
Setelah Vega keluar dari ruangan Bisma, Bisma menjadi gelisah.
''Apa aku harus memberitahukan kabar tentang kecelakaan ini pada Alex?tapi bagai mana dengan Misya? duuuhh bingung jadinya, lebih baik aku ajak Kinara saja nanti, untuk menjenguk Gladis setelah jam makan siang.''putus Bisma.
Saat ini Bisma sedang mengendarai mobilnya menuju butik milik kekasihnya tersebut,rencananya dia akan mengajak Kinara untuk makan siang,setelah itu ia baru mengajaknya kerumah Gladis untuk melihat kondisi kesehatan teman sekaligus pegawainya itu.
Bisma sudah memarkirkan kendaraannya diparkiran butik Kinara,saat keluar dari mobilnya mata Bisma langsung tertuju pada mobil yang ada disebelah mobil miliknya.
''Ini kan mobil Alex,sedang apa dia?tumben banget.''
Batin Bisma,yang kini sudah melangkah menuju pintu masuk butik.
''Heii Lex, loe mau kemana?gue baru juga datang.''ucap Bisma.
''Cafe lah,saya kesini hanya mengantar Misya saja.''jelas Alex.
''Waahh,, ada kemajuan nih kayaknya,''ledek Bisma.
Namun Alex tak ingin meladeni candaan Bisma,yang hanya akan membuat kepalanya pusing.
''Saya balik dulu.''pamit Alex sambil berlalu.
Sedangkan Bisma langsung menuju ruangan kekasihnya.
Samar-samar Bisma mendengar Kinara dan Misya sepertinya sedikit berdebat, dan nama Gladis juga dibawa-bawa,sepertinya Kinara kembali membicarakan tentang rencananya ingin agar Gladissa kembali lagi bekerja dibutik mereka,tapi sepertinya Misya tetap tidak ingin sampai itu terjadi.
Bisma yang tak ingin terjadi keributan antara Misya dan kekasihnya itu akhirnya segera masuk keruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Spontan kedua wanita yang sedang berdebat itu pun langsung menoleh kearah Bisma.
''Kak Bisma,Bisma...''ucap Misya dan Kinara secara bersamaan.
''Kalian berdua ini kenapa sih berdebat?,suara nya sampai terdengar keluar lagi,memangnya gk malu?''tanya Bisma sambil melangkah menuju sofa yang ada diruangan mereka.
''Kinara sih, yang mulai kak,berapa kali ku bilang aku tidak mau jika Gladis kembali lagi di butik ini,tapi Kinara keukeh ingin mempertahankan nya.''jelas Misya.
Bisma menatap kearah Kinara,sedangkan Kinara memberikan kode pada Bisma agar ikut membujuk Misya.
Bisma mengangguk faham.
''Misya dengar? walau bagai mana pun kamu gk bisa mencampur adukan antara pekerjaan dengan perasaan,lagi pula sekarang Alex toh sudah jadi milik kamu kan,jadi alangkah baiknya jika sekarang kalian berdamai saja.''ucap Bisma memberi saran.
''Udahlah kak,jika kamu kesini hanya untuk ikut-ikuyan buat bujuk aku lebih baik kamu pulang saja gih!" ucap Misya bette.
__ADS_1
''Kamu ngusir aku??tanya Bisma
''Ya habisnya kak Bisma datang-datang pake ikutan dukung Kinara lagi.''jawab Misya malas.
''Yasudah lah gk usah dibahas lagi,lagi pula aku datang kesini mau ajak Kinara makan siang bukan liat kalian berdebat, ayo sayang kita makan diluar, oya kamu mau ikut gk Sya?''tanya Bisma,sekalian habis ini mau kerumah Gladis buat liat keadaannya.''ucap Bisma yang seketika membuat kedua wanita itu saling pandang.
''Emangnya dia kenapa?pake acara diliatin segala.''tanya Misya.
''Asal kalian tau, orang yang kalian debatkan tadi ,mengalami kecelakaan tadi pagi saat hendak berangkat ke cafe.''jelas Bisma.
''Kok bisa?terus keadaannya gimana?''tanya Kinara panik.
''Aku juga belum tau Kin,makanya nati sesidah makan siang aku berniat ingin melihat keadaannya kamu mau kan?''tanya Bisma.
''Iya, aku juga ingin melihat keadaannya.''jelas Kinara.
Sedangkan Misya hanya diam saat mendengar ucapan Bisma,yang mengatakan kalau Gladis mengalami kecelakaan.
Walau bagai mana pun Misya dan Gladis pernah dekat,dan Misya juga sudah menganggap Gladis seperti saudara perempuannya,namun setelah mengetahui yang kenyataan yang sebenarnya Misya sudah tidak menganggap Gladis sebagai temannya lagi,karna menurutnya Gladis adalah seorang pengkhianat.
Setelah kepergian Kinara dan Bisma,Misya kembali pada pekerjaannya yang tadi dempat tertunda karna perdebatan kecil antara dirinya dan Kinara.
***
''Oya sayang,,memangnya kamu tau tempat tinggal barunya Gladis?''ucap Kinara.
''Tadi sudah minta share alamatnya sama Vega salah satu pegawaiku,katanya dia tinggal di komplek perumahan x.''jelas Bisma.
Tak lama akhirnya mereka sampai diperumahan tempat tinggal Gladis.
Setelah memarkirkan kendaraannya,Kinara dan Bisma segera keluar dari mobil.
''Ini rumahnya? kamu gk salah kan sayang?''tanya Kinara sambil memperhatikan rumah yang ada dihadapannya.
''Iya,benar kok ini alamatnya,yaudah yuk!''ajak Bisma sambil melangkah kan kakinya menuju teras rumah Gladissa.
Tok-tok-tok!!
Tak lama setelah Bisma mengetuk pintu terdengar suara sahutan dari dalam.
Ceklek..
Setelah pintu terbuka,terlihatlah sosok Gladissa yang sedang berdiri sambil menahan rasa sakit di kakinya.
__ADS_1
''Mba Kinara,kak Bisma!'' ucap Gladis sambil mengembangkan senyumnya.
''Hai Dis,katanya kamu kecelakaan kamu gpp kan?''tanya Kinara sambil menelisik tubuh Gladis.
''Yuk masuk dulu kak!" ajak Gladis sambil melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ruang tamu.
Misya terus memperhatikan kaki Gladis,karna ia melihat Gladis berjalan dengan pincang.
''Kaki kamu gpp?''tanya Kinara setelah mereka duduk diruang tamu.
''Gpp kok mba hanya lecet sidikit saja kok,lagi pula tadi udah dikasih salep kok.''jelas Gladis.
''Coba aku lihat,bolehkan!" tanya Kinara lagi,karna Kinara melihat Gladis seperti menahan rasa sakit ditubuhnya.
''Saya gpp kok mba,jangan khawatir ya,''ucap Gladis sambil memaksakan senyum.
Sedangkan Bisma,hanya menyimak interaksi kedua wanita yang ada didepannya saat ini.
''Dis,mba maksa lho,jadi kamu harus nurut ok!" ucap kinara yang akhirnya membuat Gladis menurut.
Kinara menaikan sedikit celana yang digunakan Gladis, lalu melihat kaki nya yang memar itu.
Betapa terkejutnya Kinara saat melihat memar dikaki Gladis yang sudah berwarna merah kebiruan,bukan hanya itu hampir seluruh kakinya lecet-lecet, belum lagi Kinara juga melihat di lengannya juga terdapat lecet yang lumayan lebar.
''Kok bisa gini Dis,kenapa tidak diobati?''ucap Kinara.
''Sebaiknya kita kerumah sakit saja untuk mengobati lukamu ini,biar tidak infeksi,ayo yang kita bawa Gladis!" ucap Kinara pada Bisma.
''Yasudah ayo!" ucap Bisma.
''Tapi mba...''
''Gk ada tapi-tapian Dis,kamu ikut saja apa kata kami!" ucap Kinara,dan akhirnya lagi-lagi Gladis hanya pasrah.
''Baik lah mba!" jawab Gladis.
Bisma melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang,setelah dua puluh menit akhirnya Misya dan Alex sampai dirumah terdekat.
''Kamu ini Dis,lain kali jika terjadi seperti ini kamu harus segera hubungi mba atau lun Bisma jangan dibiarin seperti ini,kamu ngertikan seru Kinara.
''Iya mba.''jawab Gladis.
BERSAMBUNG..
__ADS_1
BUDAYAKAN LIKE DAN KOMEN..