Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Bermuka Tebal


__ADS_3

''Kalau masalahnya hanya itu pasti aku tidak akan segalau ini Kin.''


Batin Misya,ingin rasanya Misya menyerah,tapi ia juga belum sanggup jika harus hidup tanpa Alex, apa lagi jika Alex berniat pergi darinya,, sungguh ia tidak tau harus hidup seperti apa, jika nanti Alex benar-benar meninggalkannya.


Dari pada kamu bette,mending nanti sore kamu ikut denganku dan Bisma nonton.''ucap Kinara.


''Ogah kalian yang pacaran aku yang jadi nyamuknya entar.''ucap Misya sewot.


Kinara terkekeh mendengar langsung penolakan yang ia tawarkan pada Misya.


Rasanya Misya sangat tak bersemangat.


''Apa sebaiknya aku kecafe aja ya,tapi kalau nanti mas Kia cuekin aku lagi gimana? ah bodo amat lah yang penting usaha aja dulu.''


Batin Misya.


''Emm, Kin aku ke cafe mas Kiano ya gpp kan?''tanya Misya yang merasa sedikit tidak enak,pasalnya ia baru saja datang dan kini sudah harus pulang lagi.


''Iya gpp,''jawab Kinara.


Kini Misya sedang mengendarai mobil miliknya menuju cafe, Misya melihat jam dipergelangan tangannya yang kini sudah menunjukan pukul dua belas siang.


''Waktunya makan siang,sebaiknya aku belikan mas Kia makan siang dulu.''gumam Misya sambil menepikan mobilnya di sebuah rumah makan.


Setelah membeli dua bungkus makanan Misya kembali melajukan mobilnya menuju cafe.


Lina belas menit kemudian Misya pun sampai,setelah memarkirkan mobilnya Misya segera masuk kedalam cafe sambil menenteng makanan yang tadi sempat ia beli.


''Misya,''sapa seseorang yang tak lain adalah Bisma.


''Haii kak,oya mas Kia nya ada kan?''tanya Misya.


''Ada kok diruangannya,kamu bawa makan siang ya?''


''Iya,kak Bisma mau?kebetulan aku beli dua bungkus tadi.''tawar Misya.


''Tumben baik,ada angin apa?''sindir Bisma.


''Ck,dibaikin salah,di musuhin apa lagi.''gerutu Misya.


''Hehe.. iya iya becanda kok,yasudah sini makanannya kebetulan aku juga sudah laper nih.''pinta Bisma.

__ADS_1


Setelah memberi kantong makanan pada Bisma,Misya kembali melangkah menuju ruangan Alex.


Namun setelah sampai didepan pintu,Misya sedikit ragu.


''Masuk gk ya?''ahh,,bodo amat sepertinya aku memang harus menebalkan sedikit nih muka.''gumamnya


Tok! tok! tok!


''Masuk,''jawab seseorang dari balik pintu ruangan tersebut.


Misya memutar knop pintu,lalu masuk kedalam ruangan itu,Alex menatap Misya sekilas,lalu kembali pada kegiatannya.


''Mas,aku bawain kamu makan siang,kamu pasti belum makan kan?''ucap Misya sambil meletakan makanan yang ia bawa diatas meja.


''Mas,''panggil Misya lagi,karna sejak tadi Alex tak menghiraukannya.


''Misya kamu makan saja dulu,saya masih banyak pekerjaan.''ucap Alex malas.


Jujur saja,rasanya saat ini Alex tidak ingin melihat Misya ada diruangannya,entah kenapa kalau melihat Misya Alex jadi teringat dengan tanda merah keunguan itu.


Alex menghembuskan nafasnya kasar,kala melihat wajah Misya yang memelas,ada rasa tidak tega dalam dirinya,tapi mau bagai mana lagi kalau tidak bersikap seperti ini,bisa-bisa nanti Misya akan berbuat seenaknya lagi.


Misya yang melihat Alex seperti tidak perduli pada nya memberengut kesal,


Namun saat Alex hendak menjawab,seseorang mengetuk pintu dari arah luar.


''Masuk! ''perintah Alex dari dalam.


Terdengar suara pintu dibuka dan munculah sosok Gladissa dari balik pintu tersebut.


''Maaf pak,ada yang ingin bertemu dengan anda.''ucap Gladissa.


''Oh,sudah datang ya? baiklah,,maaf Misya saya harus keluar.''ucap Alex langsung pergi begitu saja meninggalkan Misya diruangan tersebut.


Sebelum benar-benar keluar,Alex menatap Gladissa sekilas yang masih berdiri di depan pintu,lalu kembali lagi melangkahkan kakinya menuju luar.


Misya memandang tak suka pada Gladissa.


''Dasar,cari muka!" gerutu Misya.


Saat Gladis hendak melangkah keluar tiba-tiba Misya memanggilnya membuat Gladis menghentikan langkahnya.

__ADS_1


''Bisa kita bicara sebentar!" ucap Misya sambil menatap wajah Gladis.


''Baiklah.''jawab nya,sambil melangkahkan kakinya kembali masuk keruangan Alex.


Kini Gladis dan Misya duduk saling berhadapan,Gladis terlihat tidak nyaman saat Misya menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


''Apa yang ingin kamu bicarakan sya?''tanya Gladis langsung.


''Pasti kau merasa senangkan selalu berdekatan dengan mas Kia?''ucap Misya,yang membuat Gladis mengkerutkan dahi.


''Maksudmu apa?aku gk ngerti.''tanya Gladis yang memang kurang faham maksud dari ucapan Misya


''Gk usah sok polos deh kamu Dis,aku tau kamu masih cintakan sama Kia? tapi sayangnya kamu gk bisa dapatin dia makanya kamu terus berusaha deketin dia dengan cara menerima tawarannya untuk bekerja disini.''tuduh Misya.


Gladis menghembuskan nafas kasar,lalu kembali menatap Misya.


''Jujur sampai detik ini aku memang masih sangat mencintai kak Alex,tapi kalau ingin mencari perhatian atau pun ingin mendekati nya seperti yang kamu tuduhkan sama aku itu semua tidak benar,aku tau diri kok dan aku juga tidak akan mengambil barang yang sudah menjadi milik orang lain, meski aku sangat menyukai barang tersebut,,kecuali orang itu sendiri yang memberikannya padaku sedang suka rela.''jelas Gladis.


''Maaf Misya kalau tidak ada lagi yang ingin kau katakan sebaiknya aku keluar,karna masih banyak yang harus ku kerjakan.''ucap Gladis sambil beranjak dari duduknya meninggalkan Misya yang masih terpaku dengan ucapan Gladis.


Tanpa mereka sadari Alex mendengar ucapan antara Gladis dan Misya,karna tadi ia kembali keruangannya karna ia ingin mengambil suatu dokumen,namun ia urungkan saat mendengar pembicaraan antara Gladis dan Misya.


Jujur saja Alex sangat senang mendengar pengakuan dari bibir Gladis yang mengatakan kalau dirinya masih sangat mencintai Alex,sekarang hanya tergantung takdir yang akan membawa nya kemana.


***


''Kamu kenapa wajahnya ditekuk kayak gitu?''tanya Vega yang melihat Gladis datang dengan wajah masam.


''Gpp,''ucap Gladis rasanya ia malas hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan temannya itu.


''Tidak apa-apa tapi wajah masam gitu.''cibir Vega.


Sedangkan ditempat lain,tepatnya didalam ruangan Misya masih menunggu Alex kembali keruangannya,namun sampai jam dua siang Alex masih belum juga datang,Misya yang merasa bosan langsung keluar dari ruangan tersebut meninggalkan makanan yang tadi sembat ia beli,bahkan belum tersentuh sampai saat ini.


''Loh Misya kamu masih disini?''tanya Bisma heran,pasalnya tiga puluh menit yang lalu dia melihat Alex sudah pergi dari cafe.


''Emang kenapa?oya tamunya mas Kia masih belum pulang ya kak ?''tanya Misya.


''Misya coba tolong kamu jelaskan sama aku,sebenarnya kalian ada masalah apa sih?''ucap Bisma yang malah balik bertanya.


''Kok kamu tanya nya gitu kak?aku sama mas Kia gk ada masalah kok .''ucap Misya berbohong.

__ADS_1


''Ya kalau kalian memang tidak ada masalah kenapa kamu gk tau kalau Alex sudah pergi sejak tadi?!" jelas Bisma yang membuat Misya sedikit kaget.


NEXT


__ADS_2