
Gladissa terus berjalan tanpa tujuan sambil membawa tas yang berisi pakaian miliknya.
''Gladissa??''panggil seseorang dari arah belakang Gadissa.
Mendengar namanya dipanggil,Gladissa pun menghentikan langkahnya,lalu berbalik untuk melihat siapa orang yang sudah memanggilnya.
''Ternyata memang benar kamu Gladissa,''ucap pria itu yang tak lain adalah Desta.
''Kak Desta,''gumam nya pelan.
Pria itu melangkah mendekati gadis itu dan berhenti tepat dihadapannya.
''Kamu mau kemana? dan apa yang sedang kamu bawa itu?''tanya Desta penasaran.
''Saya.. ingin cari kontarakan kak.''jawab Gladissa.
Tanpa banyak bertanya Desta lalu mengambil tas ransel yang ada ditangan Gladissa dan memasukannya kedalam mobil.
''Loh, kak apa yang kamu lakukan?''
''Saya akan membantumu untuk mencari kontaran,dan kebetulan saya punya teman yang rumahnya sedang kosong karna belum ada yang mengontraknya dan saya rasa untuk saat ini kamu bisa tinggal disana .''jelas Desta.
''Ayo,sekarang masuklah!" ucap Desta yang diangguki oleh Gladissa,karna memang ia juga tidak ada pilihan lain.
Didalam mobil mereka hanya saling diam,Gladissa lebih memilih nenatap keluar jendela,untuk melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi saat mereka lewati.
Sedangkan Desta hanya fokus dengan kemudinya namun sesekali ia melirik kearah wanita yang entah sejak kapan telah berhasil mencuri hatinya itu.
Desta dapat merasakan bahwa gadis yang ada disampingnya ini sedang mempunyai masalah,namun Desta sama sekali tak ingin menanyakannya,ia akan menunggu sampai Gladissa sendirilah yang nanti akan mengatakannya padanya.
Setelah menempuh perjalan selama dua puluh menit,akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang cukup besar kalau ditinggalin untuk satu orang.
''Kak ini kontrakannya?''tanya Gladissa sambil menatap bangunan minimalis berlantai dua tersebut.
''Iya ayo masuk!" ajak Desta sambil melangkah menuju rumah tersebut.
Gladissa melihat isi rumah yang sepertinya baru selesai dibangun.
''Kak Desta yakin? ini rumah buat di kontrakin? kok sepertinya ini rumah baru ya,''ucapnya lagi sambil menatap sekeliling.
Sebenarnya ini adalah rumah milik Desta yang baru selesai dibangun dua bulan yang lalu,hanya saja Desta lebih memilih tinggal diapartemen yang memang lebih dekat dengan kantor.
__ADS_1
''Tapi sepertinya harga sewanya juga mahal deh,''ucap Gladissa lagi.
''Kamu jangan mikirin tentang masalah itu dulu,teman saya orang nya baik,dan pasti dia tidak akan menagih sebelum kamu membayarnya.''ucap Desta meyakinkan.
''Benarkah?? baik sekali orang itu.''sambung Gladissa lagi.
***
Malam ini adalah malam minggu dimana Alex akan menepati janjinya,yaitu mengajak Gladissa untuk berkeliling kota.
Kini mobil Alex sudah sampai di halaman rumah lama milik Gladissa.
Setelah turun dari mobilnya Alex segera melangkah menuju kediaman kekasihya itu.
Alex merasa heran saat lampu rumah Gladissa tidak menyala,apa dia belum pulang kerja,pikirnya.
Namun tiba-tiba Lastri keluar dari mesnya untuk membuang sampah didepan,dan melihat Alex sedang menatap kediaman Gladissa.
''Pak Kiano,''sapa Lastri.
Dan spontan Alex menatap kearah Lastri.
''Apa bapak cari Gladis?''tanya Lastri lagi
''Memangnya pak Kia belum tau,kalau Gladis sudah tidak bekerja dibutik lagi? dan otomatis dia juga tidak tinggal disini lagi.''jelas Lastri yang juga merasa sedih dengan kepergian temannya itu.
''Apa?? kenapa bisa seperti itu?''
''Jadi benar pak Kia belum tau?''ucap Lastri lagi.
Sebaiknya kamu jelaskan sama saya sekarang apa yang terjadi!" ucap Alex.
''Sebenarnya kemarin itu....''
***
Saat ini Alex sedang mengendarai mobilnya mengitari setiap sudut kota,untuk mencari Gladissa yang saat ini belum diketahui keberadaannya,sedangkan ponselnya Lastri bilang terjatuh dan rusak saat pertengkarannya kemarin dengan Misya.
''Pantas saja nomornya tidak bisa dihubungi ternyata handpone nya rusak,Sasa dimana kamu sekarang?kenapa kamu tidak memberitahukan tentang masalah sebesar ini sama aku?kenapa kamu harus menanggungnya sendiri.''
Batin Alex yang merasa dirinya tak bisa melindungi orang yang dicintainya.
__ADS_1
Tiga jam lamanya Alex mencari keberadaan Gladissa,ia menyusuri setiap jalan dan tempat-tempat lainnya,namun ia sama sekali tak menemukannya,Alex bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami,walau pun ia tak menemukannya namun setidaknya dirinya sudah berusaha untuk mencarinya.
Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukan pukul sebelas malam,dan Alex memutuskan untuk segera pulang,Alex berencana kalau besok ia akan bertemu dengan Misya, tepatnya Alex akan menyatakan tentang hubungan yang sebenarnya antara dirinya dan Gladissa.
KEESOKAN HARINYA
Siang ini Gladissa sedang makan siang bersama dengan Desta disebuah restoran.
Alex yang awalnya ingin pergi ke cafe tak sengaja melihat Desta dan Gladissa keluar dari restoran tersebut dan mereka melangkah menuju mobil milik Desta yang tak jauh terparkir dari restoran itu,namun saat Gladissa hendak memasuki mobil tak sengaja kakinya tersandung hingga ia ampir terjatuh,untuk Desta dengan cepat menangkapnya jika tidak mungkin ia akan tersungkur kejalan.
Alex yang memang sejak tadi melihat interaksi keduanya dari dalam mobil mengepalkan tangannya,saat melihat kedekatan keduanya terlebih saat Desta menyentuh pinggang ramping kekasihnya itu.
''Apa yang kamu lakukan bersamanya Desta Sa? dan kenapa kamu tidak datang mencariku saja,kenapa harus Desta.''
Batin Alex,sambil mengeraskan rahangnya menahan amarah.
Alex berniat akan mengikuti kemana mobil mereka akan pergi,selama lima belas menit Alex mengendarai mobilnya untuk mengikuti mereka,hingga mobil yang mereka tumpangi masuk kesebuah perumahan yang cukup asri,terlihat mobil Desta berhenti disebuah rumah minimalis berlantai dua,Alex memarkirkan mobil miliknya tak jauh dari mereka berada.
Terlihat Gladissa turun dari mobil tersebut,sedangkan Desta langsung terlihat mengendarai mobilnya pergi dari perumahan tersebut.
Setelah kepergian Desta,Gladissa pun segera masuk kedalam rumah yang sudah ia tempati selama dua hari ini.
Setelah memastika pintu tertutup rapat,Gladissa segera naik menuju kamarnya,namun masih dua langkah ia menaiki anak tangga tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seseorang.
Gladissa mengerutkan kening,sambil menatap kearah pintu,
''Siapa ya?apa jangan-jangan kak Desta balik lagi,tapi ada apa?!" gumamnya.
Dan Gladissa pun melangkah kembali menuju pintu untuk membukanya,tanpa terlebih dahulu megintip siapa yang datang,Gladissa langsung membuka pintu tersebut.
''Kak Desta kenapa balik lagi apa ada yang ke ting ga lan...''ucap Gladissa yang tiba-tiba pelan diakhir kalimatnya.
Gladissa merasa sedikit terkejut saat mengetahui siapa yang datang menemuinya saat ini.
''Kak Alex.''gumamnya pelan.
''Kenapa? kaget? karna aku yang datang,bukan Desta?
Namun Gladissa masih terbengong,sambil mencerna kata-kata yang Alex ucapkan padanya.
''Kenapa diam ? oh,, kamu merasa bingung, karna aku bisa tau tempat tinggalmu saat ini yang ya....lumayan besar ini?''ucap Alex sambil menatap isi dalam rumah tersebut,karna memang Gladissa membukanya cukup lebar.
__ADS_1
''Bu bukan begitu kak, sebaiknya kak Alex masuk dulu,biar aku jelaskan semuanya!" ucap Gladissa,dan akhirnya Alex pun masuk kedalam rumah tersebut.
NEXT..