
''Aku tidak akan memaksamu Kia,namun jika kamu menginginkannya maka dengan senang hati aku akan memberikannya untukmu.''ucap Misya sambil mengecup pipi Alex sekilas,lalu berlalu begitu saja dari kamar Alex.
Setelah kepergian Misya,Alex mengusap wajahnya kasar,bagai mana bisa ia menikmati sentuhan yang Misya lakukan tadi pada nya.
Setelah selesai memakai pakaian Alex keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang makan,karna memang perut nya sudah terasa sangat lapar.
Alex menarik kursi yang ada disebelah Kinara, dan ia tepat duduk dihadapan Misya.
''Oya Kia, kamu sudah tau kan kalau kedua orangtua kita sedang pergi kerumah kakek Arya dan mungkin akan menginap disana,''jelas Kinara.
''Iya saya sudah tau.''ucap Alex sambil terus memakan makanannya.
"Sepertinya akan turun hujan," ucap Kinara sambil menatap kearah jendela yang terlihat ada kilatan petir disana.
" Kamu benar Kin, sepertinya akan hujan." ucap Misya sambil tatapannya terus tertuju pada Alex.
Tak lama hujanpun turun dengan derasnya mengguyur semua kota yang ada disana.
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pergi kekamar masing -masing, karna malam ini Misya memang diminta Kinara untuk menginap dirumah mereka.
Saat ini Alex menuju ruang keluarga untuk bersantai sebentar, Alex menatap ponselnya sekilas, rasanya saat ini ia begitu merindukan Gladissa, sebenarnya ia hendak menghubungi kekasihnya itu namun ia takut kalau ternyata Gladissa sudah tidur.
"Hhuuufff,, Alex menghembuskan nafasnya kasar, ia melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukan sudah pukul sembilan malam.
"Deras sekali hujannya," gumam Alex.
Dan akhirnya Alex pun kembali melangkah menuju kamarnya, namun saat Alex melewati kamar milik Misya samar-samar ia mendengar suara aneh dari balik kamar yang Misya tempati, karna merasa penasaran Alex pun berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar
Misya dan menanyakannya.
Tok! tok! tok!
Sedangkan Misya yang saat itu sedang melakukan sesuatu merasa kesal karna suara ketukan pintu kamarnya.
Siapa sih mengganggu saja," gerutu Misya sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu kamar.
Namun tiba- tiba senyum Misya mengembang setelah tau siapa yang sedang berdiri didepan kamarnya saat ini.
__ADS_1
"Kia," ucap Misya dengan senyuman yang terus mengembang dibibirnya.
Alex memandang penampilan Misya dari atas hingga kebawah, karna saat ini Misya hanya menggunakan baju tidur tipis berbahan satin warna putih, hingga membuat dalaman Misya yang berwarna hitam tercetak jelas dari luar.
"Ada apa Kia?" tanya Misya yang tiba-tiba menyadarkan Alex.
"Saya mendengar ada suara seseorang tadi, apa itu suaramu?" tanya Alex.
Misya baru sadar ternyata film yang ditontonnya tadi terdengar dari luar, karna beberapa menit yang lalu Misya sedang menonton film dewasa, karna memang sekarang ia sedang gemar melihatnya karna selain ingin mencari ilmu Misya juga berencana ingin mempraktekkan nya nanti dengan Alex.
"Bu bukan,, itu tadi aku sedang nonton film romantis, apa kamu mau nonton bersamaku?" tanya Misya,yang sebenarnya agak ragu.
Tidak perlu silahkan lanjutkan!" ucap Alex
Namun saat Alex hendak beranjak dari kamar Misya tiba- tiba saja listrik dirumah itu padam
"Aaaaaa....." teriak Misya saat tiba- tiba semuanya menjadi gelap.
" Tenanglah Sya, ini hanya mati lampu, jadi tidak perlu kamu teriak sampai seperti itu." ucap Alex jengah.
Membuat Alex seketika menahan nafasnya.
''Kia kamu temani aku ya,aku takut,malah petirnya kuat lagi,''keluh Misya.
Memang benar saat itu hujan sangat deras ditambah suara geledek yang saling menyambar.
''Bagai mana dengan Kinara?''tanya Misya yang tiba-tiba mengkhawatirkan temannya itu.
''Jangan kawatir,dikamar mba Kinara ada lampu senter,dan dia juga tidak penakut sepertimu,''ejek Alex
Alex mengambil handpone dari saku celananya,lalu menghidupkan senter yang ada di ponsel tersebut,namun saat kakinya hendak melangkah tiba-tiba saja Alex terjatuh hingga menindih tubuh Misya tepat diatas tempat tidur.
Dan disaat bersamaan lampu dikamar itu pun juga menyala.
''Maafkan saya Misya,''ucap Alex sambil bangkit dari tubuh Misya,namun dengan cepat tangan Misya menarik tubuh Alex hingga Alex kembali menindih tubuh Misya.
''Misya apa yang kau lakukan!" bentak Alex
__ADS_1
Namun bukannya takut Misya malah dengan beraninya mencium bibir Alex dengan sedikit kasar,hingga membuat Alex merasa sulit bernafas.
Kini Misya sudah membalikan posisi mereka,menjadi Alex yang sekarang dibawah kukungan wanita itu.
''Misya apa yang ingin kau lakukan?!!
''Tentu saja memberikanmu kenikmatan,jadi nikmatilah!" ucap Misya santai , yang kini sudah kembali menyerang bibir Alex dengan rakusnya.
Namun Alex berusaha tetap menghindar,saat Alex hendar bangkin tiba-tiba ia merasakan belalai miliknya menyentuh permukaan area sensitif milik Misya,hingga membuat Alex seketika merasakan panas dingin ditubuhnya,karna jujur saja walau pun ia pernah menyentuhnya secara langsung milik Gladissa, namun Alex tak pernah menempelkan miliknya di goa milik Kekasihnya itu. namun sekarang hal ini terjadi tapi kenapa harus dengan Misya pikirnya.
Misya terus mengge sek kan miliknya pada belalai Alex,tangan Misya sangat cekatan membuka celana milik Alex setelah tadi ia sempat mengeluarkan isinya,kini Misya telah berhasih membuka seluruh nya.
Misya terus berusaha membuat Alex berg*irah,ia terus mempraktekkan adegan filim yang baru ia tonton tadi, dan bagai mana cara agar pria cepat terangs*ng.
Misya tersenyum saat melihat tubuh Alex mulai bereaksi.
''Sepertinya kamu mulai menikmatinya baby.'' ucap Misya tersenyum mengejek pada Alex.
Wajah Alex memerah saat mendengar ucapan Misya, sebenarnya Alex sungguh malu karna ia juga secara tidak langsung telah menikmati permainan Misya.
Kini Misya sungah menanggalkan seluruh pakaiannya membuat Alex menelan salivanya dengan susah payah.
Misya melangkah mendekati Alex dan tiba-tiba ia duduk dipangkuan nya,hingga membuat Alex kaget,lalu Misya mengalungkan tangannya dileher Alex dan langsung ******* bibir tunangannya tersebut, Alex yang terbawa suasana pun akhirnya membalas setiap sesapan yang diberikan Misya.
Alex terus melakukan aksinya,bahkan ia juga memberi tanda kepemilikan pada Misya.
''Aahh,,''desah Misya saat tangan Alex mencoba menerobos goa miliknya dengan satu jarinya.
''Kia ku mohon lakukanlah sekarang,aku ingin merasakannya.''pinta Misya yang sudah tak bisa lagi membendung hasratnya.
Seperti dihipnotis,Alex langsung memposisikan belalai miliknya pada area inti milik Misya,sebelum melakukannya Alex terlebih dahulu menggesekan alat tempur keduanya hingga membuat Misya mengeluarkan desah*n manjanya.
''Cepat lah sayang,aku benar-benar sudah tidak tahan.''pinta Misya memelas.
Namun saat Alex hendak memasukan belalai miliknya pada goa Misya tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.
NEXT
__ADS_1