hanya tinggal Alex yang belum turun.
''Bik tolong panggikan Kia dikamarnya! bilang padanya untuk makan malam bersama.''ucap Kinara.
''Baik non,''ucap Art.
Namun saat bibik hendak menuju tangga Alex sudah lebih dulu menuruni anak tangga.
Alex menarik kursi disamping Kinara,lalu mereka makan dalam diam.
''Kak Alex kenapa ya?kok sepertinya dia sedang marah padaku? tapi perasaan aku gk punya salah deh sama dia,''
__ADS_1
Batin Gladissa yang merasa bingung akan sikap Alex yang acuh padanya.