
DI BAB INI AKAN ADA KONFLIK YANG MULAI BERMUNCULAN.JADI SEBELUM BACA AUTHOR INGATKAN LAGI UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SETELAHNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN ,VOTE AND PAVORITā¤
HAPPY READING...
Saat ini terlihat Rina sedang menuruni anak tangga,sambil sedikit mengomel,Jonathan yang melihat Rina turun tanpa Alex langsung bertana pada sang istri.
''Mana Alex nya mah?kok gk sekalian turun?''tanya Jo yang diangguki kakek Arya.
''Sepertinya lagi dikamar mandi pah,mungkin sebentar lagi turun.''jawab Rina
Jam sudah menunjukan pukul sembilan lewat tiga puluh menit,didalam kamarnya Gladis sudah dirias oleh Mua.
''Wah,cantik sekali kamu ndok,ibu sampek pangling,''ucap bu Diah.
Yang dipuji hanya tersenyum malu,tak lama Kinara pun masuk.
''Sudah selesai?''tanya Kinara sambil duduk disisi tempat tidur.
''Sebentar lagi mba,hanya tinggal menaruh hiasan dikepala sedikit.''ucap mua tersebut.
''Kalau gitu kamu temenin Gladis ya nak Kinara,ibu mau lihat dulu apakah pak penghulunya sudah datang atau belum,''ucap bu Diah yang diangguki oleh Kinara dan Gladis.
Saat bu Diah keluar dari kamar,ia melihat Rina sedang berbicara dengan dua orang ibu-ibu yang berpenampilan sosialita,saat bu Diah hendak menuju dapur tak sengaja ia sempat mendengar pembicaraan mereka yang membuatnya penasaran karna melibatkan nama putrinya.Sebenarnya bu Diah tak ingin ikut campur,namun rasa penasaran keingin tahuannya lebih besar,akhirnya bu Diah memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
''Oya jeng Rina, saya dengar calon istri keduanya Alex hanya pegawai di cafe milik Alex ya?''ucap ibu-ibu tersebut yang ternyata adalah Cindy.
''Iya jeng Cindy begitulah,status tidak penting,yang terpenting adalah keduanya saling mencintai.''jawab Rina setenang mungkin.
''Apa benar jeng Rina kalau Misya sudah mengijinkan nak Alex untuk menikah lagi?secara kan nak Misya sedang hamil.''ucap ibu yang satunya.
''Dengar ya jeng Sari! saat ini Misya memang tengah mengandung tapikan anak yang..,''
__ADS_1
''Rina,kesini sebentar! ada yang mau papa bicarakan.''ucap kakek Arya yang tiba-tiba menyela ucapan Rina.
''Iya pah,sebentar.Maaf ya jeng saya tinggal sebentar silahkan dinikmati hidangannya.''ucap Rina sambil berlalu meninggalkan kedua ibu-ibu yang hoby bergosip itu.
Sedangkan bu Diah yang mendengar ucapan itu masih terlihat shock,dengan apa yang dia dengar barusan.
''Apa! hamil? apa aku tidak salah dengar,ibu itu mengatakan kalau istri pertama nak Kiano tengah hamil.''
Ucap batin bu Diah.Karna merasa penasaran akhirnya bu Diah pun mendekati Cindy dan Sari si tukang gosip tersebut.
''Maaf, tadi saya tidak sengaja mendengar ibu ini mengatakan kalau istri pertama nak Alex sedang hamil,apa itu benar buk?''ucap bu Diah sambil menatap kedua wanita itu secara bergantian.
Bu Sari dan Cindy memperhatikan penampilan bu Diah dari atas sampai bawah.Bu Diah yang merasa diperhatikan ikut memindai penampilannya sendiri.
''Ada apa ya bu?apa penampilan saya ada yang aneh?''tanya bu Diah.
''Ibu ini siapa ya?oh,pasti pembantu baru nya jeng Rina ya?''ucap asal bu Cindy.
''Saya kerabat jauh bu Rina,''jawab bu Diah.
''Oh gitu,ibu bilang kalau ibu ini saudaranya jeng Rina,tapi kenapa tidak tau kalau istri pertamanya Misya sedang hamil?dan yang saya tau usia kandungannya sudah menginjak lima bulan.Saya heran sama perempuan yang mau menikah dengan Alex,sepertinya dia hanya ingin memoroti hartanya Alex saja.Kalau tidak,masa ia dia mau menyakiti perasaan istri nya padahalkan dia seorang wanita,lagi pula saya yakin perempuan itu kan pasti juga tau kalau Alex itu memiliki istri hamil lagi.''ucap Cindy.
''Biasa jeng Cindy,perempuan jaman sekarang kan matre semua taunya tu lakik berduit mana mau tau kalau tu lakik punya istri atau tidak.''sambung bu Sari lagi
''Iya jeng pelakor jaman sekarang memang memang tidak punya hati.''ucap Cindy,yang terus menyebarkan gosip semangatnya.
Hati bu Diah rasanya remuk seketika saat mendengar ucapan dari kedua wanita yang ada dihadapannya saat ini,ingin rasanya dia memaki keduanya,namun yang dikatakan keduanya ada benarnya,karna disini putrinya lah yang bersalah.Dengan langkah gontai dan hati yang berkecamuk bu Diah langsung meninggalkan kedua biang gosip tersebut dan kini tujuannya adalah kamar anaknya Gladis.
Bu Diah ingin menanyakan kebenarannya pada sang anak, namun ia yakin kalau Gladis belum mengetahui semua ini.
Sedangkan didalam kamar saat ini Kinara dan Gladis terlihat sedang berbincang,karna memang sudah selesai, penata rias juga sudah keluar beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
''Ibu,apa penghulunya sudah datang?''tanya Gladissa.
''Tidak akan ada pernikahan hari ini! Gladis,ibu mau kamu membatalkan pernikahan ini.''ucap bu Diah tiba-tiba dengan nada yang sangat emosi.Gladis yang tadi sedang duduk langsung berdiri saat mendengar ucapan dari bu Diah.
''Maksud ibu apa? bu, sebenarnya ibu ini kenapa?''tanya Gladis,ia melihat kemarahan diwajah sang ibu.
''Iya bu Diah,ibu kenapa?kok tiba-tiba meminta Gladis untuk membatalkan pernikahan?''tanya Kinara,kedua wanita berbeda usia itu tengah menuntut jawaban dari bu Diah dengan hati yang berkecamuk,pasalnya hanya tinggal menghitung menit Alex dan Gladis akan menjadi suami istri,namun tiba-tiba sang ibu harus menyuruhnya untuk membatalkannya begitu saja,tentunya banyak pertanyaan dibenaknya saat ini.
Terlihat bu Diah menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
''Apa kamu sudah tau kalau ternyata istri pertama calon suamimu itu istri nya sedang hamil lima bulan?''tanya bu Diah
Nampak Kinara dan Gladissa saling pandang.
''Ibu siapa yang bilang?''tanya Gladis yang mulai resah, ia merasa heran dari mana ibunya bisa tau tentang masalah ini,sebenarnya nantinya ia akan menceritakannya pada sang ibu,namun masih menunggu waktu yang tepat.
''Ibu mendengar ada ibu-ibu yang mengatakan hal tersebut.''jawab bu Diah yang kini tatapannya tertuju pada Kinara.
''Nak Kinara kamu adalah keluarganya tidak mungkin kan kamu tidak tau?sekarang ibu harap kamu katakan yang jujur! apa benar istri yang akan diceraikan oleh Kiano sedang mengandung?''tanya bu Diah penuh dengan tatapan intimidasi.
''Iya bu saat ini Misya sedang hamil.''jawab Kinara.
''Astagfirullah,kenapa dari awal kalian tidak bilang?''
''Buk! ibu tenang dulu ya,ini minum dulu!" ucap Gladis sambil memberikan segelas air putih pada bu Diah.
Bu Diah menatap Gladis dengan tajam.
''Jangan bilang kalau kamu juga sudah tau tentang ini Gladis.''tanya sang ibu.Namun Gladis hanya diam,sambil menundukan pandangannya.
NEXT
__ADS_1