
Saat ini Misya dan ibunya sudah berada di dalam dihotel,tepatnya mereka sedang berada direstoran untuk menikmati
secangkir Royal hot chocolatte
Dan Misya memesan Espresso chill
''Kok Kiano belum datang sih,''ucap Misya yang kini mulai bosan.
''Kamu benar,,coba deh kamu hubungi dia!" ucap Yanti.
Namun saat Misya hendak menghubungi Alex,ternyata ia sudah terlihat memasuki restoran.
''Maaf telat,''ucap Alex sambil menarik kursi yang ada didepannya,lalu mendudukinya.
''Baiklah Kia, langsung saja,sebenarnya ada apa kamu ingin bertemu dengan saya dan Misya?''tanya Yanti langsung.
''Sebelumnya saya minta maaf pada tante dan Misya,sebenarnya kedatangan saya kesini bertujuan untuk membatalkan pertunangan saya dan Misya.''ucap Alex yakin.
''Hah,kamu ingin membatalkan pertunangan kita?gk gk aku gk mau kalau pertunangan ini sampai dibatalkan.''ucap Misya.
''Kia kamu gk bisa begitu saja dong membatalkan pertunangan ini,ini bukan suatu permainan Kia!!! bentak Yanti karna merasa dipermainkan oleh Alex.
''Benar Kia,aku gk mau kalau sampai pertunangan ini dibatalkan,aku cinta sama kamu, aku mohon,aku akan melakukan apa saja agar kamu tidak membatalkan pertunangan kita.''mohon Misya.
''Maaf Misya,saya tetap tidak bisa,''ucap Alex lagi.
''Kiano kamu taukan resikonya kalau kamu membatalkan pertunangan ini!" ancam Yanti,sambil menatap Alex dengan tajam.
''Saya tidak perduli dengan ancaman tante,tapi satu yang pasti ,jika terjadi sesuatu pada Sasa maka orang pertama yang akan saya salah kan adalah tante.''ucap Alex tegas.
''Yanti tak percaya,kalau Alex akan berbicara seperti itu padanya.
''Baiklah Kia,kalau kamu memang ingin membatalkan pertunangan ini tante dan Misya bisa apa?yasudah untuk sementara jangan bicara kan ini dulu,sebaiknya kita minum pasti kamu haus kan?''tanya Yanti.
''Mama!!'' panggil Misya,karna dengan mudahnya ibunya itu menyetujui permintaan Alex.
''Kenapa tiba-tiba sikap tante Yanti berubah,bukannya tadi dia sangat marah karna aku membatalkan pertunangannya,atau apa dia sedang menyusun rencana lagi.''
__ADS_1
Batin Alex, yang merasa aneh dengan sikap tiba-tiba Yanti.
Yanti yang memang sudah merencanakan sesuatu dari awal kini mulai melancarkan aksinya.
Yanti segera memesankan minuman untuk Alex,yang memang sudah dicampur sesuatu didalamnya oleh pelayan suruhannya.
''Minumlah Kia,tante tau pasti kamu hauskan?''ucap Yanti sedikit memaksa.
''Tanpa curiga akhirnya Alex pun segera meminumnya karna memang ia juga sedang merasa haus,Alex meminumnya hingga habis setengah,membuat Misya dan ibunya saling pandang,dan terlihat senyum tipis diwajah keduanya.
''Oya Kia,kamu lanjutkan saja ngobrolnya sama Misya,tante pergi dulu karna kebetulan tante juga ada jandi disini.''ucap Yanti sambil beranjak dari duduknya.
Setelah kepergian Yanti dari sana,Alex juga memutuskan untuk segera pulang.
''Misya seperti saya juga harus pulang.''ucap Alex.
Namun saat hendak berdiri kepalanya tiba-tiba terasa pusing,hingga membuatnya nyaris terjatuh.
''Kia,kamu tidak apa-apa?''tanya Misya sambil membantu Alex berdiri.
''Kepala saya tiba-tiba terasa pusing,''keluh Alex,tak lama mengatakan itu alex pun akhirnya tak sadarkan diri.
DITEMPAT LAIN
''Duuhh...kenapa perasaan ku jadi gk enak gini ya,aku takut terjadi sesuatu dengan kak Alex,apa sebaiknya aku hubungi dia saja ya,,tapi nanti kalau dia ke ge'eran gimana? sebaiknya jangan deh.''monolog Gladissa pada diri sendiri.
Keesokan harinya..
Kini Alex sudah terbangun dari tidurnya,namun ia terkejut saat melihat ada Misya disampingnya,dengan tubuh mereka yang tertutup selimut yang sama, Alex mencoba melihat kedalam selimut namun matanya membola saat dia sadar dirinya tak menggunakan sehelai benangpun,begitu juga dengan Misya.
''Apa yang terjadi?kenapa aku bisa ditempat ini bersama Misya.''gumam Alex sambil mencoba mengingat kejadian sebelumnya,namun Alex sama sekali tak bisa mengingat apapun,Alex sangat panik sekarang, otaknya buntu dan saat ini ia juga tak bisa berpikir apapun.
Tak lama Misya juga terbangun dari tidurnya.
''Sayang,kamu sudah bangun?''ucap Misya manja,sambil merapatkan tubuhnya pada Alex.
''Jelaskan pada saya?apa yang sebenarnya terjadi?''tanya Alex yang sudah gelisah.
''Memangnya kamu tidak ingat? tadi malam itu kamu sangat agresif aku saja sampe kewalahan mengimbanginya,kamu hebat sayang.''bisik Misya ditelinga Alex.
''Kamu jangan bohong Misya! saya sama sekali tidak mengingat apapun,kamu pasti menjebak saya,iya kan?!! bentak Alex.
__ADS_1
''Kia,kamu kok tega bilang seperti itu sama aku,kamu jahat tau gk! aku memang cinta sama kamu tapi aku tidak mungkin melakukan semua ini.''bohong Misya,sambil mengeluarkan air mata buayanya.
''Apa yang akan ku katakan pada Sasa nanti, aarrhhh.....''teriak Alex.
***
Sedang kan dikediaman Keluarga Alexander,saat ini Kinara dan kedua orangtuanya sedang sarapan pagi bersama.
''Apa kia belum turun bik?''tanya Rina sambil duduk disamping suaminya.
''Sepertinya den Kia semalam tidak pulang buk,''jawab Art tersebut.
Jonathan yang mendengar seketikan menghentikan makannya.
''Sepertinya anak kamu itu sekarang sudah sangat keterlaluan ya mah? dia pikir rumah ini hotel apa,seenaknya saja mau datang dan pergi.'' ucap Jo yang merasa geram pada tingkah laku Alex.
''Pah,sabar! lagi pula dia kan sudah dewasa,mama yakin dia pasti bisa jaga dirinya sendiri.''ucap Rina yang mencoba menenangkan suaminya.
Sedangkan Kinara hanya diam,dan tetap melanjutkan sarapannya tanpa mau menyela pembicaraan kedua orangtuanya,karna memang baginya itu sudah biasa ia dengar.
Tak lama,terlihat Alex melangkah masuk menuju rumah,namun saat Alex hendak menuju kamarnya,tiba'tiba suara Jonathan menghentikan langkahnya.
''Alex dari mana saja kamu?!! tanya Jonathan yang kini sudah berada didepan Alex.
''Saya capek pa,mau istirahat!" jawab Alex yang tidak ingin bertengkar dengan papanya.
''Lihatlah dia sekarang, sudah merasa sok hebat, orang tua sedang berbicara kamu malah bersikap seperti itu,anak macam apa kamu hah..!!!'' teriak Jonathan penuh emosi.
Rina yang melihat kemarahan dari suaminya langsung mendekatinya.
''Mas,,sabar! jangan marah-marah seperti ini,kita bisa bicarakan baik-baik.''ucap Rina.
''Baik-baik mama bilang, mana bisa anak ini diajak bicara baik-baik,coba lihat saja kelakuannya yang selalu pulang pagi,entah dengan siapa saja dia bergaul,dia pikir rumah ini hotel yang bisa seenaknya datang dan pergi.''ucap Jonathan lagi.
''Maaf pa,saat ini saya tidak ingin bertengkar dengan papa,''ucap Alex,
Walau pun sebenarnya Alex sangat kesal dengan ucapan papanya namun dirinya tidak ingin menambah masalah lagi, yang harus ia pikirkan saat ini adalah bagai mana caranya agar masalah yang ia hadapi saat ini ada jalan keluarnya.
Setelah Alex berlalu,Rina membawa suaminya untuk duduk diruang tamu.
''Mas kamu harus bisa mengontrol emosimu,jangan terlalu keras dengan Kiano, mama gk mau kalau gara-gara masalah ini Kia pergi dari rumah.
__ADS_1
NEXT