
Misya menatap sinis pada pemuda yang saat ini masih duduk didepannya,karna sejak tadi selalu menatap kearahnya.
''Kenapa sejak tadi anda selalu menatap kearah saya?''tanya Misya sinis.
''Karna didepanku ada pemandangan indah,jadi wajar dong,kalau aku melihatnya.''jawab Brayen.
Misya memutar matanya jengah,saat mendengar gombalan receh Brayen.
''Hai nona! kenapa tatapanmu sinis sekali saat melihatku,sudah seperti ingin menelanku hidup-hidup saja.''ucap Brayen protes.
''Ya, saya memang ingin sekali menelan anda hidup-hidup. Terus apa saja yang sudah kamu katakan pada Kia?''tanya Misya dengan tatapan mengintimidasi.
''Kia??'' ulang Brayen.
''KIANO ALEXANDER ,, apa saja yang sudah kamu bilang sama dia?''tanya Misya lagi.
''Oh itu, banyak,kamu mau dengan yang mana?''tanya Brayen enteng.
''Kau! apa saja yang sudah kau katakan pada Kia?''tanya Misya yang mulai emosi.
''Suutt,,kecilkan suaramu nona,kamu mau semua orang mengetahuinya.''ucap Brayen.
''Sialan nih orang,awas saja kalau dia beneran sudah memberitahukan ini pada Kia.''
Batin Misya.
''Dengar ya! kalau sampai Kia tau masalah ini kamu akan rasakan akibatnya.''ancam Misya.
''Akibat apa yang kamu maksud?''tanya Alex yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapan mereka.
''Bu bukan apa-apa kok mas,tadi teman kamu ini mencoba menggoda pelayan kita,makanya aku sedikit memberinya peringatan.''kilah Misya.
''Whatt?? pelayan, emangnya seleraku serendah itu apa, tapi kalau pelayannya secantik Sasa gpp juga sih.''
Batin Brayen.
''Benarkah itu Bray? apa seleramu sekarang sudah turun?''sindir Alex.
''Tentu saja tidak Lex, tapi kalau pelayannya seperti yang ada disana itu aku mah sangat rela.''ucap Brayen.
Seketika kedua pasangan suami istri itu mengikuti arah pandang Brayen,yang ternyata ditujukan untuk Gladissa.
''Boleh kan Lex?''ucap Brayen lagi,padahal niatnya hanya ingin menggoda Alex.
''Mana boleh, maksud saya dia itu gadis baik-baik,sedang saya tau siap kamu.''ucap Alex yang kembali pada mode datarnya.
''Ck,kau ini semua orang bisa saja berubah.''jawab Alex sewot.
''Mungkin orang lain akan berubah tapi kalau kamu saya rasa tidak.''tambah Alex.
''Kau ini selalu saja berpikiran buruk tentangku.,gerutu Brayen.
__ADS_1
''Baiklah Lex, sepertinya aku harus pergi,ada sesuatu ysng harus ku urus.''ucap Brayen sambil berdiri dari duduknya.
''Pergilah yang jauh dan jagan pernah kembali lagi.''sambung Misya pelan.
''Kau salah nona,sepertinya mulai sekarang saya akan lebih sering datang kesini,apa lagi ada sesuatu yang belum ku katakan pada suamimu.''ucap Brayen tersenyum sinis.
''Kau!....
''Eeheemm,, ucap Alex berdehem,membuat keduanya kembali menutup mulut mereka rapat-rapat.
''Yasudah,sampai jumpa Lex.''ucap Brayen sambil berlalu.
Setelah kepergian Brayen, Misya baru bisa menghembuskan nafas leganya.
''Huuff,,''ucap Misya lega.
''Kamu ada masalah apa dengan Brayen?''tanya Alex penuh selidik.
''Ti tidak,mana mungkin aku ada masalah dengannya sedangkan bertemu saja baru hari ini.''elak Misya.
''Benarkah??''tanya Alex memastikan,matanya menyipit sambil menatap Misya.
''Bener kok mas,aku gk bohong.''jawab Misya lagi untuk meyakinkan Alex.
''Oya,mas aku tiba-tiba ingat ada janji sama mama,kalau gitu aku kerumah mamaku sekarang gpp kn?''ucap Misya.
''Hem,''jawab Alex tanpa ingin bicara.
Setelah mengatakan itu,Misya langsung bergegas pergi meninggalkan cafe tersebut,sebenarnya dia hanya menghindar dari Alex saja,agar tak bertanya-tanya lagi soal kedekatannya dengan Brayen.
''Sepertinya Misya menyembunyikan sesuatu,kelihatan sekali tadi mereka bicara serius,aku rasa mereka memang sudah saling mengenal.''
Batin Alex,yang kembali mengingat interaksi antara Misya dan Brayen.
Saat ini Misya masih berada diparkiran cafe.
Ting...
Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Misya.
082153xxx
''Nanti malam datang ke club tempat terakhir kali kita ketemu!''
Begitulah kira-kira isi pesan dari nomor asing tersebut.
''Nomor siapa ini? dan pesan ini,, apa ini pesan dari Brayen? tapi dari mana dia tau nomorku.''
Batin Misya.
Setelah membacanya Misya cepat-cepat memasukan kembali ponselnya kedalam tas.
__ADS_1
Karna sudah sore, Misya memutuskan untuk pulang kerumah keluarga ALEXANDER.
***
Tak lama mobil Misya keluar dari cafe,terlihat sebuah mobil hitam memasuki area parkir cafe tersebut, yang tak lain adalah mobil milik Desta.
Dengan semangat,Desta turun dari mobilnya sambil membawa satu bucket bunga mawar untuk kekasih hatinya siapa lagi kalau bukan Gladissa.
Setelah memasuki cafe,matanya langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang melayani pengunjung.
Desta terus menatap gadis tersebut yang belum menyadari kedatangannya,karna memang saat itu pengunjung sangat ramai.
Saat Gladissa berada di meja pantry Vega baru memberitahunya.
''Dis,tuh pacar baru loe datang,''sindir Vega hingga membuat Gladis mengerenyitkan keningnya.
''Itu noh,,''tambah Vega yang mengerti maksud kebingungan temannya itu.
''Lemot amat sih Dis,gitu saja lama.''gerutu Vega.
''Bukan lemot Ve,habisnya kamu sih bilangnya seperti itu ya mana saya ngerti.''balas Gladis.
''Yaudah gih kamu samperin dulu,kasian lama nunggu.''ucap Vega.
''Yasudah saya kesana dulu ya.''ucap Gladis yang diangguki Vega.
Kebetulan semua penasan sudah mereka antar jadi Gladis bisa menemani Desta sebentar.
''Kak Desta.''sapa Gladis setelah sampai di meja yang dimana saat ini Desta duduk.
''Haii Dis,ini buat kamu.''ucapnya sambil menyerahkan satu bucket mawar merah pada Gladis.
''Waahh,,cantik sekali,makasih ya kak.''ucap Gladis sambil mencium wangi bunga tersebut.
Diwaktu yang bersamaan Alex kebetulan juga keluar dari ruangnnya dan melihat kejadian itu.
''Sasa,,sebegitu senangnya kamu walau hanya di beri bunga oleh Desta,apa kamu mulai menyukainya??''
Ucap batin Alex.
Alex kembali melangkahkan kakinya pada tujuan awalnya yaitu menuju ruangan Bisma,namun bila hendak menuju ruangan tersebut Alex harus melewati meja yang saat ini sedang di duduki oleh Desta dan Gladis.
Langkah Alex mulai dekat dengan meja tersebut,dengan hati bergemuruh ,Alex berhasih melewati meja mereka begitu saja,hingga kini tubuhnya hilang dibalik pintu ruangan Bisma.
Sedangkan kedua manusia yang tadinya saling bicara,terdiam saat tiba-tiba Alex lewat didepan mereka tanpa menyapa atau pun menoleh pada mereka.
''Kak Alex kenapa dia lewat begitu saja,apa dia sudah tidak mempedulikan aku lagi.''
Batin Gladis,yang merasa Alex sudah tidak seperhatian dulu padanya.
Entah apa maunya Gladissa,jika Alex mendekat pada nya ia selalu saja mencari cara agar Alex menjauh darinya,namun jika Alex acuh padanya ia merasa kehilangan.
__ADS_1
Desta yang mengerti ,mencoba berusaha menghibur Gladis,dengan mengajaknya nonton di bioskop,awalnya Gladis menolak namun Desta selalu punya cara agar Gladis tak bisa menolaknya.
NEXT