
Alex mendekatkan wajahnya pada Misya,lalu ia segera menarik tengkuk Misya dan langsung menciumnya.
Mata Gladissa terbuka lebar saat menyaksikan adegan itu didepan matanya,kemudian ia tersandar dibalik tembok sambil menutup mulutnya.
''Kenapa terasa sangat menyesakkan,saat melihatnya bersama wanita lain,hati ini sungguh tidak rela melihatnya bersentuhan dengan wanita itu.''
...Batin Gladissa,sambil memegang da da nya yang terasa nyeri....
Sedangkan Alex langsung melepaskan ciumannya dengan Misya,ada terbesit rasa sesal dalam hatinya saat melakukan itu semua.
Namun tidak dengan Misya,ia merasa sangat puas,karna sudah berhasil membuat Alex menuruti kemauannya.
''Misya sebaiknya kamu pulang lebih dulu, saya masih ada kerjaan yang harus diurus.''ucap Alex.
''Baiklah sayang,aku akan menunggumu,''ucap Misya berlalu meninggalkan Alex diruangannya.
Alex kembali duduk dikursinya, ia mengingat lagi kejadian yang baru saja ia lakukan bersama Misya,
''Kenapa aku tidak bisa merasakan perasaan apapun saat berciuman dengan Misya, berbeda halnya saat aku melakukannya bersama dengan Sasa,rasanya seperti ada suatu getaran di hatiku,dan aku juga sangat menikmatinya bersama Sasa,namun dengan Misya, perasaaku biasa saja.''
Batin Alex,
***
Kini Gladissa sudah berada didalam kamar miliknya,setelah tadi sudah membersihkan diri, kini ia langsung merebahkan tubuhnya,rasanya begitu lelah,sangkin lelahnya tanpa sadar ia sudah tertidur.
Sedangkan Alex baru saja sampai dikediamannya,setelah memarkirkan mobilnya ia langsung menuju kamarnya untu membersihkan diri,rasanya badannya sudah sangat lengket.
Saat memasuki kamar, ia melihat Misya sudah tertidur diatas ranjang, sekejap Alex menatap tubuh Misya yang tidur dengan hanya menggunakan gaun tidur tipis berbahan satin,sangat terlihat sekali kalau Misya tak memakai br* saat tidur,karna terlihat jelas oleh mata Alex tonjolan kecil dibalik gaun tidur dengan tali spageti itu.
Alex menutup pintu dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah lima belas menit,Alex pun keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.
''Kamu sudah pulang Kia?''tanya Misya yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya.
''Heem,,''ucap Alex tanpa ingin menjawab.
Dari tempat tidur Misya terus memperhatikan semua yang dilakukan Alex,hingga Alex mengambil boxernya dan ingin menuju kamar mandi untuk memakainya.
''Kenapa harus pakai di kamar mandi?''tanya Misya yang membuat Alex menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Pakailah disini,lagi pula kan aku ini istrimu,jadi tidak masalah dong jika aku melihat belalai panjang itu.''ucap Misya yang kini melangkah mendekati suaminya.
''Mau aku bantu pakaikan?''tanya Misya yang kini sudah berada dihadapan Alex.
''Saya bisa sendiri.''ucap Alex sambil memakai ****** ******** dihadapan Misya namun masih dengan handuk yang melilit dipinggang,hingga si joni tak bisa terlihat dengan jelas oleh mangsanya.
Setelah selesai,Alex langsung meletakan handuknya di dalam kamar mandi.
''Kia aku....
''Saya capek Misya,dan saya ingin istirahat.''potong Alex langsung.
Sebenarnya Alex sangat faham yang diinginkan Misya, namun rasanya Alex belum bisa melakukannya, Alex tidak munafik,sebagai lelaki normal ia pasti ingin merasakan yang namanya surga dunia, namun hatinya masih menolak nya,entah sampai kapan Alex bisa bertahan dalam godaan ini.
***
Keesokan harinya,Gladissa sengaja bangun lebih pagi,karna ada janji dengan Desta akan olahraga bersama ditaman komplek.
Kini Gladis sudah bersiap untuk lari menuju taman,sesampainya ditaman Gladis langsung menuju bangku taman,karna ia melihat sosok Desta sudah berada disana.
''Kak Desta udah lama?''tanya Gladis.
Selama satu jam mereka berada ditaman untuk berolah raga.
''Huuh,capek juga ya,''ucap Misya sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang ada dilehernya.
''Gimana kalau kita istirahat dulu diwarung itu,sekalian sarapan juga?''ajak Desta.
''Boleh,yuk kak kebetulan saya juga sudah laper hehe..''ucap Gladis sambil terkekeh.
Dan disilah mereka saat ini,diwarung sederhana yang menyediakan bubur ayam dan menu lainnya untuk sarapan pagi, walaupun warungnya kecil dan sederhana tapi tetap terjamin kebersihannya.
Setelah sarapan mereka memutuskan untuk pulang,karna sebentar lagi mereka akan segera berangkat bekerja.
Saat ini mereka sudah berada dihalaman rumah Gladis.
''Dis,nanti sepulang kerja boleh saya jemput kamu?sekalian makan malam bersama mau kan?''tanya Desta.
''Eemm,,gimana ya kak,
''Mau ya Dis, pokoknya nanti malam saya akan kesana,''ucapnya lagi dengan sedikit memaksa.
__ADS_1
''Iya kak,baiklah asal tidak merepoti kakak saja.''ucap Gladis.
''Ya gk lah Dis, yaudah kalau gitu saya pulang dulu ya,sampai ketemu lagi nanti malam.''ucap Desta yang diangguki Gladis.
***
Saat ini Gladis dan teman-temannya sedang melayani para pelanggan,hari ini memang lumayan sibuk dari biasanya,karna cafe tempat mereka bekerja sedang disewa untuk merayakan ulang tahun putri seorang pengusaha terkenal di kota tersebut.
Acaranya cukup meriah,karna selain dihadiri keluarga,acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa orang yang cukup terkenal dikalangan bisnis,bahkan beberapa diantaranya mengenal Alex.
''Duuhh,,Dis,capek banget rasanya gue sumpah.''keluh Vega.
''Sama saya juga,ternyata tamunya lumayan banyak .''ucap Gladis.
Tak terasa malam semangkin larut,dan para tamu pun sudah mulai pulang satu persatu.
Hingga tepat jam sepuluh malam acara pun telah usai,kini tinggalah bagi mereka untuk segera membersihkan cafe tersebut,karna sebentar lagi mereka juga akan tutup.
Beberapa saat kemudian..
''Akhirnya selesai juga,''ucap Vega yang merasa lega.
Namun tiba-tiba...
''Eekkhhmm...''ucap Alex yang sengaja berdehem sedikit keras.
''Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian hari ini,pelanggan kita sangat puas atas pelayanan dari cafe kita, dan karna kalian bekerja dengan profesional maka saya akan memberika bonus pada kalian.''ucap Alex,yang membuat mereka seketika bersorak senang.
''Waah, terimakasih banyak pak,karna bapak juga menghargai kerja keras kami.''ucap salah satu pelayan tersebut.
''Sama-sama,baiklah kalau begitu kalian boleh pulang,tapi ingat besok datang harus tepat waktu,jangan sampai telat!" ucap Alex kembali mengingatkan.
''Baik pak,''ucap mereka bersamaan.
Saat ini Gladis sedang menunggu taksi dipinggir jalan, sebenarnya tadi Desta tetap memaksa akan menunggu Gladis di cafe,namun ia tak ingin lebih merepotkan Desta,karna menurutnya akhir-akhir ini Desta terlalu banyak membantunya,dan Gladis merasa tidak enak hati,makanya ia tadi menyuruh Desta tidak usah menunggunya saat pulang.
NEXT
SEKALI LAGI SAYA INGATKAN BAHWA INI HANYALAH CERITA FIKTIF DARI KEHALUAN AUTHOR SAJA. DIHARAPKAN BERKOMENTARLAH YANG BAIK DAN SOPAN JIKA KALIAN TIDAK MENYUKAI KARYA SAYA SILAHKAN PINDAH KELAPAK LAIN TAPI TOLONG JANGAN KOMENTAR YANG MEMBUAT SAYA DOWN 🙏
BAGI READER YANG MASIH SETIA TOLONG DUKUNG TERUS YA!! DAN SELALAU TINGGALKAN JEJAK DISETIAP EPISODENYA..🤗😘
__ADS_1