
''Misya sama sekali tidak membahas kejadian kemarin, bagai mana kalau dia tetap memilih bertahan, ya Tuhan... apa yang harus ku lakukan sekarang?!'' gumam Alex sambil mengusap wajahnya kasar.
Tak mau ambil pusing,Alex pun segera melajukan mobilnya menuju cafe.
Setelah tiga puluh menit akhirnya Alex sampai di cafe miliknya.
Saat akan keluar dari mobil,Alex melihat Gladissa sedang membuang sampah diluar,dengan cepat Alex turun dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya mendekati Gladissa.
''Sasa,''panggil Alex.
''Kak Alex.''gumam Gladis pelan.
''Bisa kita bicara sebentar?''tanya Alex.
''Maaf kak aku sibuk,''tolak Gladis sambil melangkahkan kakinya hendak memasuki cafe,namun ucapan Alex seketika membuat langkahnya terhenti.
''Apa kalian berdua sedang menjalin hubungan?''tanya Alex,sambil melangkah mendekati Gladis.
''Maksudnya?
''Sepertinya kamu mengerti apa yang aku maksudkan Sa,''ucap Alex.
Gladissa menatap Alex sejenak,sedetik kemudian ia menganggukan kepalanya.
''Iya,aku sudah jadian sama kak Desta,dan aku ingin kak Alex tidak mengganggu ku lagi!" pinta Gladis.
''Apa kamu menerima nya karna terpaksa??''
''Maksudnya?tanya balik Gladis.
''Iya,kamu terpaksakan menerima Desta? apa dia memaksamu? iya?''desak Alex lagi.
''Tentu saja tidak,dengar kak! aku muak dengan semua janji-janji yang yang pernah ku dengar dari seseorang,,seseorang yang selalu menjanjikan kebahagiaan pada ku yang nyatanya sampai saat ini tidak pernah terbukti kenyataannya, dan mungkin itu tidak akan pernah terjadi,, aku juga ingin bahagia dan kak Desta bisa memberikan itu padaku,jadi ku mohon tolong lepaskanlah aku kak! dan hiduplah dengan bahagia bersama Misya,karna sekarang dia adalah istrimu tanggung jawabmu dan aku juga akan melakukan hal yang sama, nencoba mengiklas kan mu hidup bersama nya.''ucap Gladissa.
''Gk ! gk ! Sa, aku tidak akan pernah bisa tanpa kamu,aku ingin kamu tetap ada di sisiku aku akan coba bicara pada Misya dan membuatnya mengerti,jadi tolonglah bersabar sebentar lagi.''ucap Alex berusaha meyakinkan Gladissa.
''Gk kak,kak Alex pikir setelah kalian pisah aku akan kembali bersama kakak? kak Alex salah kalau mikirnya seperti itu, aku gk bisa hidup diatas penderitaan Misya kak, aku gk akan mungkin bisa.''ucap Gladissa.
''Jadi jalan terbaik kita harus melupakan satu sama lain, mungkin kita tidak berjodoh kak.''ucap Gladissa,rasa nya da da nya terasa sesak saat mengucapkan kata itu.Namun kenyataannya itulah yang terjadi.
Setelah mengatakan itu,Gladissa kembali melangkahkan kakinya memasuki cafe.Sedangkan Alex masih mematung,sambil mencerna setiap kata yang Gladissa ucapkan pada nya, yang sampai saat ini masih terngiang ditelinganya.
__ADS_1
Sedangkan setelah mengucapkan itu pada Alex Gladissa langsung masuk kedalam cafe,dan langsung berlari menuju kamarnya.
''Kenapa rasanya sesakit ini,, ya Allah.. apa kami memang tidak berjodoh? lalu kenapa rasanya hati ini sangat sakit saat mengatakan itu,kenapa rasanya hati ini tidak bisa menerimanya.''gumam Gladis lirih,air matanya terus mengalir membasahi wajahnya.
Sedangkan ditempat lain,Misya sama sekali tak bisa berhenti memikirkan tentang apa yang diucapkan Alex tadi malam.
''Apa yang harus ku lakukan?aku sangat mencintai Kiano,tidak mungkin aku bisa melepaskannya apa lagi setelah sekarang aku bisa memilikinya,''
Batin Misya.
''Misya kamu kenapa? ku perhatikan dari tadi kamu banyak melamun lagi ada masalah sama Kia?''tanya Kinara.
''Kin, apa menurutmu Kia bisa mencintai aku?''tanya Misya
''Kok kamu nanya seperti itu? Misya,,kalian sekarang adalah suami istri,jika memang Kia masih belum bisa mencintai kamu, itu artinya kamu harus lebih usaha lagi, kamu ngertikan maksudku?''ucap Kinara.
''Aku ngerti, dan aku akan mencobanya terus sampai dia bisa cinta sama aku walau pun mungkin hanya dalam mimpi.''sambung batin Misya.
''Yasudah kalau kamu gk bisa konsen sebaiknya kamu pulang saja,atau mending kamu ke cafe nya Kia, terus kasih kejutan buat dia.''ucap Kinara menyarankan.
''Baiklah,kalau gitu aku balik dulu ya?!" ucap Misya sambil mengambil tasnya yang ada diatas sofa.
***
''HAH! pria itu lagi? kenapa akhir-akhir ini aku selalu bertemu dia,''gumam Misya sedikit gelisah.
Tak lama lampu berubah hijau,Misya pun kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota,dan setelah beberapa saat akhirnya Misya pun sampai di cafe tersebut.
Setelah memarkirkan mobil miliknya ia langsung keluar dan melangkah menuju pintu depan cafe.
Saat itu jam sudah menunjukan pukul tiga sore,pengunjung cafe juga terlihat mulai memenuhi ruangan tersebut.
Mata Misya menyapu seluruh ruangan,hingga matanya mrlihat Alex sedang duduk bersama seseorang yang tak ia ketahui siapa,karna memang orang tersebut duduk membelakanginya,tapi yang pasti dia adalah seorang pria.
Misya melangkahkan kakinya mendekati meja Alex dengan senyum yang tersemat diwajahnya.
''Kia,''sapa Misya yang kini sudah berdiri dihadapan Alex.
Mendengar ada yang memanggil namanya Alex pun menatap kearah sumber suara,begitu pun dengan pemuda yang sedang duduk bersamanya.
Mata Misya membulat sempurna saat melihat sosok pemuda yang ada dihadapannya saat ini.
__ADS_1
''Ya Tuhan...,,kenapa laki-laki ini ada disini? dan kenapa dia bisa bersama Kia?apa dia sengaja datang kesini untuk mengatakan kejadian itu pada nya?tapi dari mana dia bisa tau?''
Batin Misya,saat ini dikepalanya begitu banyak pertanyaan.
''Misya! Misya! panggil Alex lagi karna ia melihat Misya hanya bengong sejak tadi.
''HAH?? i iya ada apa?''jawab Misya gugup.
''Kamu kenapa melamun?''tanya Alex.
''E enggak kok,''kilah Misya sambil tersenyum paksa.
''Wajah anda pucat nona? apa kamu sakit?''kali ini pertanyaan terlontar dari mulut pemuda yang sedang duduk bersama Alex yang tak lain adalah Brayen.
Seketika pandangan horor ia tunjukan untuk Brayen.
Namun yang ditatap justru memperlihatkan senyum manisnya.
''Misya duduklah!" ucapa Alex.
Meski ragu,Misya tetap menuruti perintah Alex.
''Wow selain cantik ternyata dia istri yang penurut.''
Batin Brayen,yang pandangannya masih tertuju pada Misya.
Misya kini sudah duduk disamping Alex.
''Apa dia istrimu Lex?tanya Brayen basa-basi.
''Iya, dia Misya, oya Misya kenalin dia Brayen teman saya.''ucap Alex.
''Whaat ?? dia temannya Kiano?kenapa bisa kebetulan seperti ini sih,bagai mana jika dia memberitahukan semuanya sama Kia bisa-bisa aku dalam masalah.''
Batin Misya.
''Hai, aku Brayen.''ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Dan mau tak mau Misya terpaksa membalas uluran tangan Brayen.
''Saya Misya,''balasnya.
__ADS_1
Misya sangat risih karna sejak tadi terus diperhatikan oleh Brayen,sementara Alex sedang mengangkat telpon dari temannya.
NEXT