
Saat ini Gladis sedang disibukan oleh setumpuk pekerjaannya.
''Gladis handpone kamu dari tadi berdering loh, kamu tidak denger..??'' tanya Nora.
''Iya kak, tadi aku lagi beresin bahan yang akan diantar besok makanya belum sempat buat ngecek habdpone aku.'' jawab Gladis.
''Coba dicek aja dulu, mana tau penting! biar ini aku yang selesaikan.'' ucap Nora lagi
''Baiklah, makasih ya kak.'' ucap Gladis, yang dijawab acungan jempol dari Nora.
Kini Gladis telihat sedang mengotak-atik handponenya.
''Mba Kinara, ada apa ya? kok panggilannya sampe sebanyak ini ?'' tanya Gladis pada diri sendiri.
''Sebaiknya aku hubungi balik, mungkin ada yang penting,'' gumamnya lagi, sambil mencoba menghubungi nomor Kinara.
Tut-tut-tut...
Tak lama, terdengar suara seseorang dari sebrang telepon.
Gladis:''Iya hallo Mba, tadi hubungi aku ada perlu apa?'' tanya Gladis, setelah handponenya tersambung.
Kinara:"Dis kami sekarang ada dikotamu, ini kamu lagi dimana?'' tanya Kinara disebrang telpon.
Gladis:"Oya, kok baru bilang sekarang sih Mba ? ini aku masih ditempat kerja Mba, malah kerjaan lagi banyak-banyaknya Mba,'' sesal Gladis.
Kinara:"Yaudah kalau besok aja kita ketemunya gimana ? kan besok weekend, jadi kita bisa jalan-jalan, kamu sherlock aja besok alamat rumah kamu ! entar biar kita jemput ." ucap Kinara.
__ADS_1
Gladis:"Ok Mba, besok aku kabari lagi," ucap Gladis.
Kinara:"Yaudah sampai jumpa besok ya, bye.." ucap Kinara sambil mengakhiri telponnya.
''Mba Kinara habis bicara dengan siapa?'' tanya Alex, sambil melirik dari kaca spion mobil.
''Teman laah,, tepatnya teman baru.'' jelas Kinara.
***
Tak terasa mobil yang ditumpangi Alex dan yang lainnya telah sampai dikota tujuan, setelah tadi sempat beberapa kali berhenti, sekedar untuk istirahat dan mengisi perut mereka.
Kirana dan Misya turun lebih dulu, mereka melihat-lihat sekeliling rumah yang akan mereka tempati dalan beberapa hari kedepan.
''Lumayan juga rumahnya,'' ucap Bisma, sambil membawa barang-barang milik mereka.
Terlihat ada seorang ibu-ibu paruh baya yang mendekat kearah mereka.
''Eeh.. iya bu, saya kirana, anda bu Ningsih ya ?'' tanya Kirana memastikan.
''Iya neng,, saya bu Ningsih, yang mengurus rumah ini,dan keperluan Mba dan Masnya selama ada disini.'' ucap Bu Ningsih menjelaskan.
''Mari Mba, Mas, silahkan masuk! kamarnya sudah ibu siapkan.'' terang bu Ningsih lagi.
Dan mereka semua akhirnya masuk kedalam sambil mengikuti langkah Bu Ningsih.
***
__ADS_1
Hari sudah menjelang sore, waktunya untuk Gladis pulang kerumahnya.
''Kak Nora aku duluan ya,'' ucap Gladis.
''Iya, hati-hati dijalan !'' pesan Nora, yang diacungi jempol oleh Gladis.
Gladis menyalakan mesin motornya, dan mulai menjalankan kendaraan roda duanya.
Hanya butuh waktu dua puluh menit bagi Gladis untuk bisa sampai dirumah sederhana milik mereka, walaupun rumah mereka tidak sebesar rumah sebelumnya, namun tempat tinggal yang sekarang cukup nyaman bagi mereka.
Tok-tok-tok...
''Assalamu'alaikum buk...'' ucap Gladis.
''Wa'alaikum salam,'' ucap seseorang dari dalam.
''Buk,'' ucap Gladis sambil salim pada ibunya.
Ditempat lain..
Alex terlihat sedang duduk, sambil memainkan ponselnya.
''Sedang apa?'' tanya Misya sambil mendudukan b*kongnya disebelah Alex.
''Ada apa?'' tanya Alex langsung, karna merasa risih, dengan sifat Misya yang menurutnya terlalu agresif.
"Kamu bisa gk sih basa-basi sedikit sama aku ? aku cuma pengen ngobrol aja sama kamu." ucap Misya yang sedikit kesal, karna Alex sama sekali tak pernah bersikap lembut padanya.
__ADS_1
Alex memang orang yang cuek, dan tidak suka terlalu banyak omong, karna memang ia tak suka basa-basi, setiap kali ia berbicara pasti selalu saja langsung ke inti pokok permasalahan.
Sebenarnya Alex tak sedingin itu, ia hanya mencoba bersikap biasa, karna tak ingin nantinya membuat Misya terlalu berharap padanya.