
Misya tidak menyangka,sepertinya Alex benar-benar sudah tak ingin perduli dengannya lagi.
''Bagai mana ini, apa sebentar lagi mas Kia akan menceraikan aku.''
Ucap batin Misya.
''Sya kamu gpp kan?''ucap Bisma,yang seperti melihat kegelisahan dimata adik sepupunya itu.
''Aku gpp kok,yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya kak.''ucap Misya sambil berlalu tanpa menunggu jawaban Bisma.
''Sebenarnya ada apa sih?sepertinya Misya menyimpan banyak beban.''gumam Bisma.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat,kini Bisma telah bersiap untuk menjemput sang kekasih di butiknya,karna saat ini Bisma akan mengajak Kinara nonton film disebuah bioskop.
Kini mobil Bisma sudah berada diparkiran butik,ia sengaja tidak turun,karna Kinara perpesan agar Bisma tetap menunggunya didalam mobil.
''Tok! tok! tok!
Terdengar suara kaca jendela milik Bisma diketuk oleh seseorang, yang ternyata adalah Kinara.
''Sudah lama?''tanya Kinara setelah kaca mobil nya diturunkan Bisma.
''Baru kok,yuk masuk!" perintah Bisma yang diangguki oleh Kinara.
Saat di perjalanan,mereka hanya saling diam,karna Bisma melihat Kinara sedang berbalas pesan dengan customernya yang akan memesan barang besok ujar Kinara tadi. setelah selesai Kinara kembali memasukan ponselnya kedalan tas miliknya,,Kinara kembali menyandarkan tubuhnya disandaran kursi,,hingga pertanyaan Bisma tiba-tiba membuat Kinara menatap kearahnya.
''Apa Misya sedang bertengkah dengan Alex?''tanya Bisma lagi,karna melihat Kinara masih diam.
''Kenapa kamu bertanya seperti itu?apa terjadi sesuatu dicafe?''ucap Kinara yang malah balik bertanya.
''Iya,aku melihat sepertinya Misya dan Alex sedang tidak baik-baik saja.''jelas Bisma ysng kembali teringat tentang Misya di cafe tadi.
''Mereka memang sempat ada masalah,tapi sepertinya sudah selesai,lagi pula yang aku tau masalahnya juga tidak begitu berarti.''jelas Kinara.
''Emangnya ada masalah apa diantara mereka yang?''tanya Bisma penasaran.
Dan akhirnya Kinarapun menceritakan semuanya tanpa ada yang dilebihi ataupun dikurangi.
__ADS_1
''Kamu yakin hanya itu masalahnya?''tanya Bisma yang masih kurang puas dengan jawaban yang Kinara berikan.Pasalnya kalau hanya karna masalah sepele tidak mungkin membuat Alex sampai menghindari Misya,rasanya itu sangat aneh menurut Bisma.
''Iya aku yakin, setau ku hanya itu masalahnya.''jelas Kinara.
Setelah itu mereka hanya diam,sibuk dengan pikiran masing-masing.
Skip
DITEMPAT LAIN..
Saat ini jam sudah menunjukan pukul sembilan malam,, disebuah club terlihat seorang laki-laki sedang meneguk minuman berakohol yang tak lain adakah Alex,,saat ia rasa kepalanya sudah terasa pusing,Alex pun segera beranjak dari tempat tersebut tentunya setelah meninggalkan beberapa uang pecahan berwarna merah.
Dengan langkah yang sedikit sempoyongan akhirnya Alex sampai ditempat tujuan,setelah tadi terjadi beberapa drama saat Alex mengendarai mobilnya, bahkan tak banyak pengendara mobil ataupun motor yang mengumpat kesal padanya saat tiba-tiba Alex menghentikan mobilnya secara mendadak,karna ingin memuntahkan isi perutnya.
Alex terus mengetuk pintu tersebut,hingga membuat penghuni yang ada didalamnya terganggu ,tak lama terlihat lampu menyala didalam ruangan tersebut.
''Siapa sih malam-malam begini datang kesini tidak seperti biasanya.''gumam orang tersebut,saat ini ia membawa sebuah pentungan ditangannya untuk jaga-jaga siapa tau orang tersebut adalah orang jahat.
Orang itu mengerenyit kan dahi saat mengetahui siapa yang datang.
''Kak Alex,''gumam orang tersebut yang tak lain adalah Gladissa.
Gladissa segera menaruh pentungan yang ada ditangannya,lalu segera membuka pintu cafe tersebut.
''Kak Alex apa yang terjadi?''tanya Gladis setelah melihat keadaan Alex yang tidak baik-baik saja.
Namun bukannya menjawab,justru Alex langsung memeluk tubuh gadis yang selama ini selalu ia rindukan.
''Biarkan seperti ini sebentas Sa!'' ucap Alex lirih,kala Gladis hendak melerai pelukan mereka.
Dan Gladis pun hanya membiarkannya saja,tangannya terangkat keudara hendak membalas pelukan Alex namun ia masih ragu.
''Kaka kenapa?''tanya Gladis yang melihat Alex hanya diam saja dipelukannya.
''Sebaiknya kita masuk!''ucap Gladis yang diangguki oleh Alex.
''Sasa apa yang harus ku perbuat sekarang?''ucap Alex,tatapannya kosong menatap lurus kedepan.
__ADS_1
''Maksud kak Alex apa?apa telah terjadi sesuatu?''tanya Gladis sedikit khawatir karna melihat keadaan Alex seperti ini.
''Sa,,bolehkah aku tidur disini malam ini?rasanya aku malas pulang malam ini.''ucap Alex,tanpa ingin menjawab pertanyaan Gladis.
''Kak Alex mimum?''tanya Gladis saat gadis itu seperti mencium aroma yang menyengat dari mulut Alex,karna saat ini posisi mereka sangat dekat.
''Hanya sedikit,''jawab Alex yang sekilas tersenyum pada Gladis.
''Apa kak Alex lagi ada masalah?''tanya Gladis lagi, ia melihat sepertinya mantan kekasihnya ini seperti sedang banyak masalah.
Alex masih tak menjawab,namun ia justru tiba-tiba merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang yang mereka duduki,lalu menaruh kepalanya diatas paha Gladissa membuat nya seketika replek menegakkan posisi duduknya.
''Kalau kak Alex gk mau cerita gpp,aku akan menunggu sampai kak Alex siap untuk menceritakannya.''ucap Gladissa,sebenarnya ia merasa kecewa pada Alex karna tak mau berbagi keluh kesah pada nya.
Namun berbeda dengan Alex,ia hanya tak mau membuat Gladissa terseret dalam masalahnya,biarlah dia yang akan menyelesai masalahnya sendiri pikirnya.
Tanpa ingin bertanya lagi,Gladis terus mengusap rambut hitam tebal milik Alex hingga membuat Alex merasa nyaman,dan tak terasa akhirnya ia pun tertidur.
Gladis menunduk memperhatikan wajah Alex,lalu tersenyum kala menyadari bosnya itu tengah tertidur dipangkuannya.
''Aku gk tau apa masalah yang kamu hadapi saat ini kak,tapi aku akan selalu berdoa semoga masalah yang kamu hadapi cepat selesai.''gumam Gladis.
Karna merasa sudah mengantuk,akhirnya Gladis pun ikut memejamkan matanya sambil menyenderkan tubuhnya disandaran sofa.
Beberapa jam berlalu,terlihat ada pergerakan pada tubuh Alex,ia memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.
Ketika ia membuka matanya, ia mengerjap berkali-kali saat melihat keadaan sekelilingnya,yang membuat nya lebih terkejut,ternyata dirinya tidur dipangkuan seseorang yang ternyata adalah Gladissa, sedetik kemudian Alex pun tersenyum,ia ingat kalau tadi malam dirinya datang ke tempat ini. Alex menatap lembut pada wajah yang selalu ada didalam hatinya.
Gladissa yang merasakan pergerakan seseorang langsung membuka matanya
Alex pun replek bangun,dan langsung duduk disampin gadis itu.
''Maaf sudah merepotkanmu.''ucap Alex,hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki itu saat ini.
''Sepertinya kakiku mati rasa,susah banget digerakan.''ucap Gladis mengalihkan pembicaraan Alex.
Jujur Gladis merasa tidak suka jika Alex merasa seperti itu padanya,merasa tidak enak hati,atau apalah itu,,bahkan bila Alex meminta bantuan padanya ia akan dengan senang hati membantunya.
__ADS_1
''Apa kamu membutuhkan sesuatu?biar kuambilkan?''tanya Alex yang merasa tidak enak, sebab karna dialah kaki Gladis menjadi keram seperti itu.