
Terlihat dikediaman Keluarga ALEXANDER para pekerja masih disibukan dengan kegiatan mereka.
Kini persiapan sudah berjalan sembilan puluh persen,hanya tinggal memasang beberapa tenda kainnya saja lagi.
''Mah,bukannya hanya akad aja ya?tapi ini kok pakai tenda segala seperti di pernikahan mba Kinara kemarin?''tanya Gladis,saat dirinya dan Rina melihat pekerjaan para tukang tersebut.
''Iya,emang cuma akad,tapi kan gk mungkin juga kita gk ngundang kerabat dan juga tetangga dekat,apa kata mereka nanti.Udah kamu tenang aja jangan terlalu banyak mikirin tentang ini,serahkan aja semua sama mama ok.''jelas Rina.
''Iya mah,terserah mama saja.''jawab Gladissa pasrah.
Disebuah dapur,ada dua pelayan yang sedang memasak untuk para tukang yang sedang mengerjakan pekerjaannya diluar.
*Percakapan antara dua pelayan*
''Eh mba,bukannya baru dua bulan yang lalu ya disini mengadakan pernikahan?''
''Terus,emangnya kenapa?lagi pula kan ini hanya akad saja tidak pesta.
''Mana ada kalau hanya akad tendanya semewah ini.
''Namanya juga orang kaya,sudah lah jangan banyak komentar! disini kita kerja bukannya ngegosip,kalau sempat ada yang dengar nanti bahaya.
''Sudah kamu kerjakan saja itu lagi! saya mau kedepan dulu.''ucapnya sambul berlalu.
Bu Diah yang awalnya hendak mengambil air minum tak sengaja mendengar percakapan keduanya,bu Diah pun melangkah mendekati kulkas dan mengambil satu botol air minum lalau menuangkannya digelas,sambil memperhatikan kegiatan si mba yang sedang memasak tersebut.
''Lagi masak apa mba?''tanya bu Diah,sambil mendekati si mba tersebut.
''Ini buk lagi masak untuk para tukang yang ada didepan,ibuk ini Art juga ya disini?''ucap si mba tersebut,yang membuat bu Diah sedikit tersentak.
__ADS_1
Namun kemudian ia maklum dengan ucapan si mba tersebut,karna memang penampilannya saat ini hanya memakai kebaya lengkap dengan roknya yang biasa digunakan kalangan masyarakat pedesaan,jadi wajar jika dia berkata seperti itu.
''Bukan mba,saya salah satu kerabat disini.''jawab bu Diah.
Terlihat si mba tersebut kembali memindai menampilan bu Diah,rasanya mungkin dia masih belum percaya, jika bu Diah ini adalah kerabat keluarga rumah mewah tersebut, apa lagi jika bu Diah mengatakan kalau sebenarnya dia ini adalah calon mertua si pengantin pria,mungkin tambah tidak akan percaya mereka.
''Mbanya sudah lama bekerja disini?''tanya bu Diah.
''Sudah hampir tiga bulan buk, tapi karna rumah saya dekat dari sini jadi saya pulang hari,kalau kakak saya baru lama.''jelas si mba tersebut.
''Oya mba,apa kamu pernah melihat istri pertama nya nak Kiano?''tanya bu Diah
''Maksud ibuk non Misya?pernah dong orangnya baik cantik lagi,tapi saya heran ya,kenapa den Kia malah mau bercerai sama non Misya,kasian.''ucapnya, bu Diah hanya menanggapi omongan pelayan tersebut dengan senyuman masam.
***
Ditempat lain,pagi ini Desta sudah terlihat menuruni anak tangga karna akan menuju apartemen Naomi.
''Hari ini aku ada janji sama teman mah,''jawab Desta seadanya,sambil duduk dikursi meja makan.
''Oya Des,apa besok kamu akan datang keacara nikahan Alex?''tanya Sumi hati-hati, ia juga sengaja tidak menyebutkan nama Gladis,takut putranya itu akan kembali bersedih.
''Iya,aku akan datang.''jawab Desta setenang mungkin,walaupun sebenarnya ada sedikit rasa sesak di dada nya saat kembali mengingat itu,namun Desta mencoba untuk menutupinya dari ibunya.
''Aku pergi dulu mah,''ucap Desta setelah meneguk habis teh buatan Sumi.
''Tidak makan dulu?''
''Nanti saja mah.''jawab Desta.
__ADS_1
''Hati-hati nak!''pesan sang ibu, yang diangguki oleh Desta.
Desta memang sengaja belum menceritakan apapun tentang hubungannya dengan Naomi,karna ia merasa belum saatnya ibunya itu mengetahuinya.
Kini Desta sedang dalam perjalanan menuju apartemen milik Naomi,sebenarnya ia sangat malas,karna jujur saat ini dirinya masih sangat mengantuk,walaupun tadi sempat mandi pagi dengan air dingin, tapi tetap saja rasa ngantuk itu belum hilang,karna tadi malam ia hanya tidur tiga jam saja.
Tal terasa mobil yang ditumpanginya telah sampai dikediaman Naomi,setelah memarkirkan mobilnya ia pun segera beranjak menuju unit apartemen tersebut.
Sedang didalam apartemen nya,Naomi sedang membersihkan tubuhnya dikamar mandi sesekali ia bersenandung sambil menggosok setiap lekuk tubuhnya dengan sabun.Tak lama terdengar suara bel berbunyi,Naomi yang mendengar cepat-cepat membilas tubuhnya dengan air,setelah itu ia langsung menyambar handuk yang tergantuk didalam kamar mandi tersebut,setelah melilit asal tubuhnya dengan handuk tersebut Naomi pun keluar untuk membukakan pintu apartemennya tanpa memakai pakaian terlebih dahulu.
Sebelum membuka pintu,Naomi mengintip dari lubang pintu apartemennya,setelah mengetahui siapa yang datang barulah Naomi langsung membukakannya.
''Haii Desta,yuk masuk!''ucap Naomi.
Namun saat ini Desta masih mematung ditempatnya,Desta yang awalnya masih merasa mengantuk,tiba-tiba seketika hilang begitu saja, saat melihat penampilan Naomi yang sangat menggoda dimatanya.Naomi yang melihat Desta tak merespon ucapannya langsung menarik tangannya agar masuk kedalam apartemen miliknya.
''Kamu kenapa memakai handuk seperti ini saat membukakan pintu?''protes Desta ia menelan ludahnya sendiri untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
''Coba lihat penampilanmu,gimana kalau bukan aku tadi yang datang?gimana kalau orang jahat pasti sudah habis kamu,''ucap Desta lagi.
Naomi bukannya marah,justru ia malah tersenyum saat mendengar Desta memarahinya, karna dimatanya laki-laki itu terlihat semangkin sek*si saat marah.
''Ya gk mungkin juga lah sayang,, kalau orang lain yang datang ya pasti aku pakai baju dululah,''elak Naomi dan Desta hanya mendengus saat mendengar ucapan Naomi.
''Sebaiknya cepat pakai bajumu atau aku makan kamu sekarang.''ucap Desta yang bermaksud menakut-nakuti Naomi,namun bukannya takut Naomi malah mendekatkan dirinya pada tubuh Desta,membuat Desta replek melangkah mundur.
''Emangnya kamu berani hem?bisik Naomi dengan suara sensualnya,membuat Desta bergidik saat hembusan nafas Naomi menerpa kulit lehernya.
Terlihat Desta menutup matanya untuk menetralkan detak jantungnya yang tidak beraturan saat ini,entah kenapa tubuhnya juga mulai ikut bereaksi hanya karna mendengar suara Naomi yang mendayu-dayu itu.Naomi tersenyum jahil saat melihat Desta memejamkan matanya,ia tau saat ini Desta sedang mati-matian menahan gejolak dalam dirinya,sebenarnya Naomi pun juga merasakan hal yang sama,karna selain agresif sebenarnya Naomi sangat mudah Terang*sang.Dengan jahil tangan Naomi meraba batangan milik Desta,hingga membuat pria itu seketika membuka lebar matanya.
__ADS_1
Naomi tersenyum manis,setelah itu tanpa berkata lagi ia segera berbalik dan melangkah kan kakinya menuju kamarnya.
NEXT