
SEBULAN KEMUDIAN.
''Hoek..hoek..hoek...
''Duuhh,,kenapa perutku mual sekali,perasaan aku gk telat makan deh tadi malam,tapi kenapa mual banget seperti ini ya,''gumam Misya saat mengira dirinya masuk angin.
Sedangkan Alex yang mendengar,hanya menatap kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu.
Alex dan Misya memang masih tidur dalam satu kamar,namun tidak dengan satu tempat tidur,karna Alex lebih memilih untuk tidur beralaskan selimut tebal dibawah tempat tidur,Alex memang sengaja tak pindah kekamar lain agar seisi rumah tidak bertanya yang tidak-tidak nantinya, karna Alex sangat malas jika urusan rumah tangganya dicampuri banyak orang.
Alex menatap jam dinding yang ada dikamarnya yang masih menunjukan pukul lima pagi.
''Ada apa dengan wanita itu?''gumam Alex.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka,dan keluarlah Misya dengan wajah yang sedikit pucat.
''Kamu sakit?''tanya Alex yang kini sudah dalam posisi duduk.
''Gk tau mas,rasanya badanku lemas banget,perutku juga mual.''jelas Misya.
''Sebaiknya kamu istirahat lagi karna masih terlalu pagi untuk keluar rumah,nanti siang akan saya temani kamu kedokter.''ucap Alex.
Ucapan Alex tentu saja membuat hati Misya senang,setelah lebih dari satu bulan akhirnya Alex kembali perhatian padanya,apa itu artinya Alex sudah memaafkan dirinya,ataukah hanya karna merasa kasihan? ah biarlah,,bagi Misya sekarang adalah yang terpenting harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
***
Saat ini Misya sedang berada di meja dapur,ia terlihat sedang melihat bibik membuat bumbu rujak yang diinginkannya,entah kenapa rasanya ia ingin sekali makan rujak ulek.
''Bik masih lama gk sih?''tanya Misya yang sudah mulai tidak sabaran,rasanya iler Misya sudah mulai menetes melihat bumbu rujak yang diulek sang bibik.
''Ini non Misya sudah selesai,dan ini buahannya.''ucap bibik sambil menyodorkan sambel rujak beserta pasangannya.
Dengan sedikit tidak sabaran Misya langsung melahap rujak tersebut,ia juga memakan mangga muda yang terlihat sangat asem dimata sang bibik Art,namun tidak bagi Misya,buah yang dimakannya itu terasa begitu segar dimulutnya.
''Misya! kamu kok pagi-pagi sudah makan rujak.''tanya Rina heran,pasalnya ini masih jam sepuluh pagi,tapi menantunya itu sudah memakan makanan yang bisa membuat orang sakit perut jika dimakan dipagi hari.
''Pengen mah,''jawab Misya singkat sambil terus melahap rujaknya itu.
__ADS_1
''Non Misya lagi ngidam kali nyah.''ucap asal Art tersebut hingga membuat Misya yang mendengarnya tersedak rujak yang ia makan.
''Misya,kamu tidak apa-apa?makanya kalau makan itu pelan-pelan.''peringat Rina,sambil menyerahkan segelas air putih.
''Mungkin yang dikatakan bibik benar kali sya,coba deh kamu cek kedokter!" ucap Rina yang mulai mengembangkan senyumnya.
Namun tidak bagi Misya,wajah wanita itu sekarang malah terlihat pucat,pasalnya jika memang ia sekarang sedang hamil berati anak yang ia kandung sekarang adalah anak Brayen bukannya Alex.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, setelah makan siang,Alex memutuskan untuk segera pulang,rasanya tidak enak kalau dirinya membatalkan janji yang sudah ia buat sendiri dengan Misya pagi tadi.
Kini Alex sudah dalam perjalanan menuju kediamannya,sementara itu dikamar Misya sedang mondar-mandir didepan pintu,saat ini dirinya begitu gelisah takut kalau ia benar sedang mengandung,seharusnya Misya senang jika itu memang benar,namun sekarang ia justru tak menginginkannya jika itu benar bukanlah bayi Alex,, ya pasti bukanlah,,secara terakhir ia berhubungan sekali,ingat! hanya sekali dengan Alex setelah mereka menikah. lalu dua hari kemudian ia kedatangan tamu bulanan.
''Duuh,,gimana ini,apa sebaiknya aku gk usah periksa aja ya,,tapi gimana kalau mama Rina tanya?gumam Misya gelisah.
Saat Misya masih memikirkan cara untuk membuat alasan,ternyata Alex sudah berada dibawah bersama Rina.
''Mama kenapa?kok sepertinya senang sekali?''tanya Alex.
''Gimana gk senang sebentar lagi kan mamah mau punya cucu.''ucap Rina,yang berhasil membuat Alex mengerenyitkan dahinya.
''Maksud mama apa?''tanya Alex yang sudah merasa penasaran.
Tanpa ingin berdebat,Alex segera menyusul Misya dikamarnya.Alex memutar knop pintu lalu masuk begitu saja kedalam kamar.
''Misya kamu sudah siap?sebaiknya cepat turun,atau kita akan kesorean nanti.''ucap Alex datar.
''Ah i iya,,ayo!" jawab Misya terpaksa, sambil mengambika tas miliknya diatas nakas.
Saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit,sepanjang perjalanan keduanya hanya saling diam,tanpa ingin bicara satu sama lain.
Tak terasa kini mereka telah sampai ditempat tujuan.
''Ayo turun!" ucap Alex yang seketika membuyarkan lamunan Misya.
Dengan sedikit ragu akhirnya Misya turun dari mobil Alex,kini mereka sedang melangkah menuju lorong rumah sakit.
DITEMPAT LAIN..
__ADS_1
Saat ini Brayen sedang berada di cafe milik Alex,matanya mencari-cari sosok yang saat ini ingin ia jumpai,karna saat ini Brayen baru saja kembali dari luar negri,karna ada urusan mendesak yang mengharuskan ia kembali kenegara asal orangtuanya.
Bisma yang melihat nya langsung mendekati meja dimana saat ini Brayen duduk.
''Brayen,''sapa Bisma.
''Hey bro,apa kabar lama gk ketemu.''ucap Brayen.
''Iya,tumben biasanya hampir tiap hari loe gk pernah absen,''sambung Bisma,sambil terkekeh.
''Biasa banyak urusan.''jawab Brayen seadanya.
''Alex mana kok gk kelihatan?''tanya Brayen.
''Dia pulang lebih awal,katanya mau bawa Misya kerumah sakit.''jawab Bisma.
''Hah? Misya sakit?sakit apa?''cerca Brayen khawatir.
Bisma menaikan sebelah alisnya saat melihat reaksi Brayen yang terkesan berlebihan dimatanya.
''Sepertinya loe sangat mencemaskan keadaan adik sepupu gw.''sindir Bisma.,hingga membuat Brayen salah tingkah.
''Oya,mungkin karna gw kaget aja kali tadi.''jawab Brayen sesantai mungkin untuk menyembunyikan kegugupannya.
''Tapi ngomong-ngomong Misya sakit apa?''tanya Brayen lagi.
''Gw kurang tau juga sih,soalnya Alex juga gk ada bilang apa-apa.''jelas Bisma.
''Kira-kira Misya sakit apa ya,sebaiknya nanti aku hubungi dia,tapi apa dia mau mengangkat telpon dariku sementara kemarin-kemarin aja dia selalu menolak panggilan dariku.''
Batin Brayen ,tanpa sadar Brayen mengajak rambutnya frustasi dan itu tak luput dari pandangan Bisma.
''Nih orang kenapa sih,sejak tadi aneh sekali.''
Ucap batin Bisma.
Kembali pada Alex dan Misya,setelah pulang dari rumah sakit tadi kedua pasangan itu hanya diam,bahkan sampai mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman keluarga ALEXANDER.
__ADS_1
TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIA YA! BIAR AUTHORNYA LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA 🤗😘